Eunike Tanzil, Komposer dari Medan Berkiprah di AS

0
214
Komposer, sekaligus produser, Eunike Tanzil saat menggarap lagu Only Mine di studio bersama penyanyi Laufey (dok Eunike Tanzil)

(Vibizmedia – Gaya Hidup) Berkarir sebagai komposer, sekaligus produser musik di Amerika telah membuka jalan bagi Eunike Tanzil untuk berkarya di Hollywood, bahkan berkolaborasi dengan artis papan atas.

Belum lama ini, perempuan kelahiran Medan ini diajak berkolaborasi oleh penyanyi jazz kelahiran Islandia, Laufey, untuk kampanye “Turn the Dial” yang diusung oleh Bose.

Melansir dari situs Bose, kampanye ini dilatarbelakangi analisis terkini dari University of Southern California di Los Angeles, yang mengatakan bahwa dalam satu dekade terakhir hanya terdapat 2,8% lagu yang diproduseri oleh perempuan. Hanya terdapat sekitar 2,3% lagu yang diproduseri oleh perempuan, yang berhasil masuk ke dalam daftar 100 lagu hits tahun 2022.

“(Akhir tahun lalu) aku tiba-tiba ditelpon sama managernya si Laufey. Dibilang, ini Bose ada campaign dan mereka mau feature Laufey,” cerita Eunike Tanzil kepada VOA belum lama ini.

“Mereka tanya ke Laufey, ‘kamu mau kerja sama siapa buat campaign ini? For some reason, (Laufey) itu rekomendasiin aku. Dia mau kerja sama aku,” tambah perempuan yang berdomisili di Los Angeles, California ini.

Desember 2023 lalu, Eunike khusus terbang ke New York untuk menggarap lagu dengan Laufey. Pada waktu itu keduanya ditantang untuk menghasilkan karya lagu dalam waktu 3 jam. Dalam video tayangan di YouTube yang dirilis oleh Bose, terlihat interaksi hangat antara Laufey dan Eunike selagi menggarap lagu yang diberi judul “Only Mine” ini.

Kolaborasi ini menjadikan Eunike produser asal Indonesia pertama yang bekerja sama dengan Laufey.

“Seru banget bisa berkolaborasi dengan Laufey. Dia sangat (berbakat), kreatif, dan profesional,” ujar Eunike.

“Style kita juga hampir mirip karena kita berdua classically trained (memiliki latar belakang pelatihan musik klasik.red),” tambahnya lagi.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram Bose, Laufey berharap, “musik ini bisa sampai ke telinga para penonton muda, perempuan-perempuan cilik yang tumbuh bermain musik klasik dan melihat bahwa suatu hari nanti mereka bisa berada di studio seperti ini, menggarap jenis musik apa pun yang mereka inginkan.”

Eunike Tanzil saat merekam single-nya, “Scenes from a Voyage” di Warner Bros. Eastwood Scoring Stage di Los Angeles (dok: Eunike Tanzil)

Siapakah Eunike Tanzil?

Mulai mengenal musik saat berusia sekitar 5 tahun saat belajar piano, awalnya, Eunike mengira bahwa dirinya akan menjadi seorang pianis. Kerap memenangkan perlombaan bermain piano, saat berumur 10 tahun ia mulai menyadari kegemarannya dalam berimprovisasi.

“Lebih menyenangkan, lebih banyak yang bisa dieksplorasi. Dan saya bisa lebih menuangkan kreativitas saya dalam bermusik, daripada disuruh latihan berjam-jam, latihan 8 jam untuk 1 lagu misalnya,” cerita perempuan kelahiran 1998 ini.

Guru musiknya pun memperkenalkannya dengan lagu-lagu karya komposer John Williams, yang terkenal lewat karya-karya musiknya untuk film-film Harry Potter, Star Wars, Jaws, Indiana Jones, dan masih banyak lagi.

 

Raih Beasiswa ke AS

Eunike lantas hijrah ke Amerika pada tahun 2016 demi mengejar mimpinya menjadi seorang komposer untuk film. Ia pun memutuskan untuk kuliah di Berklee College of Music di Boston, Massachusetts, yang telah melahirkan nama-nama besar seperti komposer Alan Silvestri, penyanyi John Mayer, Charlie Puth, Psy, dan juga Laufey.

Dilansir dari situs Berklee, hingga kini, sebanyak 141 alumninya telah meraih 334 piala Grammy, yang merupakan penghargaan populer tertinggi di dunia musik.

Eunike memilih jurusan film scoring di Berklee, yang masuk ke dalam daftar 20 besar kampus terbaik untuk jurusan tersebut, berdasarkan situs The Hollywood Reporter.

Untuk bisa masuk Berklee pun tidak mudah. Eunike harus melalui proses audisi, dimana pada waktu itu ia memainkan lagu dengan durasi di bawah 6 menit dengan instrumen piano.

“Puji Tuhan masuk dapat beasiswa dan dari situ saya langsung terjun mendalami software-nya, kenal guru-gurunya,” kenang alumni SMA Methodist Charles Wesley di Medan ini.

Salah satu tantangan menjadi komposer di Amerika adalah kompetisi yang tinggi dan kurangnya representatif, khususnya dari imigran perempuan keturunan Asia.

Single pertama Eunike yang dirilis tahun 2023 berjudul, “Scenes from a Voyage,” telah ditonton lebih dari 287 ribu kali di Instagram dan 420 ribu kali di TikTok, serta menuai komentar pujian dari Laufey yang menyebutnya “sangat cantik.”

Lagu berdurasi kurang dari 1 menit ini ia rekam bersama Hollywood Studio Symphony Orchestra di Warner Brothers Eastwood Scoring Stage di Los Angeles, California.

Sumber: voaindonesia.com