Penambahan Dua Tanker Gas Ramah Lingkungan Siapkan Diri Tembus Pasar Global

0
260
PIS Tambah Dua Tanker Gas - Ammonia Ramah Lingkungan (Foto: PT Pertamina International Shipping (PIS))

(Vibizmedia – Jakarta) PT Pertamina International Shipping (PIS) memperkuat armadanya dengan menambah dua Very Large Gas Carrier (VLGC). Kedua 2 VLGC ini adalah VLGC Pertamina Gas Tulip dan VLGC Pertamina Gas Bergenia.

VGLC merupakan kapal tanker gas raksasa terbesar di dunia dengan teknologi terkini dan ramah lingkungan, yang akan dioptimalkan untuk mengangkut komoditas LPG baik di dalam maupun luar negeri.

Tanker kembar berukuran masing-masing sepanjang 2 kali lapangan bola, dibangun di galangan Hyundai Samho, Korea Selatan, dan resmi diluncurkan pada hari Selasa, (09/01).

Kepemilikan kedua tanker ini merupakan buah dari hasil kerja sama PIS dengan perusahaan trading energi global, BGN, yang dimulai sejak penandatanganan MoU, Desember 2022 lalu

Peluncuran kedua kapal baru ini diresmikan langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Group CEO BGN Ruya Bayegan, President and CEO Hyundai Samho Heavy Industries Shin Hyeon Dae, CEO Pertamina International Shipping (PIS) Yoki Firnandi, dan disaksikan oleh Komisaris Pertamina Iggi Haruman Achsien dan Komisaris PIS Lina Santi.

Nice menjelaskan, kehadiran dua kapal VLGC ini tentunya bisa meningkatkan kemampuan Pertamina Group dalam mengamankan pasokan energi untuk mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus dengan teknologi terkininya menjadi bukti bahwa Pertamina Group berkomitmen terhadap bisnis berkelanjutan.

Very Large Gas Carrier terbaru ini juga telah memenuhi syarat untuk berlayar di kancah internasional, sehingga bisa memperluas ekspansi market di pasar global untuk mengharumkan nama Indonesia.

Nicke melanjutkan, Pertamina berencana menambah 6 VLGC di tahun 2024 ini, dimulai dengan 2 VLGC di awal tahun, yang nantinya juga bisa memperkuat posisi PIS di bisnis angkutan LPG dunia. Pembelian VLGC yang merupakan kapal ramah lingkungan ini, juga sejalan dengan misi kami menjadi perusahaan maritim logistik yang mendukung bisnis energi hijau.

Keunggulan VLGC sebagai kapal ramah lingkungan antara lain karena memiliki tangki dual fuel, yang memungkinkan kapal untuk mengoptimalkan bahan bakar bersulfur rendah dan juga gas.

Kapal ini, juga tidak hanya bisa mengangkut gas atau LPG, tetapi juga bisa mengangkut komoditas petrokimia seperti amonia.

Teknologi terkini yang dimiliki kapal VLGC Pertamina Gas Tulip dan Pertamina Gas Bergenia juga disebut bisa meningkatkan speed kapal dengan penggunaan bahan bakar bahkan lebih efisien hingga 16%.

Tidak hanya itu, kapal ini juga telah memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR) dalam operasionalnya.

Nama Tulip dan Bergenia dipilih karena bunga-bunga tersebut memiliki arti istimewa baik bagi PIS maupun mitra kerja sama kepemilikan kapal, BGN.

Bunga Tulip sendiri melambangkan kemegahan, sementara Bunga Bergenia melambangkan kekuatan.

Dengan penambahan kapal ini, armada kapal milik PIS kini bertambah jadi 97 unit dengan 61 kapal tanker beroperasi di rute internasional.

Yoki menambahkan mereka optimistis jumlah ini bisa terus bertambah ke depannya, sesuai dengan target perusahaan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa dua tanker ini akan semakin menunjang kinerja dan menjadi penetrasi bisnis Pertamina, khususnya PIS.

Ia menyebut, kehadiran armada ini juga akan memperluas pasar PIS di bisnis pengangkutan energi.

Fadjar menambahkan, kedua kapal ini akan menambah kekuatan Pertamina sebagai perusahaan energi dalam rangka memperkuat energy security sekaligus mendukung Green Energy serta aspek ESG yang diusung Pertamina.

Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan  Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

CEO PIS Yoki Firnandi menambahkan, PIS selaku Sub Holding Integrated Marine Logistics (SH IML) dari Pertamina memiliki peran penting dalam menjamin distribusi energi nasional di Indonesia yang merupakan negara kepulauan, di mana hampir dua pertiga wilayahnya merupakan lautan.

PIS, kata Yoki, memang berencana untuk terus menambah armada tanker untuk pengangkutan LPG maupun komoditas gas lainnya.