Fluktuatif dan Konsolidatif, IHSG Rabu Ditutup Melemah ke Level 7.200

0
253

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham penutupan Rabu sore ini (17/1), terpantau melemah 42,152 poin (0,58%) ke level 7.200,635 setelah dibuka turun ke level 7.227,527.

IHSG bergerak terkoreksi setelah kemarin melaju, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah di tengah rilis GDP China yang di bawah estimasi, serta mengikuti Wall Street yang semalam ditutup terkoreksi oleh naiknya Treasury yields.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,19% atau 29 poin ke level Rp 15.637, di antara Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate 6%, dengan dollar AS di pasar uang Asia lanjut naik setelah rally 3 hari di sesi global sebelumnya; meneruskan rally-nya yang dipicu komentar pejabat the Fed yang menyatakan the Fed tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunganya.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.608, serta terpantau tergelincir ke level 5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 15,260 poin (0,21%) ke level 7.227,527. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,775 poin (0,08%) ke level 974,619. Siang ini IHSG melemah 45,114 poin (0,62%) ke level 7.197,673. Sementara LQ45 terlihat turun 0,63% atau 6,123 poin ke level 969,271.

IHSG kemudian bertahan di zona merah agak melandai dan ditutup melemah 42,152 poin (0,58%) ke level 7.200,635, sedangkan LQ45 turun 0,66% atau 6,451 poin ke level 968,943. Tercatat saat ini sebanyak 197 saham naik, 333 saham turun dan 242 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,40%, dan Indeks Hang Seng yang merosot 3,71%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Itama Ranoraya (IRRA) -4,96%, Chandra Asri (TPIA) -4.21%, Amman Mineral (AMMN) -3,03%, dan Medikaloka Hermina (HEAL) -3,03%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi setelah kemarin rally di rentang konsolidasinya, sementara bursa kawasan Asia sore ini melemah di tengah GDP China yang di bawah estimasi, serta mengikuti koreksi Wall Street.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih konsolidatif dan fluktuatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.390 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.156, dan bila tembus ke level 7.093.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group