Tinggalkan Overbought, IHSG Rabu Ditutup Melemah ke Level 7.075

0
226

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham penutupan Rabu sore ini (13/12) melemah 49,966 poin (0,70%) ke level 7.075,341 setelah dibuka turun ke level 7.108,633.

IHSG bergerak terkoreksi meninggalkan overbought area-nya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed dengan melemah pada kawasan China, serta mencermati Wall Street yang berakhir menguat di hari keempatnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini balik melemah 0,09% atau 14 poin ke level Rp 15.636, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah melemah di sesi global sebelumnya; cenderung tertekan di tengah estimasi the Fed pertahankan bunga dalam pertemuan hari ini serta prospek akan dimulainya penurunan suku bunga pada semester pertama 2024.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.622, serta terpantau berbalik terkoreksi mendekati sekitar 4,5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 16,674 poin (0,23%) ke level 7.108,633. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,580 poin (0,28%) ke level 939,287. Siang ini IHSG melemah 42,773 poin (0,60%) ke level 7.082,533. Sementara LQ45 terlihat turun 0,81% atau 7,621 poin ke level 933,903.

IHSG kemudian bertambah tergerus secara perlahan dan ditutup melemah 49,966 poin (0,70%) ke level 7.075,341. Tercatat saat ini sebanyak 220 saham naik, 346 saham turun dan 194 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,25%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,89%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi profit taking meninggalkan posisi tertinggi tahun ini, sementara bursa kawasan Asia sore ini variatif mencermati Wall Street yang berakhir dalam rally 4 hari.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih diincar aksi ambil untung namun tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.199 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group