Harga Gula Sedang Mahal Karena Penurunan Pasokan

0
170

(Vibizmedia – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada hari Senin berakhir naik mencatat level tertinggi dalam 1 minggu terpicu kekhawatiran penurunan pasokan gula global.

Harga gula berjangka kontrak bulan Maret 2024 ditutup melonjak 2,98% pada 21,74.

Selasa lalu, the National Federation of Cooperative Sugar Factories India melaporkan bahwa produksi gula India dari 1 Oktober-31 Desember turun -7,6% y/y menjadi 11,2 MMT.

Berkurangnya produksi gula di India merupakan faktor bullish. Departemen Cuaca India mengatakan hujan muson tahun ini (Jun-Sep) berada 6% di bawah rata-rata, yang merupakan curah hujan muson terburuk dalam 5 tahun. Asosiasi Pabrik Gula India (ISMA) melaporkan pada hari Senin bahwa produksi gula India tahun 2023/24 dari 1 Oktober-15 Desember turun -10,7% y/y menjadi 7,41 MMT. Untuk satu tahun pemasaran penuh, ISMA pada tanggal 15 Desember memperkirakan produksi gula India pada tahun 2023/24 sebesar 32,5 MMT, turun -11,2% dari 36,6 MMT pada tahun 2022/23. Pada bulan Oktober, India memperpanjang pembatasan ekspor gula mulai tanggal 31 Oktober hingga pemberitahuan lebih lanjut dalam upaya menjaga kecukupan pasokan dalam negeri. India mengizinkan pabrik gula untuk mengekspor hanya 6,1 MMT gula selama musim 2022/23 hingga 30 September setelah membiarkan mereka mengekspor 11,1 MMT pada musim sebelumnya.

Pada tanggal 26 Desember, gula NY mencatatkan level terendah dalam 10 bulan karena harga telah terpukul selama enam minggu terakhir setelah Brazil meningkatkan produksi gulanya.

Selasa lalu, Unica melaporkan produksi gula Tengah-Selatan Brasil melonjak +205% y/y pada paruh pertama bulan Desember dan produksi gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan Desember naik +25,2% y/y menjadi 41.746 MMT. Sementara itu, Brazil mengekspor 3,7 MMT gula pada bulan November, menandai rekor baru pada bulan tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula akan mencermati perkambangan pasokan dan produksi, yang jika menurun, akan menguatkan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 21,98-22,23. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 21,30-20,87.