Entrepreneur Baru Harus Memiliki Kompetensi Inovasi dan Teknologi

0
160

(Vibizmedia – Jakarta) Dalam acara Kick-Off bjbPreneur, pada Kamis (1/2/2024),  Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki  menekankan Indonesia perlu melahirkan lebih banyak entrepreneur dan mewujudkan ekonomi baru melalui pendekatan inkubasi berbasis inovasi dan teknologi untuk menghasilkan produk baru yang kompetitif.

Ia menambahkan, di negara maju seperti Jepang dan Korsel, UMKM menjadi bagian dari ‘Supply Chain Industry’ atau rantai pasok industri. Maka ia mengajak asosiasi-asosiasi dalam pengembangan UMKM mulai melirik penggunaan inovasi dan teknologi. Karena, untuk melahirkan entrepreneur baru, maka harus memiliki kompetensi inovasi dan teknologi.

Menurutnya, hal inilah yang harus dibangun dan mempelajari terkait start up dari berbagai negara. Indonesia tidak memiliki ekosistem yang cukup untuk mengembangkan startup berbasis inovasi dan teknologi.

Menteri Teten menyebut UMKM tidak mungkin ada lompatan teknologi kalau tidak tergabung dalam industri (rantai pasok). Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi menjadi negara maju dengan minimum pendapatan perkapita US$13 ribu.

Menteri Teten menekankan agar diharapkan muncul entrepreneur baru yang terdidik dari kampus. Untuk itu perlu pendekatan entrepreneur seperti ini, dan tidak bisa hanya pelatihan-pelatihan sepintas. Untuk mengembangkan lembaga inkubator di kampus, Menteri Teten ingin agar hal ini ditekankan oleh kampus-kampus.

“Survei kami menyebutkan 72 persen mahasiswa ingin menjadi entrepreneur. Ini sedang didiskusikan untuk dikembangkan bersama para rektor perguruan tinggi,” kata Menteri Teten.

Lebih dari itu, ia menekankan investasi asing harus bermitra dengan UMKM. Perusahaan besar mencari startup yang bisa bekerja sama dengan mereka, bukan mengambil alih yang kecil.

Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB Nancy Adistyasari menyataka, strategi Bank BJB dalam mengembangkan UMKM sejalan dengan KemenkopUKM, dimana fokusnya pada upaya menumbuhkan UMKM disektor agribisnis dan aquaculture.

Nancy juga menyatakan, pihaknya juga menerapkan pola kemitraan, dan saat ini sudah ada 80 offtaker di bidang agribisnis. Sehingga, ini tentu sejalan dengan strategi yang sudah dijalankan Kemenkop UKM.

Nancy menambahkan, program bjbPreneuer merupakan upaya pengembangan UMKM yang dibantu Bank BJB untuk tumbuh dengan mengembangkan inovasi dan bisa meningkatkan daya saing.

“Kegiatan yang diikuti sekitar 2000 peserta ini, kami harapkan bisa memacu pengusaha baru dan berusia muda. Karena yang penting bagaimana kita mengembangkan jiwa entrepreneur sejak dini,” kata Nancy.