Kerjasama Kabupaten Kepulauan Seribu dan Negara Seychelles Untuk Pemanfaatan Aset Sektor Pariwisata

0
325
Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar rakor pemanfaatan aset untuk pariwisata dan kearifan lokal, yang diselenggarakan di Gedung Mitra Praja, Jakarta, Rabu (17/1) (Foto: Suku Dinas Kominfotik Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu)

(Vibizmedia – Jakarta) Rapat koordinasi (rakor) telah digelar oleh Kabupaten Kepulauan Seribu mengenai pemanfaatan aset untuk pariwisata dan kearifan lokal, yang diselenggarakan di Gedung Mitra Praja, Jakarta, Rabu (17/1/2024).

Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi mengatakan, pemanfaatan aset Kepulauan Seribu itu bekerja sama dengan Kedutaan Besar Seychelles dan PT Resor Nusantara Jaya, yang akan melakukan pembangunan di Pulau Panjang Besar, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

“Skemanya ada perjanjian sewa 15-20 tahun dengan pemerintah untuk pengelolaan Pulau Panjang Besar seluas 13 hektar,” ujar Junaedi dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Junaedi menambahkan, nantinya pembangunan Pulau Panjang Besar akan melibatkan Organisaisi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Sudin Kebudayaan Kepulauan Seribu dan Sudin Parekraf Kepulauan Seribu.

Junaedi juga menyatakan, selain pengembangan sektor pariwisata juga mengangkat kearifan lokal. Diharapkan melalui pembangunan ini bisa dilakukan percepatan peningkatan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu.

Sementara itu, Kabiro Kerja Sama Internasional Kedubes Seychelles untuk Indonesia, Jasoa Sombang, mengatakan pemerintah Seychelles melalui Badan Usaha Seychelles siap bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta melalui program jangka pendek dan jangka panjang. Di mana program jangka pendek ditarget selesai 6-8 bulan di 2024, dengan tidak mencari nilai ekonomis dan keuntungan, melainkan membuat pengembangan proyek percontohan berupa unit resort, villa, restoran, pengelolaan air bersih dan air limbah, daur ulang limbah serta sarana dan prasarana pendukung resort.

Jasoa Sombang meneruskan, fasilitas tersebut dibangun untuk sarana pelatihan masyarakat setempat seperti latihan bekerja sehingga bisa menjiwai bagaimana bisa menjaga dan merawat pulau, sehingga bisa menjadi destinasi unggulan. Nantinya juga akan dilakukan perawatan ekobahari, terumbu karang, kelestarian zona pesisir pantai sampai 12 mil laut, termasuk penangkapan ikan yang terukur dan bertanggung jawab, yang tidak menimbulkan pencemaran.

Jason menambahkan, kegiatan jangka pendek ini akan disubsidi oleh Seychelles melalui Badan Usaha Seychelles demi membangun kehidupan masyarakat Kepulauan Seribu.

Jason menambahkan, melalui langkah jangka pendek ini, kawasan Kepulauan Seribu nantinya dikenal bukan sekedar memiliki villa mewah melainkan pusat unggulan ekowisata maritim Indonesia seperti Seychelles yang telah sukses untuk meningkatkan taraf hidup kesejahteraan, serta ekonomi rakyatnya melalui ekonomi biru.

“Untuk program jangka panjang akan dikaji lebih lanjut pembangunan sarana villa resort dari papan atas dengan catatan pada saat masyarakat dan pemerintah daerah sudah menjiwai dan komitmen atas penerapan Pulau Seribu yang berkelanjutan, bukan kapasitas dan jumlah unit villa yang dibangun tetapi kualitas destinasi yang dipasarkan,” ungkapnya.