BRIN Gaet UGM Lakukan Riset Pengembangan Protein Alternatif

0
147
BRIN bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Penandatangan kerja sama di Faperta UGM, Yogyakarta, Jumat (19/1) (Foto: BRIN)

(Vibizmedia – Jakarta) Salah satu isu penting di Indonesia adalah masalah pangan, khususnya ketersediaan sumber pangan fungsional. Pangan fungsional adalah pangan yang tidak saja memenuhi standar gizi (asupan nutrient), tetapi juga memberikan fungsi kesehatan. Salah satu masalah utama pada pemenuhan pangan fungsional di Indonesia adalah pangan fungsional yang berbasis protein.

Ema Damayanti, periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, dalam keterangannya pada Senin (22/1/2024), menyatakan, Indonesia memiliki keragaman biodiversitas yang sangat tinggi baik yang berbasis tanaman maupun organisme mikro. Akan tetapi eksplorasi dan pemanfaatan lebih lanjut biodiversitas sumber protein alternatif belum banyak dilakukan.

Erna berpendapat, protein alternatif berbasis tanaman dan mikroorganisme akan menjadi pangan fungsional yang penting di masa depan. Ia menjelaskan, tanaman dan produk yang dihasilkan dengan kandungan protein tinggi, tetapi belum banyak dimanfaatkan. Untuk itu hal ini masih menjadi peluang riset.

Ia menambahkan, teknologi pengolahan pangan alternatif baru perlu dilakukan dengan banyak pendekatan modern khususnya bioproses yang terkendali.

Erna menjelaskan, pemanfaatan mikroba sebagai agen bioproses menjadi riset yang penting untuk dilakukan. Selain itu, mikroba juga dapat berperan sebagai sumber protein juga peptide seperti microbial proteins maupun mycoprotein.

Dengan demikian, menurutnya riset di bidang pengembangan protein alternatif membuka banyak peluang inovasi baru. Riset pengembangan protein alternatif berbasis mikroba dan tanaman perlu dilakukan. Guna percepatan riset tersebut, BRIN melalui PRTPP bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM).

Kepala PRTPP BRIN, Satriyo Krido Wahono saat penandatangan kerja sama di Faperta UGM, Yogyakarta pada Jumat (19/1) lalu memaparkan, BRIN merupakan jangkar dari penelitian. Dengan adanya kerja sama ini, riset multi disiplin ilmu dan lintas pusat riset BRIN, dan potensi di bidang pertanian bisa dikolaborasikan. Karakterisasi bahan dan sebagainya bisa sangat membantu riset hilir dari penelitian di olahan pangan.

Menurutnya PRTPP BRIN menjadi pusat riset yang bertugas melakukan riset dan pengembangan produk pangan khususnya pangan fungsional. Faperta UGM juga memiliki peran yang sama, salah satunya riset, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pengembangan pangan alternatif berbasis protein bersumber dari tanaman, mikroorganisme, dan juga sumber alternatif lain yaitu serangga.

Kerja sama riset antara PRTPP BRIN dan Faperta UGM menjadi landasan untuk saling melengkapi infrastruktur riset, kebutuhan pendanaan, dan SDM IPTEK.

Satriyo menambahkan, riset pengembangan protein alternatif ini diharapkan akan membuka peluang kerja sama lebih lanjut dengan pengguna teknologi, khususnya industri dan masyarakat. Produk protein alternatif berbasis tanaman dan mikroba sebagai pangan fungsional diharapkan dapat menjadi alternatif solusi masalah keterbatasan nutrisi penting di masyarakat.

Inisiasi kerja sama tersebut telah dilakukan melalui riset bersama mahasiswa khususnya pada modifikasi fermentasi tempe untuk meningkatkan kandungan asam amino dan kualitas aroma.

Selain itu, kerja sama penyelenggaraan seminar internasional juga telah dilakukan sebagai bentuk diseminasi hasil riset dan kerja sama publikasi di jurnal ilmiah yang dikelola Fakultas Pertanian UGM. Faperta UGM juga mendukung program Degree by Research BRIN melalui penerimaan mahasiswa Doktor SDM IPTEK BRIN di Pascasarjana Faperta UGM.