Pemerintah Siapkan Peta Pendidikan Konek dengan Peta Kebutuhan Lapangan Kerja

0
202
Pekerja Indonesia
Ilustrasi pekerja buruh Indonesia. FOTO: KEMENAKER

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah terus mendorong penyerapan tenaga kerja menuju Indonesia Emas 2045 sebagai upaya menyambut puncak bonus demografi 2030 mendatang yang didominasi usia produktif.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggunakan pendekatan human life cycle development untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi tantangan era industri 4.0.

“Mulai dari prenatal hingga lansia, dalam merumuskan strategi. Hal ini penting untuk memastikan seluruh program pembangunan manusia dan kebudayaan terintegrasi dan berkelanjutan,” jelas Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono, saat Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema ‘Pemilu 2024: Strategi Perluas Lapangan Kerja’ pada Senin, 5 Februari 2024 yang merumuskan berbagai strategi untuk menyerap tenaga kerja.

Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Sebagai visi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, sejahtera, adil, dan berkeadilan pada peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

Dalam upaya persiapan tenaga kerja Indonesia memenuhi kebutuhan industri, pemerintah mendorong pendidikan vokasi atau pendidikan yang berorientasi pada keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

“Pendidikan vokasi diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2022 tentang Penguatan Pendidikan Vokasi dan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Permenko PMK) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Penguatan Pendidikan Vokasi,” terang Nunung.

Dirinya memastikan, kedua peraturan ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha, meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan pendidikan vokasi, serta memperluas akses dan kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti pendidikan vokasi.

Pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan kerja sama antara dunia pendidikan dan dunia kerja, baik melalui penyediaan informasi pasar kerja, penyelenggaraan bursa kerja, maupun peningkatan keterlibatan dunia usaha dalam penyusunan standar kompetensi, pengembangan kurikulum, penyediaan fasilitas, dan penjaminan mutu pendidikan vokasi.

“Peta pendidikan dihubungkan dengan peta kebutuhan lapangan pekerjaan, sehingga lulusan siap kerja dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng pemerintah daerah, asosiasi profesi, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga internasional untuk mendukung pelaksanaan pendidikan vokasi.

Penguatan pendidikan vokasi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, baik di sektor pertanian, manufaktur, maupun perdagangan.

“Pendidikan vokasi juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan adaptabilitas SDM Indonesia di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, serta membuka peluang lapangan kerja baru, seperti di industri mobil listrik, transportasi listrik, dan sektor-sektor lain yang berbasis digital,” ungkap Nunung.