Kerjasama Indonesia-Korea Lakukan Pemetaan Wilayah Pesisir Gunakan VTOL Fixed-Wing Drone

0
150

(Vibizmedia – Jakarta) Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) adalah pusat penelitian bersama di bidang ilmu dan teknologi kelautan antara Korea dan Indonesia. 

Telah digelar pelatihan penggunaan peralatan penginderaan jauh bertajuk “Mapping Coastal Area Using Vertical Take-off Landing (VTOL) Fixed Wing Drone” di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, Senin-Jumat (22-26/1/2024) lalu. 

Pelatihan ini mendorong pertukaran pengetahuan antara Korea dan Indonesia dengan melakukan pemetaan wilayah pesisir tingkat lanjut menggunakan VTOL fixed-wing drone.

Direktur MTCRC Park Hansan dalam keterangannya dikutip dari laman BRIN, Jakarta, Rabu (31/1/2024) menyatakan, melalui pelatihan komprehensif itu, kami berkomitmen memberdayakan keahlian para peneliti dan pembuat kebijakan di Indonesia dengan keterampilan yang dibutuhkan, mendorong kemampuan mereka untuk berkontribusi secara signifikan terhadap keberhasilan program rehabilitasi yang lebih luas, dan menciptakan dampak berkelanjutan terhadap ekosistem pesisir Indonesia.

Pelatihan itu mencakup kelas teori hingga praktik untuk mengoperasikan VTOL fixed-wing drone. Mulai dari teori dasar aerodinamik, pembuatan misi penerbangan, hingga pengolahan data.

Inisiatif kolaboratif itu membuka kesempatan bagi pengalaman pembelajaran yang mendalam, menggabungkan pengetahuan teoritis dengan keahlian praktis untuk membekali peserta dengan keterampilan yang diperlukan dalam lanskap teknologi kelautan yang terus berkembang. Juga, menjadi pendorong untuk kemajuan dalam mengatasi tantangan di masa depan.

Proyek ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves). Ini merupakan bantuan dari Ministry of Oceans and Fisheries Republik Korea melalui Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST). Didukung oleh Korea-Indonesia MTCRC sebagai badan pelaksana resmi untuk kedua negara.

MTCRC memiliki fungsi utama antara lain sebagai platform kerja sama, penelitian bersama, dan peningkatan kapasitas untuk memperkuat dan mempromosikan kerja sama praktis dalam ilmu dan teknologi kelautan antara kedua negara.

Enam pelatih berpengalaman dari DaeYoung Drone M&S Korea diundang, serta tiga peneliti MTCRC dalam bidang penginderaan jauh dilibatkan dalam pelatihan ini.

Diikuti oleh 25 peserta dari institusi pemerintah seperti Kemenko Marves, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan juga universitas seperti ITB, IPB, UGM, UNDIP, dan UNUD.

CEO DaeYoung Drone M&S Lee Heewoo memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah melalui pelatihan dengan baik dan menunjukkan kemampuannya dalam menjalankan misi survei. “Saya harap anda dapat menjadi pelopor VTOL fixed-wing drone di Indonesia di masa depan”, ujar Lee.

Koordinator Pelaksana Fungsi Tata Kelola Pengembangan Infrastruktur dan Layanan di Bidang Teknik BRIN Tjahjo Pranoto mengungkapkan antusiasmenya dalam mendukung dan memfasilitasi pelatihan. Dirinya memperkenalkan fasilitas BRIN di KST Soekarno untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal. Mengingat, telah terjalin kerja sama antara KIOST dan BRIN melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) pada 9 dan 30 Oktober 2023.

Sebagai informasi, pelatihan itu merupakan bagian dari proyek bantuan pembangunan resmi atau Official Development Assistance (ODA) Project berjudul “Establishment of the Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center and Enhancing Capacity Building in Indonesia”.

Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, Indonesia Emas 2045, dan Pilar Poros Maritim.