Banyak Penyebab Harga Minyak Selasa Merosot Tajam Hampir 4 Persen

0
238

(Vibizmedia – Commodity)  Harga minyak mentah AS pada hari Selasa berakhir merosot tertekan sentimen bearish seperti data inflasi AS yang memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin tidak siap untuk menurunkan suku bunga, juga peningkatan produksi dan keraguan pengurangan produksi OPEC+.

Minyak mentah WTI AS kontrak bulan Januari ditutup turun $2,71, atau 3,80%, menjadi $68,61 per barel.
Minyak mentah Brent kontrak bulan Februari turun $2,79, atau 3,67%, menjadi $73,24 per barel.

Sementara saham-saham AS mengabaikan data inflasi terbaru, pasar minyak melihat adanya kekhawatiran. Indeks harga konsumen naik tipis 0,1% pada bulan November setelah tidak berubah pada bulan Oktober, sementara harga meningkat 3,1% dari tahun lalu, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.

Para pedagang khawatir bahwa The Fed tidak dapat mengendalikan inflasi dan harus terus meningkatkan laju suku bunganya.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan awal bulan ini bahwa “terlalu dini” untuk membahas penurunan suku bunga. Powell mengindikasikan bahwa bank sentral siap menaikkan suku bunga jika diperlukan.

Harga minyak turun karena rekor produksi di AS, Kanada, dan Brasil bertabrakan dengan melemahnya perekonomian di Tiongkok, sehingga meningkatkan kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa pasar mengalami kelebihan pasokan.

Permintaan minyak tahun depan diperkirakan sekitar satu juta barel per hari lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pasokan, menurut S&P Global.

Beberapa anggota OPEC dan sekutunya seperti Rusia telah berjanji untuk mengurangi pasokan sebesar 2,2 juta barel per hari pada kuartal pertama tahun 2024. Namun, para pedagang ragu bahwa kelompok tersebut akan memenuhi pemotongan tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik setelah data pasokan minyak mentah mingguan AS yang dirilis API terealisir menurun. Juga akan mencermati data pasokan minyak mingguan AS yang akan dirilis EIA nanti malam, jika turun akan mengangkat harga minyak, sebaliknya jika turun, akan menekan harga minyak. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $70,97-$73,34. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $67,23-$65,86.