{"id":279635,"date":"2021-07-30T08:40:29","date_gmt":"2021-07-30T01:40:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=279635"},"modified":"2021-07-30T11:10:30","modified_gmt":"2021-07-30T04:10:30","slug":"menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/","title":{"rendered":"Menuju Kemandirian Kesehatan Dalam Negeri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia-Kolom) Indonesia saat pandemi ini, diperhadapkan pada tuntutan kemandirian kesehatan, dimana kapasitas produksi industri farmasi, penyediaan bahan baku di dalam negeri dan distribusi farmasi menjadi kebutuhan utama di dalamnya. Pandemi mengakselerasi pertumbuhan sektor farmasi Indonesia. Total market value farmasi dan alat kesehatan di indonesia bertumbuh dari 2016 hingga 2020 dari Rp65,9 triliun menjadi Rp84,59 triliun. Impor  alat kesehatan memiliki value lima kali lebih  besar dari pada pembelanjaan alkes  dalam negeri. Rencana pemerintah untuk  meningkatkan pembelanjaan alkes  dalam negeri sebesar Rp6,5 triliun. Potensi pasar di Indonesia terbuka lebar mengingat besarnya akan produk farmasi  dan alat kesehatan.<\/p>\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Penggunaan obat dan alat kesehatan produksi dalam negeri saat ini Dari 1809 item obat yang ditransaksikan dalam e-katalog, hanya 56 obat yang belum  diproduksi dalam negeri. Dari 496 jenis alkes yang ditransaksikan dalam  e-katalog tahun 2019-2020, 152 jenis alkes  sudah mampu diproduksi dalam negeri.<\/p>\n<p><strong>Pengadaan Bahan Baku Obat (BBO) di Indonesia Tahun 2020<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_279663\" aria-describedby=\"caption-attachment-279663\" style=\"width: 557px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/sumber-bpom\/\" rel=\"attachment wp-att-279663\" class=\"broken_link\"><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Sumber-BPOM.jpg\" alt=\"\" width=\"557\" height=\"258\" class=\"size-full wp-image-279663\" srcset=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Sumber-BPOM.jpg 557w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Sumber-BPOM-300x139.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 557px) 100vw, 557px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-279663\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: BPOM<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam hal penyediaan bahan baku obat, Indonesia masih tergantung pada impor. Pengadaan bahan baku  sebagian besar masih di impor terutama 67 persen dari Cina, 23% dari India, 10% berasal dari Amerika dan negara lainnya.<\/p>\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Strategi dan kebijakan jangka pendek pemerintah  dalam mendukung kemandirian kesehatan dalam negeri dilakukan melampui implementasi regulasi penggunaan  produk dalam negeri, TKDN menjadi syarat utama dalam e-katalog, penguatan promosi alat kesehatan dalam negeri.<\/p>\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Jangka panjang pemerintah akan melakukan upaya transfer knowledge dan transfer teknologi, peningkatan kompetensi Sumber Daya  Manusia khususnya pengembangan SDM  dalam bidang biomedical engineering. Pembangunan ekosistem riset dan  pengembangan yang terintegrasi antara  akademisi, swasta dan pemerintah.<\/p>\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Indofarma misalnya, sebagai salah satu BUMN farmasi melakukan upaya peningkatan nilai TKDN antara lain dengan peningkatan lokal  konten untuk produk  OEM dari manufaktur  dalam negeri. Memindahkan OEM luar negeri menjadi  OEM dalam negeri. Dari sisi assembeling melakukan sourcing raw material dalam negeri dan transfer technology  dari manufaktur luar negeri. Dari sisi manufaktur, dilakukan juga sourcing raw material dalam negeri. Transfer technology melalui strategic partnership  dengan manufaktur luar negeri. Juga melakukan huluisasi \u2013 kolaborasi  dengan peneliti atau akademisi  untuk inovasi produk alat kesehatan.<\/p>\n<p><strong>Dukungan Regulasi<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_279665\" aria-describedby=\"caption-attachment-279665\" style=\"width: 415px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/sumber-bpom-2\/\" rel=\"attachment wp-att-279665\" class=\"broken_link\"><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Sumber-BPOM-2.jpg\" alt=\"\" width=\"415\" height=\"224\" class=\"size-full wp-image-279665\" srcset=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Sumber-BPOM-2.jpg 415w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Sumber-BPOM-2-300x162.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 415px) 100vw, 415px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-279665\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: BPOM<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terdapat beberapa dukungan regulasi yang dibutuhkan dalam kemandirian kesehatan dalam negeri.  Pertama, simplifikasi proses bisnis registrasi obat dengan meniadakan Approvable Letter untuk registrasi  obat yang telah memiliki data skala komersial dan menerapkan \u201creliance\u201d untuk Registrasi  Variasi Obat Baru dan Produk Biologi. Kedua Percepatan timeline Registrasi Obat sehingga semakin memberikan kemudahan berusaha (ease of doing business) dan mempercepat akses obat kepada masyarakat. Ketiga deregulasi untuk mempermudah ekspor produk obat dengan mempersingkat timeline untuk penerbitan dokumen rekomendasi maupun nomor izin edar.<\/p>\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Badan POM aktif melakukan asistensi regulasi baik dalam pembuatan sarana produksi yang memenuhi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) maupun dalam persyaratan mutu produk BBO. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN). Industri farmasi dikategorikan sebagai salah satu  industri prioritas dan berpotensi besar dalam  meningkatkan perekonomian nasional. Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016 tentang  Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Mengamanatkan 12 Kementerian dan Lembaga untuk  melaksanakan percepatan pengembangan  industri farmasi dan alat kesehatan nasional  melalui penguasaan teknologi dan inovasi. Keputusan Menteri Koordinator Pembangunaan Manusia dan  Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2019 tentang Satuan Tugas (Satgas)  Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Obat dan Produk Biologi. Mengawal hilirisasi riset dan inovasi-inovasi produk di  bidang farmasi sebagai komoditi yang dapat memperkuat  perekonomian Indonesia.Peraturan Badam POM Nomor 15 Tahun 2019 tentang  Perubahan atas Peratutan Kepala Badan POM Nomor 24  Tahun 2017 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat. Percepatan timeline registrasi obat untuk industri farmasi yang melakukan investasi di Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Dukungan Regulasi Mempercepat Akses Obat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan Kepala Badan POM No. HK.02.02.1.2.07.21.281 tahun 2021  tentang perubahan kedua atas keputusan kepala badan pom tentang  petunjuk teknis pelaksanaan Emergency Use Authorization. memfasilitasi  pendistribusian obat EUA di apotek untuk pasien derajat ringan  menggunakan resep dokter.<\/p>\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Keputusan Kepala Badan POM tentang petunjuk teknis prinsip penggunaan  obat melalui skema perluasan penggunaan khusus (Expanded Access  Program\/EAP). Memberi akses perluasan obat uji klinik untuk digunakan  di sarana pelayanan kesehatan dibawah pengawasan dokter.<\/p>\n<p><strong>Peluang investasi industri farmasi untuk meningkatkan kapasitas farmasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk manufacturing obat jadi, saat ini di Indonesia sudah ada 4 BUMN, 212 perusahaan swasta, 4 PMA, tingkat kompetisinya tinggi. Untuk peluang investasi yang memiliki dampak jangka panjang seperti investasi di bidang contract research (CRO) dimana di masa depan akan lebih banyak clinic trial dilakukan di Indonesia. Pasar uji klinis akan selaras dengan pengembangan industri farmasi secara keseluruhan.<\/p>\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Kedua adalah investasi pada industri herbal, Industri herbal di Indonesia saat ini berjumlah 1.247  industri, terdiri dari 129 masuk dalam katagori industri  obat tradisional (IOT), 1.037 dikelompokkan sebagai  usaha kecil dan mikro obat tradisional (UKOT dan  UMOT). Diantara 129 IOT hanya 10 masuk dalam  katagori industri besar dan umumnya berlokasi di pulau  Jawa. Industri jamu telah memproduksi dan memasarkan  ribuan produk jamu dalam berbagai bentuk kemasan.  Bahkan beberapa industri jamu besar telah pula  memproduksi obat alami yang tergolong obat herbal  terstandar dan fitofarmaka (pembuktian  pra-klinik dan  klinik uji mutu,  bahan baku  dan produk). dibutuhkan obat herbal terstandar (OHT) sebagai upaya memanfaatkan keaneka ragaman hayati Indonesia.<\/p>\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Ketiga adalah investasi pada produk biologi, dimana produk biologi sepenuhnya masih menggunakan produk impor. Produk berbasiskan monoclonal antibody yang dipercaya sebagai obat masa depan belum diproduksi di Indonesia. Keempat adalah investasi pada bahan baku farmasi. Indonesia masih sangat rentan pada penyediaan bahan baku farmasi. Potensi pasar sangat tinggi dan dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk membangun kemandirian bahan baku farmasi ini.<\/p>\n<p><strong>Urgency menciptakan kemandirian kesehatan Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prinsip-prinsip utama aksi afirmatif bagi produk dalam negeri dalam  mendukung kemandirian industri kesehatan adalah belanja pemerintah wajib  untuk produk dalam  negeri, termasuk belanja  barang dan jasa. Jika ada impor, maka hal tersebut pengecualian. Kementrian dan Lembaga yang mengusulkan impor  harus menyampaikan kebijakan, program, dan langkah untuk  mensubstitusi dengan produk  dalam negeri.<\/p>\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Urgency menciptakan kemandirian kesehatan Indonesia, saat ini dilakukan melalui pembentukan holding BUMN, untuk menekan impor bahan baku farmasi;  dengan adanya holding akan  mengurangi ketergantungan Indonesia  terhadap impor bahan baku. APBN 2020 untuk alkes mencapai Rp. 18 T, Kementrian Perindustrian ; Industri Farmasi di  Indonesia mencapai 220 perusahaan (90%  berfokus sektor hilir produk obat-obatan). Memaksimalkan potensi  herbal Indonesia dari 30.000  species tanaman dimana 7.500  diantaranya mampu dijadikan  obat (LIPI).<\/p>\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Indonesia dapat menjajaki kemitraan publik-swasta dalam healthcare untuk membawa inovasi yang lebih besar dalam pemberian perawatan, terutama di daerah pedesaan. Telemedicine dan mobile health vehicles adalah cara cepat dan murah untuk menjangkau pasien, terutama di daerah terpencil dengan sedikit infrastruktur, dan untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan. Pandemi telah mempercepat minat pada pendekatan ini, dengan peningkatan 35 persen dalam penggunaan telemedicine di Indonesia, dan momentum ini harus digunakan.<\/p>\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Upaya ini dapat berkembang lebih jauh menjadi ekosistem kesehatan yang memecahkan masalah spesifik yang dihadapi pasien dengan menyatukan berbagai komponen healthcare, termasuk telemedicine, rumah sakit, asuransi, dan apotek, menjadi jaringan penyedia yang erat yang mudah dinavigasi oleh pasien, sering kali menggunakan teknologi digital.<\/p>\n<p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia-Kolom) Indonesia saat pandemi ini, diperhadapkan pada tuntutan kemandirian kesehatan, dimana kapasitas produksi industri farmasi, penyediaan bahan baku di dalam negeri dan distribusi farmasi menjadi kebutuhan utama di dalamnya. Pandemi mengakselerasi pertumbuhan sektor farmasi Indonesia. Total market value farmasi dan alat kesehatan di indonesia bertumbuh dari 2016 hingga 2020 dari Rp65,9 triliun menjadi Rp84,59 triliun. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101039,"featured_media":279667,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[8873,194],"tags":[28297],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menuju Kemandirian Kesehatan Dalam Negeri - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia-Kolom) Indonesia saat pandemi ini, diperhadapkan pada tuntutan kemandirian kesehatan, dimana kapasitas produksi industri farmasi, penyediaan bahan baku di dalam negeri dan distribusi farmasi menjadi kebutuhan utama di dalamnya. Pandemi mengakselerasi pertumbuhan sektor farmasi Indonesia. Total market value farmasi dan alat kesehatan di indonesia bertumbuh dari 2016 hingga 2020 dari Rp65,9 triliun menjadi Rp84,59 triliun. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-30T01:40:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-07-30T04:10:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Ilustrasi-produksi-obat-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2389\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2560\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Ilustrasi-produksi-obat-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Ilustrasi-produksi-obat-scaled.jpg\",\"width\":2389,\"height\":2560,\"caption\":\"Ilustrasi produksi obat. FOTO: INDOFARMA\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/\",\"name\":\"Menuju Kemandirian Kesehatan Dalam Negeri - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-07-30T01:40:29+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-30T04:10:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menuju Kemandirian Kesehatan Dalam Negeri\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/fadjar\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menuju Kemandirian Kesehatan Dalam Negeri - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia-Kolom) Indonesia saat pandemi ini, diperhadapkan pada tuntutan kemandirian kesehatan, dimana kapasitas produksi industri farmasi, penyediaan bahan baku di dalam negeri dan distribusi farmasi menjadi kebutuhan utama di dalamnya. Pandemi mengakselerasi pertumbuhan sektor farmasi Indonesia. Total market value farmasi dan alat kesehatan di indonesia bertumbuh dari 2016 hingga 2020 dari Rp65,9 triliun menjadi Rp84,59 triliun. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2021-07-30T01:40:29+00:00","article_modified_time":"2021-07-30T04:10:30+00:00","og_image":[{"width":2389,"height":2560,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Ilustrasi-produksi-obat-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Ilustrasi-produksi-obat-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Ilustrasi-produksi-obat-scaled.jpg","width":2389,"height":2560,"caption":"Ilustrasi produksi obat. FOTO: INDOFARMA"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/","name":"Menuju Kemandirian Kesehatan Dalam Negeri - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/#primaryimage"},"datePublished":"2021-07-30T01:40:29+00:00","dateModified":"2021-07-30T04:10:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/07\/30\/menuju-kemandirian-kesehatan-dalam-negeri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menuju Kemandirian Kesehatan Dalam Negeri"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/fadjar\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279635"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101039"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=279635"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279635\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":279673,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279635\/revisions\/279673"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=279635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=279635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=279635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}