Terendah 2,5 Minggunya, IHSG Selasa Ditutup Melemah ke Level 7.200

0
214

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, penutupan Selasa sore ini (9/1), melemah signifikan 83,203 poin (1,14%) ke level 7.200,203 setelah dibuka naik ke level 7.302,283.

IHSG bergerak terkoreksi di hari ketiganya ke level 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya menguat rebound dari tekanan jual kemarin, serta mengikuti Wall Street yang semalam semua indeks berakhir menguat dipimpin sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,03% atau 4 poin ke level Rp 15.536, dengan dollar AS di pasar uang Eropa naik setelah melemah; rentang terbatas di tengah investor mencermati data ekonomi yang mixed minggu lalu dan menantikan rilis inflasi AS minggu ini.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.517, serta terpantau kembali terkoreksi di hari keenamnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 18,708 poin (0,26%) ke level 7.302,283. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,963 poin (0,41%) ke level 980,400. Siang ini IHSG melemah 78,369 poin (1,08%) ke level 7.205,205. Sementara LQ45 terlihat turun 0,72% atau 7,079 poin ke level 969,358.

IHSG kemudian terus terkoreksi dan ditutup melemah 83,372 poin (1,14%) ke level 7.200,203, sedangkan LQ45 turun 0,65% atau 6,359 poin ke level 970,078. Tercatat saat ini sebanyak 193 saham naik, 337 saham turun dan 241 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini bias menguat, di antaranya Nikkei yang melaju 1,16%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,21%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Barito Renewables (BREN) -20,00%, Chandra Asri (TPIA) -20,00%, Barito Pacific (BRPT) -18,18%, dan Petrosea (PTRO) -14,91%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut terkoreksi di hari ketiganya ke 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini bias menguat mengikuti Wall Street yang berakhir menguat dipimpin sektor teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya rebound untuk kembali ke jalur uptrend-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.401 dan 7.450. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.173, dan bila tembus ke level 7.093.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group