Searah Regional, IHSG Senin Ditutup Melemah ke Level 7.119

0
500
Vibizmedia Picture

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham penutupan, Senin sore ini (18/12) terpantau melemah cukup signifikan 71,463 poin (0,99%) ke level 7.119,525 setelah dibuka turun ke level 7.159,644.

IHSG bergerak terkoreksi dari rally 7 minggunya di overbought-nya, serta searah regional, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah terkoreksi dari rally sepekan lalu, serta mengikuti Wall Street yang ditutup akhir pekan mixed namun masih uptrend.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat tipis 0,01% atau 2 poin ke level Rp 15.503, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah rebound; dalam koreksi setelah bangkit oleh pernyataan seorang pejabat the Fed bahwa belum waktunya bicara pemangkasan suku bunga saat ini.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.505, serta terpantau dalam konsolidasi di bawah area seminggu terkuatnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 31,344 poin (0,44%) ke level 7.159,644. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,058 poin (0,22%) ke level 945,410. Siang ini IHSG melemah 32,832 poin (0,46%) ke level 7.158,156. Sementara LQ45 terlihat turun 0,50% atau 4,802 poin ke level 953,170.

IHSG kemudian bertambah tergerus secara perlahan dan ditutup melemah 71,463 poin (0,99%) ke level 7.119,525. Tercatat saat ini sebanyak 189 saham naik, 356 saham turun dan 225 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,64%, dan Indeks Hang Seng yang menurun 0,97%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Wismilak (WIIM) -24,92%, Barito Pacific (BRPT) -9,01%, PIK (PANI) -8,57%, dan Bank Jago (ARTO) -8,10%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi dari rekor tertingginya tahun ini, sementara bursa kawasan Asia sore ini melemah terkoreksi dari rally sepekan yang lalu.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya rebound lagi karena menjauh dari overbought area-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.214 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group