Harga Kedelai Kamis Merosot Terpicu Penurunan Penjualan Ekspor; Harga Jagung Ikut Turun

0
149

(Vibiznews – Commodity) Harga kedelai berjangka di Chicago Board Of Trade (CBOT) berakhir merosot pada hari Kamis terpicu data penjualan ekspor mingguan AS yang mengecewakan ditambah dengan persaingan permintaan dari Brazil.

Harga kedelai berjangka kontrak bulan Maret 2024 berakhir merosot 1,55% pada $12.0325 per bushel.

Departemen Pertanian AS (USDA) melaporkan penjualan ekspor kedelai hasil panen lama AS pada pekan hingga 25 Januari sebesar 164,500 metrik ton, penghitungan mingguan terendah untuk tahun pemasaran 2023/24 yang dimulai 1 September.

Sementara itu, permintaan kedelai AS terhambat oleh persaingan yang ketat dari Brazil, di mana harga kedelai tunai sedang anjlok, serta krisis ekonomi di Tiongkok, yang sejauh ini merupakan pembeli kedelai terbesar di dunia.

Sedangkan harga jagung berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir turun pada hari Kamis mengikuti penurunan harga kedelai berjangka.

Harga jagung berjangka kontrak bulan Maret 2024 ditutup turun 0,39% pada $4.4650 per bushel.

Harga jagung berjangka menguat pada awal sesi perdagangan didukung peningkatan permintaan jagung untuk memproduksi etanol dan peningkatan penjualan jagung.

NASS USDA melaporkan 481,7 mbu jagung digunakan untuk produksi etanol selama bulan Desember. Jumlah tersebut merupakan angka tertinggi dalam 5 tahun pada bulan tersebut, dan merupakan peningkatan sebesar 5% dari penarikan jagung pada bulan November. Total tarikan musim ini adalah 1,83 bbu dibandingkan 1,708 bbu tahun lalu.