{"id":239843,"date":"2020-09-04T05:44:38","date_gmt":"2020-09-03T22:44:38","guid":{"rendered":"http:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=239843"},"modified":"2020-09-05T13:16:17","modified_gmt":"2020-09-05T06:16:17","slug":"unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/","title":{"rendered":"Unair Terus Upayakan Obat Kombinasi dan Obat Pengembangan Baru (OPB) COVID-19"},"content":{"rendered":"<p class=\"p2\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">(Vibizmedia &#8211; Nasional) Dalam kaitan mengenai proses penanganan COVID-19 di Indonesia, maka <\/span>Pemimpin Redaksi Vibizmedia Network, Fadjar Ari Dewanto melakukan wawancara eksklusif secara virtual dengan Ketua Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati UNAIR, Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>pada Rabu, 2 September 2020.<\/p>\n<p class=\"p2\" style=\"text-align: justify;\">Interview ini<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>mengupas mengenai sejauh mana<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>para peneliti UNAIR bekerja bersama-sama melakukan berbagai penelitian baik mengenai virus COVID-19 yang berkembang di Indonesia, sekaligus pengembangan vaksin dan obat untuk penanganan Covid-19.<\/p>\n<p class=\"p2\" style=\"text-align: justify;\"><b>Pengembangan Obat Jangka Pendek dan Jangka Panjang<\/b><\/p>\n<p class=\"p2\" style=\"text-align: justify;\">Apa yang disampaikan Prof. Nyoman merupakan pernyataan yang cukup memberi harapan besar bagi bangsa Indonesia. Ia menyampaikan bahwa UNAIR telah menyiapkan 2 jenis obat untuk COVID-19 yang dia sebutkan sebagai obat yang disiapkan secara jangka pendek dan jangka panjang.<\/p>\n<p class=\"p4\" style=\"text-align: justify;\">Ia mengakui bahwa para peneliti UNAIR dari sejak awal telah melakukan penelitian untuk mengembangkan obat COVID-19. Ia menyebutkan bahwa dasar penelitian di UNAIR adalah Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 terkait tentang kemandirian bangsa, maka diharapkan ada obat-obat yang menjadi inovasi dari bangsa Indonesia sendiri.<\/p>\n<p class=\"p4\" style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>bahwa <span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>di UNAIR telah dilakukan dua penelitian obat. Yang pertama adalah obat kombinasi, yaitu mengkombinasi obat-obat yang sudah beredar,<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>yang istilahnya memiliki daya kerja yang mirip terhadap virusnya, ini adalah rencana jangka pendek.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Sedangkan satunya lagi adalah OPB (Obat Pengembangan Baru), single compound, yang memang didesain sendiri<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>di UNAIR dengan mempelajari dua enzim dan satu protein, dan ini adalah rencana jangka panjang.<\/p>\n<p class=\"p2\" style=\"text-align: justify;\"><b>OPB, Pengembangan Obat Jangka Panjang<\/b><\/p>\n<p class=\"p4\" style=\"text-align: justify;\">Dalam penjelasannya Prof. Nyoman mengatakan<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>bahwa karena belum pernah ada di pasaran, maka Obat Pengembangan Baru (OPB) <span class=\"s2\"> harus menjalankan semuanya, baik <em>pre clinic<\/em> maupun <em>clinic<\/em>. Jadi tahapannya memang panjang dan ini merupakan persiapan jangka panjang.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Ia bahkan menyebutkan bahwa<\/span> <em>pre clinic<\/em><span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>dibagi lagi dalam <em>invitro<\/em>, <em>invivo<\/em>.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Baru setelah semuanya bisa dikatakan layak, maka bisa dilakukan percobaan<em> clinical trial<\/em>, dimana<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>juga<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>ada fase 1, fase 2, fase 3 dan seterusnya. Ia menjelaskan bahwa<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>OPB ini memang merupakan proses jangka panjang, dan sekarang<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>sampai pada tahap<em> pre clinic<\/em>.<\/p>\n<p class=\"p4\" style=\"text-align: justify;\">\u201cOPB ini karena betul-betul senyawa<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>yang kita desain sendiri, basisnya adalah sasaran kita, targetnya adalah main protease virus Covid-19. Ada dua main protease atau RNA Polimerase, ini yang main protease target kita. Nah itu, OPB didesain baru, ini <em>single compound<\/em>, \u201c jelasnya.<\/p>\n<p><strong><em>Sudah di Tahap Akhir Pre Clinic<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh lagi ia menjelaskan, &#8220;Kami ini sudah <em>pre clinic<\/em>, tahap <em>in vitro<\/em> sudah dilewati. Alhamdulillah, <em>step by step<\/em> kita telah lalui. Kemudian<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span><em>In Vivo<\/em>, sekarang sedang berjalan ke uji<em> sub chronic<\/em>, uji akutnya sudah. Alhamdulillah, sekarang uji <em>sub chronic<\/em>, ini tahap terakhir untuk <em>pre clinic<\/em>.&#8221;<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Oleh karena itu, maka untuk masuk ke <em>clinical trail<\/em> itu perlu sejumlah bahan yang tentu cukup besar, kan gitu kan?\u00a0 Kalau misalnya <em>in vitro<\/em>, <em>in vivo<\/em>, uji tantang, kita juga lakukan<em> challenging<\/em> deteksinya untuk uji tantang. Kita sudah lakukan ke virusnya. Daya hambat sudah terukur dan sebagainya. Tetapi kan ini sudah masuk ke <em>sub chronic<\/em>,\u00a0 jumlah <em>in vitro<\/em>, <em>in vivo<\/em> itu kan ngga banyak <em>single compound<\/em>nya, mungkin dalam jumlah gram, gitu ya.&#8221;<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tapi kalau nanti masuk ke <em>clinical<\/em> pasien yang jumlahnya harus tervalidasi yang sesuai aturan dari BPOM misalnya seperti itu, <em>ngga<\/em> lagi gram, perlunya kilogram. Tentu ini perlu disiapkan dari sekarang, sehingga kami ke depan akan melakukan proses Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dulu terhadap single compound kami ini.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Karena ini desainnya memang internal dari tim di UNAIR dan ini memang yang perlu kami lakukan dulu. Setelah itu ya bagaimana ke depannya mencoba <em>clinical<\/em> dalam jumlah yang besar, pasti Universitas tidak punya <em>pilot scale<\/em> atau <em>industrial scale<\/em>, hanya sampai <em>laboratorium scale<\/em>.&#8221;\u00a0 Demikian ia menjelaskan panjang lebar mengenai proses persiapan Obat Pengembangan Baru yang saat ini sudah sampai pada tahap akhir Pre Clinic.<\/p>\n<p class=\"p4\" style=\"text-align: justify;\"><b>Obat Kombinasi, Saat Ini Sudah Ada di BPOM<\/b><\/p>\n<p class=\"p4\" style=\"text-align: justify;\">Tapi ada kabar gembira juga yang disampaikan Prof.Nyoman, yaitu bahwa UNAIR sendiri juga melakukan untuk yang <em>urgency<\/em> dan<em> emergency<\/em>, artinya dalam waktu cepat, bahkan ia menyatakan bahwa sudah selesai menyiapkan obat kombinasi, dimana dari obat-obat yang sudah beredar dikombinasikan oleh tim peneliti UNAIR yang lain, yaitu Dr. Purwati. Inilah yang ia sebutkan sebagai rencana persiapan obat dalam jangka pendek.<\/p>\n<p class=\"p4\" style=\"text-align: justify;\">\u201cYa, yang Dr. Purwati adalah penelitian kombinasi dengan obat-obatan yang sudah beredar. Ini istilahnya untuk jangka pendek. Jadi menggunakan anti viral yang memang virus, apakah bisa juga ke Covid-19,\u201c pungkasnya mengenai obat kombinasi yang merupakan rencana persiapan obat jangka pendek untuk COVID-19.<\/p>\n<p class=\"p5\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s3\">Obat kombinasi ini merupakan penelitian jangka pendek\u00a0 dan\u00a0 telah dilakukan uji klinik kepada manusia. Ia meneruskan bahwa <\/span>kalau obat<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>kombinasi maka obat-obatnya sudah beredar dan sudah digunakan, seperti misalnya anti HIV, anti Flu Burung, anti influensa, yang kemudian dikombinasikan misalnya dengan antibiotik. Tentunya semua obat-obat tersebut<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>sudah ada dan sudah dijual<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>di masyarakat.<\/p>\n<p class=\"p5\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"Apple-converted-space\">Kabar baiknya adalah ia <\/span>juga menyebutkan bahwa percobaan obat kombinasi saat ini sudah ada di BPOM, \u201cSehingga sekarang masih analisis oleh BPOM, ini sudah ada. Percobaannya <em>kan<\/em> kemarin sudah dilaporkan ke BPOM.\u201c<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Ketua Riset Produk Covid-19 UNAIR Prof. Ni Nyoman:  UNAIR Kembangkan 2 Jenis Obat Covid-19\" width=\"696\" height=\"392\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ekKc-J2g2Uk?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Nasional) Dalam kaitan mengenai proses penanganan COVID-19 di Indonesia, maka Pemimpin Redaksi Vibizmedia Network, Fadjar Ari Dewanto melakukan wawancara eksklusif secara virtual dengan Ketua Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati UNAIR, Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih\u00a0 pada Rabu, 2 September 2020. Interview ini\u00a0 mengupas mengenai sejauh mana\u00a0 para peneliti UNAIR bekerja bersama-sama melakukan berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":239761,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[188,8873],"tags":[],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Unair Terus Upayakan Obat Kombinasi dan Obat Pengembangan Baru (OPB) COVID-19 - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; Nasional) Dalam kaitan mengenai proses penanganan COVID-19 di Indonesia, maka Pemimpin Redaksi Vibizmedia Network, Fadjar Ari Dewanto melakukan wawancara eksklusif secara virtual dengan Ketua Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati UNAIR, Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih\u00a0 pada Rabu, 2 September 2020. Interview ini\u00a0 mengupas mengenai sejauh mana\u00a0 para peneliti UNAIR bekerja bersama-sama melakukan berbagai [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-03T22:44:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-09-05T06:16:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ketua-Pusat-Riset-Rekayasa-Molekul-Hayati-Unair-Prof.-Ni-Nyoman-Tri-Puspaningsih.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1280\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ketua-Pusat-Riset-Rekayasa-Molekul-Hayati-Unair-Prof.-Ni-Nyoman-Tri-Puspaningsih.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ketua-Pusat-Riset-Rekayasa-Molekul-Hayati-Unair-Prof.-Ni-Nyoman-Tri-Puspaningsih.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1280,\"caption\":\"Ketua Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati Unair Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih. FOTO: UNAIR\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/\",\"name\":\"Unair Terus Upayakan Obat Kombinasi dan Obat Pengembangan Baru (OPB) COVID-19 - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-09-03T22:44:38+00:00\",\"dateModified\":\"2020-09-05T06:16:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Unair Terus Upayakan Obat Kombinasi dan Obat Pengembangan Baru (OPB) COVID-19\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Unair Terus Upayakan Obat Kombinasi dan Obat Pengembangan Baru (OPB) COVID-19 - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; Nasional) Dalam kaitan mengenai proses penanganan COVID-19 di Indonesia, maka Pemimpin Redaksi Vibizmedia Network, Fadjar Ari Dewanto melakukan wawancara eksklusif secara virtual dengan Ketua Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati UNAIR, Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih\u00a0 pada Rabu, 2 September 2020. Interview ini\u00a0 mengupas mengenai sejauh mana\u00a0 para peneliti UNAIR bekerja bersama-sama melakukan berbagai [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2020-09-03T22:44:38+00:00","article_modified_time":"2020-09-05T06:16:17+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1280,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ketua-Pusat-Riset-Rekayasa-Molekul-Hayati-Unair-Prof.-Ni-Nyoman-Tri-Puspaningsih.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ketua-Pusat-Riset-Rekayasa-Molekul-Hayati-Unair-Prof.-Ni-Nyoman-Tri-Puspaningsih.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ketua-Pusat-Riset-Rekayasa-Molekul-Hayati-Unair-Prof.-Ni-Nyoman-Tri-Puspaningsih.jpg","width":1920,"height":1280,"caption":"Ketua Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati Unair Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih. FOTO: UNAIR"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/","name":"Unair Terus Upayakan Obat Kombinasi dan Obat Pengembangan Baru (OPB) COVID-19 - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/#primaryimage"},"datePublished":"2020-09-03T22:44:38+00:00","dateModified":"2020-09-05T06:16:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2020\/09\/04\/unair-terus-upayakan-obat-kombinasi-dan-obat-pengembangan-baru-opb-covid-19\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Unair Terus Upayakan Obat Kombinasi dan Obat Pengembangan Baru (OPB) COVID-19"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239843"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=239843"}],"version-history":[{"count":24,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":239993,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239843\/revisions\/239993"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/239761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=239843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=239843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=239843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}