Peningkatan Ekspor Membuat Harga Jagung Senin Turun

0
203

(Vibizmedia – Commodity) Harga jagung di Chicago Board Of Trade (CBOT) berakhir turun pada hari Senin terpicu peningkatan ekspor.

Harga jagung berjangka kontrak bulan Maret 2024 berakhir turun 1,46% pada $4.3975 per bushel.

Laporan Inspeksi Ekspor mingguan mengkonfirmasi 901,958 MT (35.5 mbu) jagung telah dikirim selama minggu yang berakhir 25/1. Angka tersebut naik 21% pada minggu ini dan 66% di atas minggu yang sama tahun lalu yang disebabkan oleh pengiriman ke Meksiko dan Jepang.

USDA memiliki total akumulasi ekspor sebesar 15,64 MMT (615 mbu) hingga 25 Januari, 30% lebih tinggi dari laju tahun lalu.

Safras dan Mercado melaporkan panen jagung pertama di Brazil mencapai tingkat penyelesaian 15,3%, dibandingkan dengan 12% tahun lalu dan rata-rata 10,2%. Penanaman tanaman kedua telah mencapai 3,97m HA.

Sementara itu Buenos Aires Grains Exchange (BAGE) menaikkan perkiraan produksi jagung Argentina pada tahun 2024 sebesar 1,5 MMT menjadi 56,5 MMT. Tanaman itu 97% ditanam. Peringkat kondisi memang menurun dalam beberapa minggu terakhir karena cuaca yang lebih hangat dan kering.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga jagung akan mencermati perkembangan produksi dan pasokan, jika terus meningkat, akan menekan harga jagung. Harga jagung diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.36-$4.32. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.45-$4.50.