Terkoreksi Signifikan, IHSG Selasa Ditutup Melemah ke Level 7.210

0
227

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, penutupan Selasa sore ini (13/2), terpantau melemah cukup signifikan 87,928 poin (1,20%) ke level 7.209,741 setelah dibuka turun ke level 7.264,389.

IHSG bergerak terkoreksi tajam dari posisi overbought-nya sebelum libur pemilu pilpres, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di antara sebagian pasar libur Imlek dan Nikkei mencapai 34 tahun tertingginya, serta mengikuti Wall Street yang berakhir mixed dengan Dow Jones mencetak rekor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,24% atau 38 poin ke level Rp 15.633, dengan dollar AS di pasar uang Eropa naik terbatas setelah menguat tipis; dalam rentang terbatas di tengah pasar yang sebagian libur Imlek, serta menantikan rilis inflasi CPI Amerika Selasa malam (WIB) nanti.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.595, serta terpantau terkoreksi dari level hampir sebulan tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 33,280 poin (0,46%) ke level 7.264,389. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,963 poin (0,30%) ke level 992,204. Siang ini IHSG melemah 73,709 poin (1,01%) ke level 7.223,960. Sementara LQ45 terlihat turun 0,50% atau 4,997 poin ke level 990,170.

IHSG kemudian terus di zona merah dan ditutup melemah 87,928 poin (1,20%) ke level 7.209,741, sedangkan LQ45 turun 0,70% atau 7,002 poin ke level 988,165. Tercatat saat ini sebanyak 214 saham naik, 308 saham turun dan 245 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini mixed, di antaranya Nikkei yang naik 2,89%, dan Straits Times yang naik 0,05%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Chandra Asri (TPIA) -19,61%, Petrindo Jaya (CUAN) -9,93%, Petrosea (PTRO) -7,63%, dan Unilever (UNVR) -4,11%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tergerus tajam dari posisi 5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini mixed di antara sebagian pasar yang libur Imlek, serta mencermati Wall Street yang berakhir variatif.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya rebound kembali paska pilpres, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.307 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.103, dan bila tembus ke level 7.047.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group