Progres Pembangunan Hotel Nusantara IKN Capai 34% dan Dapat Digunakan Agustus 2024

0
217
Hotel Nusantara
Presiden Joko Widodo meninjau progres pembangunan Hotel Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Rabu, 20 Desember 2023. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo menyebut progres pembangunan Hotel Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 34 persen dan optimis dapat digunakan pada Agustus 2024 mendatang.

“Kalau melihat seperti ini akan selesai kira-kira sebelum Agustus (2024),” ungkap Presiden usai peninjauan pembangunan Nusantara Hotel di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Rabu, 20 Desember 2023.

Menurutnya, pembangunan sejumlah infrastruktur lainnya yang telah dilakukan groundbreaking dinilai memiliki progres pembangunan yang sama dengan Hotel Nusantara.

“Ini saya kira yang lain-lain mestinya progresnya akan kurang lebih mirip-mirip seperti Hotel Nusantara ini,” katanya.

Presiden mengatakan bahwa pembangunan sejumlah proyek yang ada di IKN pada saat ini menunjukkan semakin bertambahnya minat investor untuk berinvestasi di sana. Oleh karenanya, Presiden menyampaikan bahwa progres pembangunan setiap infrastruktur yang telah dilakukan groundbreaking harus terus dicek perkembangannya setiap bulan.

“Ini yang saya bilang setelah yang satu masuk, yang lain pasti berbondong-bondong, yang lain berbondong-bondong yang dibelakangnya akan berbondong-bondong lagi, dengan ini yg berbeda-beda ada hotel, ada mal, ada sport center, ada rumah sakit, tapi memang progres setiap bulan harus dicek—dilihat,” jelasnya.

Melihat adanya investor asli Kalimantan Timur yang turut serta dalam pembangunan IKN, Presiden menilai hal tersebut sangat baik. “Bukan hanya dari Jawa, bukan hanya dari Jakarta, ada yang dari investor dari Balikpapan juga ikut memulai, ini sangat bagus,” ujarnya.

Soal investor asing dalam pembangunan IKN, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa selama minat investor dalam negeri masih tinggi, pemerintah akan memprioritaskan investor dalam negeri.

“Tapi juga sebetulnya yang investor dalam negeri pun sebetulnya sudah partner-an dengan yang asing, satu dua saya tahu sudah partner-an sama asing, saya kira sama saja,” ungkapnya.