Pelemahan Harga Minyak Menurunkan Harga Gula Kamis

0
212

(Vibizmedia – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada Kamis berakhir turun mengikuti penurunan harga minyak.

Harga gula berjangka kontrak bulan Maret 2024 ditutup merosot 2,36% pada 23,56.

Penurunan harga minyak mentah pada hari Kamis ke level terendah dalam 1 minggu membebani harga gula. Harga minyak mentah yang lebih rendah melemahkan harga etanol dan dapat mendorong pabrik gula dunia untuk mengalihkan lebih banyak penghancuran tebu ke produksi gula dibandingkan etanol, sehingga meningkatkan pasokan gula.

Harga gula masih dinayangi peningkatan tajam dalam produksi gula Brazil yang berdampak buruk pada harga. Kamis lalu, Unica melaporkan bahwa produksi gula Tengah-Selatan Brasil melonjak +148,6% y/y pada paruh pertama bulan Januari menjadi 48.000 MT dan produksi gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan Januari naik +25,5% y/y menjadi 42,099 MMT. Sementara itu, lebih banyak tebu yang dihancurkan untuk dijadikan gula dibandingkan etanol, karena 49,06% tebu dihancurkan pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan Januari untuk produksi gula dibandingkan dengan 45,95% tahun lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula akan mencermati perkembangan pasokan, yang jika terus meningkat, akan menekan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 23,26-22,96. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 24,05-24,54.