Penguatan Dolar AS Menurunkan Harga Gandum Senin

0
86

(Vibiznews – Commodity) Harga gandum berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) pada hari Senin berakhir turun terpicu penurunan ekspor dan penguatan dolar AS.

Harga gandum berjangka kontrak bulan Maret 2024 ditutup merosot 1,58% pada $5.9025 per bushel.

Data Inspeksi Ekspor Mingguan menunjukkan 266,269 MT gandum dikirim selama minggu yang berakhir 1/2. Jumlah tersebut turun dari 284 ribu MT pada minggu sebelumnya, dan kurang dari setengah volume pada minggu yang sama tahun lalu. HRS menyumbang 118k MT dari total. USDA mencatat total pengiriman musim ini sebesar 11,27 MMT, masih tertinggal dari kecepatan 13,8 MMT tahun lalu.

Pelemahan harga gandum juga tertekan penguatan dolar AS. Dolar AS naik ke level tertinggi dalam delapan minggu terhadap mata uang utama saingannya.

Penguatan dolar membuat pasokan AS lebih mahal di pasar ekspor membuat permintaan lemah, terutama gandum.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga jagung akan mengamati perkembangan permintaan dan pergerakan dolar AS, yang jika memberikan dukungan positif, akan menguatkan harga gandum. Harga gandum diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $5.99-$6.08. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $5.84-$5.78.