Profit Taking di Posisi Rekornya, IHSG Jumat Ditutup Terkoreksi ke Level 7.351

0
438

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham pernutupan Jumat sore ini (5/1), melemah terbatas 9,144 poin (0,12%) ke level 7.350,619 setelah dibuka naik ke level 7.388,884.

IHSG bergerak mencetak rekor harian baru lalu digerus profit taking, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya variatif menguat, mencermati Wall Street yang semalam ditutup dengan mixed bias melemah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,17% atau 27 poin ke level Rp 15.520, dengan dollar AS di pasar uang Asia menaik setelah terkoreksi tipis; bertahan sekitar 2 minggu tertingginya oleh berkurangnya klaim pengangguran AS yang meredakan ekspektasi pemangkasan bunga the Fed yang agresif tahun ini.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.493, serta terpantau terkoreksi di hari keempat ke sekitar 2,5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 29,121 poin (0,40%) ke level 7.388,884. Sedangkan indeks LQ45 naik 6,257 poin (0,63%) ke level 994,895. Siang ini IHSG menguat 17,734 poin (0,24%) ke level 7.377,498. Sementara LQ45 terlihat naik 0,19% atau 1,859 poin ke level 990,497.

IHSG kemudian di akhir sesi merosot dan ditutup melemah 9,144 poin (0,12%) ke level 7.350,619, sedangkan LQ45 turun 0,24% atau 2,380 poin ke level 986,258. Tercatat saat ini sebanyak 237 saham naik, 294 saham turun dan 236 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini variatif, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,27%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,66%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Itama Ranoraya (IRRA) -7.24%, Kimia Farma (KAEF) -6,99%, Adi Sarana (ASSA) -5,00%, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) -4,77%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dari cetak rekor tertinggi barunya digerus profit taking, sementara bursa kawasan Asia sore ini variatif dengan Wall Street yang mixed.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih diincar profit taking di overbought area-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.401 dan 7.450. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.241, dan bila tembus ke level 7.218.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group