Pelemahan Dolar AS dan Imbal Hasil Treasury AS Naikkan Harga Emas Selasa

0
178

(Vibizmedia – Commodity) Harga emas bergerak naik pada hari Selasa, terdukung pelemahan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga tahun depan.

Harga emas di pasar spot naik 0,33% menjadi $2,062.08 per ons setelah mencapai level tertinggi lebih dari dua minggu di $2,070.39 di sesi sebelumnya.
Harga emas berjangka AS naik 0,18% menjadi $2,072.90.

Perdagangan sepi sehari setelah Natal dengan beberapa pasar tutup karena hari libur nasional, dan diperkirakan akan tetap sepi selama minggu yang singkat ini.

Faktor utama yang mendukung emas adalah ekspektasi bank sentral yang dovish dan penurunan suku bunga tahun depan.

Suku bunga AS yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), yang juga secara luas dianggap sebagai investasi yang aman di saat terjadi gejolak ekonomi dan geopolitik.

Data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan harga minyak di AS turun pada bulan November untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga setengah tahun, sehingga semakin memperlambat inflasi dan meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada bulan Maret mendatang.

Para pedagang sekarang memperkirakan kemungkinan 90% penurunan suku bunga oleh bank sentral AS pada bulan Maret, menurut alat CME FedWatch.

Indeks dolar berada di dekat level terendah dalam lima bulan sementara imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melemah.

Mata uang AS yang lebih lemah membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik dengan pelemahan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS. Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $2,071-$2,081. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $2,045-$2,036.