Gedung Culinary Craft & Art Center Marienburg di Suriname Diresmikan, Bantuan dari Pemerintah RI

0
183
Presiden Suriname Chandrikapersad Santokhi memberikan-kata-sambutan-pada-peresmiangedung-Culinary Craft Art-Center Marienburg (Foto: Kemlu)

(Vibizmedia – Paramaribo, Suriname) Presiden Suriname meresmikan Gedung Culinary Craft & Art Center Marienburg, di Distrik Commewijne pada (08/12) yang lalu. Gedung tersebut merupakan  pusat pengembangan budaya Jawa dan penggerak ekonomi bagi masyarakat Suriname khususnya keturunan Jawa. Pembangunan gedung serbaguna dimaksud dapat digunakan sebagai pusat kuliner, kerajinan tangan, dan kesenian lainnya.

Dalam sambutannya, Duta Besar Julang Pujianto menyampaikan, “Gedung ini merupakan perwujudan bantuan hibah Pemri kepada Pemerintah Suriname untuk pengembangan masyarakat keturunan Jawa di Suriname merujuk kepada Grant Agreement Between the Government of Suriname and the Government of Indonesia on Aid Program for the Welfare of Surinamese People of Indonesian Descent yang telah ditandatangani  pada 1 Desember 2021.”  Selain itu, disampaikan juga bahwa keberadaan imigran dari Jawa di Suriname sejak 133 tahun yang lalu, telah membawa warisan budaya Jawa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Masyarakat Suriname.

Secara simbolis, peresmian gedung dilakukan oleh  Chandrikapersad Santokhi, Presiden Suriname bersama Duta Besar RI  dengan disaksikan oleh Henry R. Ori, Menteri Pendidikan Sains dan Kebudayaan Suriname, Perwakilan Kementerian Pertanian Peternakan dan Perikanan Suriname, Komisaris Distrik Commewijne, Mohamedsafiek Radjab, Kemlu Suriname, Anggota National Assembly, Kepala Pusat Arsip Nasional Suriname, Ketua Perkumpulan Peringatan Imigrasi Jawa (VHJI), media, dan masyarakat umum.  Penampilan Tari Merak oleh Sanggar Tari KBRI Paramaribo juga memukau para tamu yang hadir.

Dalam sambutannya, Presiden Suriname  menyampaikan bahwa Komunitas Keturunan Jawa mendapat perhatian khusus dari Presiden. Lebih lanjut disampaikan juga bahwa Presiden Suriname memandang proyek hibah Pemri ini merupakan investasi terhadap pengetahuan, investasi terhadap produksi, dan juga investasi di bidang pariwisata.  Dengan adanya proyek ini, diharapkan dapat mendorong Pariwisata Suriname untuk tumbuh berkembang, mengingat Suriname memiliki potensi alam sebagai negara ketiga di dunia yang memiliki karbon negatif, dan juga keragaman masyarakat serta budayanya. Menurut Presiden, pemberian hibah dari Pemri ini telah menunjukkan dukungan Pemri kepada pembangunan Suriname. Dengan proyek tersebut maka akan mengundang investasi mikro di berbagai bidang dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga Suriname.

Peresmian gedung ini merupakan bagian terakhir yang telah dirampungkan dari tiga proyek perjanjian hibah. Pertama, peresmian Pusat Dokumen Budaya Jawa pada tanggal 21 Januari 2023 di Sana Budaya, Paramaribo. Kedua, peluncuran buku esai 133 Jaar Jawa Suriname pada tanggal 8 Agustus 2023, di Sana Budaya, Paramaribo, dan ketiga adalah peresmian gedung Culinary Craft & Art Center Marienburg pada hari ini. Kedatangan Presiden Santokhi pada ketiga peresmian proyek hibah menunjukkan adanya perhatian yang besar dari presiden terhadap kesejahteraan masyarakat Suriname keturunan Jawa. Duta Besar RI Paramaribo mengharapkan agar hibah Pemri tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat keturunan Jawa, dan agar masyarakat dapat aktif berpartisipasi dalam pembangunan perekonomian Suriname.

Gedung promosi budaya Jawa tersebut berdiri diatas lahan yang dahulu merupakan tempat dimana imigran asal Jawa bekerja sebagai buruh perkebunan tebu untuk pasokan pabrik gula pada masa kolonial Belanda tahun 1890’an. Selain memiliki nilai historis yang tinggi, Marienburg di Distrik Commewijne juga memiliki lokasi yang strategis untuk promosi dan pelestarian budaya Jawa. Di Distrik Commewijne terdapat pemukiman terbanyak penduduk Suriname keturunan Jawa, yaitu di kota Tamanredjo dan Meerzorg.

Gedung Culinary Craft & Art Center Marienburg, di Distrik Commewijne (Foto: Kemlu)