Pelemahan Dolar AS Membuat Harga Gula Rabu Meningkat

0
153

(Vibizmedia – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada hari Rabu ditutup naik terpicu pelemahan dolar AS.

Harga gula berjangka kontrak bulan Maret 2024 berakhir naik 0,34% pada 20,60.

Indeks dolar AS merosot ke level terendah dalam 5 bulan memicu short-covering gula berjangka.

Pada hari Selasa, gula NY mencatat level terendah dalam 10 bulan karena harga telah terpukul selama enam minggu terakhir setelah Brazil meningkatkan produksi gulanya. Pada hari Selasa, Unica melaporkan produksi gula Tengah-Selatan Brazil melonjak +205% y/y pada paruh pertama bulan Desember dan produksi gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan Desember naik +25,2% y/y menjadi 41.746 MMT. Sementara itu, Brazil mengekspor 3,7 MMT gula pada bulan November, menandai rekor baru pada bulan tersebut.

Harga gula juga melemah karena berita baru-baru ini bahwa Kementerian Pangan India mengarahkan pabrik gula lokal untuk berhenti menggunakan sari tebu dan sirup untuk memproduksi etanol pada tahun pasokan 2023/24 guna meningkatkan cadangan gula. Spesialis Komoditas Green Pool mengatakan hal ini dapat menambah 2 MMT gula ke pasokan domestik India.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula dapat naik jika dolar AS lanjutkan pelemahan. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 20,97-21,34. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 20,19-19,78.