{"id":290357,"date":"2021-10-07T21:07:08","date_gmt":"2021-10-07T14:07:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=290357"},"modified":"2021-10-07T21:11:07","modified_gmt":"2021-10-07T14:11:07","slug":"badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/","title":{"rendered":"Badaruddin, Kades Asal Wonosobo: Mari Berbagi Sebagai Bentuk Syukur"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Vibizmedia \u2013 Berbagi Kebaikan) Saat di awal pandemi sekitar bulan April 2020 sempat viral sebuah video di beberapa media online yang berisikan seorang kepala desa dari Wonosobo, Jawa Tengah,\u00a0 yang menyerahkan tanahnya dengan sukarela tanpa bayaran untuk digunakan menjadi tempat pemakaman jenasah pasien COVID-19.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tindakan yang cukup berani pada waktu itu mengingat pandemi COVID baru dimulai dan masyarakat masih memiliki pengenalan yang terbatas mengenai virus ini. Ketakutan cukup merebak di mana-mana akan resiko tertular virus yang bisa mematikan ini. Kengerian dan kurangnya pengetahuan sering membuat masyarakat melakukan hal-hal yang tidak semestinya, salah satunya adalah menolak dimakamkan jenasah pasien COVID-19 di pemakaman yang seharusnya untuk umum.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi pria muda asal Wonosobo ini yang juga adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Wonosobo, yang bernama Badaruddin, melakukan keputusan yang patut diapresiasi dengan memberikan tanahnya untuk digunakan tempat pemakaman secara gratis bagi korban COVID-19.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat diinterview melalui online mengenai keputusan ini maka ia mengutarakan alasan mengapa memberikan tanahnya seluas sekitar 2500 meter secara gratis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAwal pemikiran saya menyediakan lahan untuk pemakaman COVID itu melihat dari media elektronik, banyak sekali beredar berita penolakan pasien COVID ..\u00a0 saya terketuk hatinya, kasihan.. para pejuang tim medis yang sudah berjuang melibatkan jiwa raganya, dan rela berkorban, tapi sampai ajal menjemput jenasah mereka ditolak oleh warga. Saya sedih dan berinisiatif menyediakan lahan untuk memberikan ketenangan kepada seluruh masyarakat yang pada masa itu sedang mengalami sesak nafas terkonfirmasi COVID ataupun yang mengalami bimbang, resah..,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Tantangan Dari Sekeliling<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan berarti tidak ada tantangan saat memutuskan memberikan tanahnya untuk digunakan sebagai tempat pemakaman gratis pasien COVID-19. Banyak warga yang menganggap tindakannya membahayakan mereka. Awal pandemi memang pengetahuan mengenai virus ini sangat terbatas sehingga banyak yang begitu kuatir dan takut jika berkaitan dengan pasien COVID-19.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya mendapat tekanan, telpon dari banyak pihak\u2026\u00a0 saya dengarkan, saya beri penjelasan via telpon, saya musyawarah, kumpulkan di balai desa .. untuk memberi pemahaman, &#8230;karena masyarakat itu semuanya\u00a0 tidak ada yang siap, baik masyarakat sipil maupun PNS nya tidak ada yang siap mengalami COVID-19 ini, \u201c kenangnya saat itu terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c Saya harapkan adalah diberi wawasan, bahwa pasien COVID yang sudah terkonfirmasi melalui pemulasaran jenazah yang tepat dan benar tidak akan menularkan kepada masyarakat, \u201c demikian ia mengisahkan bagaimana mengatasi tantangan yang datang. Hingga akhirnya seluruh masyarakat mendukung keputusannya karena telah diberikan pemahaman yang lengkap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Memberikan Gaji Untuk Membantu Penanganan COVID-19<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jiwa pemurahnya juga ditunjukkan dengan memberikan gajinya untuk membantu penanganan COVID-19 saat awal pandemi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya musyawarah dengan istri dan istri sangat mendukung dengan memberikan gaji saya untuk penanganan COVID, tidak apa-apa, untuk pemasyarakatan, untuk menenangkan warga, \u201c ujarnya menceritakan pengalamannya memberikan gajinya untuk penanganan COVID.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Mengarahkan Masyarakat Untuk Hidup Berbagi<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Badaruddin juga menceritakan bahwa justru momen pandemi telah menjadi momen baginya untuk mengajak seluruh masyarakat di desanya untuk hidup berbagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami juga membagikan sembako kepada masyarakat yang terdampak PPKM kemarin ini dari dana desa dan juga dana pribadi, iuran bersama, \u201c tuturnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKetika ada warga yang terkonfirmasi COVID, juga dalam pengawasan dan isolasi mandiri, masyarakat sekitar bergandeng tangan, ada yang memberi bantuan beras. Jadi masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID, sekalipun tidak bekerja dan isolasi mandiri, kebutuhan pokok tetap tercukupi, \u201c imbuhnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Masyarakat Jadi Kompak<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Badaruddin lebih jauh menceritakan bagaimana dampak positif terjadi bagi masyarakat desanya saat menghadapi pandemi COVID-19, \u201cDi mana adanya COVID ini, bisa bergandeng bahu, tadinya kurang kompak, hari ini bisa melakukan gotong royong yang kuat,kompak , anak-anak muda, ibu-ibu dan juga orang-orang sepuh,\u00a0 tokoh-tokoh agama\u2026.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan berkembang pada kegiatan-kegiatan positif lainnya, \u201c&#8230;dan juga kegiatan ibu-ibu di rumah di masa pandemi ini kita melakukan kegiatan\u00a0 kemandirian ekonomi seperti membuat olahan makanan, salon dan juga membuat kerajinan, \u201cpungkasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Mari Berbagi Sebagai Bentuk Syukur<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia membagikan apa yang menjadi harapannya, \u201cMari kita senantiasa bergandeng bahu dalam keadaan corona virus \u2026. Marilah kita berinovasi, inovatif dan juga berbakti kepada sesama, dalam arti apa yang kita punya.. ilmu itu kita curahkan.. harta benda bisa dicari, kita bisa berikan kepada sesama..\u00a0 Dan juga apa yang kita miliki itu, sebagai bentuk syukur kita adalah berbagi kepada sesama agar mereka juga merasakan apa yang kita rasakan selama ini.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Jangan Sampai Orang Lain Merasakan Seperti Kami<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Badaruddin mengutarakan bahwa prinsip hidupnya berbagi adalah justru karena pengalaman hidupnya yang dahulu yaitu hidup dalam kesulitan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya itu bukan orang kaya, berbagi ini dan itu, bukan karena saya orang kaya. Betul-betul saya itu orang susah. Ibu saya dulu mantan TKI, buruh di luar negeri juga. Orang tua saya sakit .\u2026\u00a0 terus saya merantau ke luar negeri mengumpulkan uang. Jadi hal-hal ini bagi kami hal-hal biasa, sudah banyak tekanan dalam hidup kami..\u00a0 Maka dari itu kami menyediakan lahan ini karena hati ini jangan sampai\u00a0 orang lain merasakan hal seperti ini&#8230; seperti kami.. Bukan karena kita kaya tapi karena keadaan kita yang tersentuh\u2026,\u201d pungkasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Abdi Negara Adalah Kuli Masyarakat, Harus Memberi Yang Terbaik<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menyadari kedudukannya saat ini adalah sebagai abdi negara sesungguhnya adalah kuli masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDari nol alhamdulilah bisa jadi seperti ini, (saya) bekerja menjadi buruh di masyarakat, abdi negara itu adalah kuli masyarakat. Kita tahu dan kita sadar kita itu adalah kuli dan pelayan masyarakat. Siapapun yang mendapat gaji dari negara atau pemerintah, ibaratnya adalah sepatunya masyarakat.\u00a0 Harus diingat dan sadar, jadi sebisa mungkin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Karena masyarakat adalah boss dan raja kita, kita adalah kulinya, \u201c tegasnya menceritakan prinsip hidupnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia \u2013 Berbagi Kebaikan) Saat di awal pandemi sekitar bulan April 2020 sempat viral sebuah video di beberapa media online yang berisikan seorang kepala desa dari Wonosobo, Jawa Tengah,\u00a0 yang menyerahkan tanahnya dengan sukarela tanpa bayaran untuk digunakan menjadi tempat pemakaman jenasah pasien COVID-19.\u00a0 Tindakan yang cukup berani pada waktu itu mengingat pandemi COVID baru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":290359,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[182],"tags":[],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Badaruddin, Kades Asal Wonosobo: Mari Berbagi Sebagai Bentuk Syukur - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia \u2013 Berbagi Kebaikan) Saat di awal pandemi sekitar bulan April 2020 sempat viral sebuah video di beberapa media online yang berisikan seorang kepala desa dari Wonosobo, Jawa Tengah,\u00a0 yang menyerahkan tanahnya dengan sukarela tanpa bayaran untuk digunakan menjadi tempat pemakaman jenasah pasien COVID-19.\u00a0 Tindakan yang cukup berani pada waktu itu mengingat pandemi COVID baru [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-07T14:07:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-10-07T14:11:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Badarudin.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2160\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1620\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Badarudin.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Badarudin.jpg\",\"width\":2160,\"height\":1620},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/\",\"name\":\"Badaruddin, Kades Asal Wonosobo: Mari Berbagi Sebagai Bentuk Syukur - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-10-07T14:07:08+00:00\",\"dateModified\":\"2021-10-07T14:11:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Badaruddin, Kades Asal Wonosobo: Mari Berbagi Sebagai Bentuk Syukur\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Badaruddin, Kades Asal Wonosobo: Mari Berbagi Sebagai Bentuk Syukur - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia \u2013 Berbagi Kebaikan) Saat di awal pandemi sekitar bulan April 2020 sempat viral sebuah video di beberapa media online yang berisikan seorang kepala desa dari Wonosobo, Jawa Tengah,\u00a0 yang menyerahkan tanahnya dengan sukarela tanpa bayaran untuk digunakan menjadi tempat pemakaman jenasah pasien COVID-19.\u00a0 Tindakan yang cukup berani pada waktu itu mengingat pandemi COVID baru [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2021-10-07T14:07:08+00:00","article_modified_time":"2021-10-07T14:11:07+00:00","og_image":[{"width":2160,"height":1620,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Badarudin.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Badarudin.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Badarudin.jpg","width":2160,"height":1620},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/","name":"Badaruddin, Kades Asal Wonosobo: Mari Berbagi Sebagai Bentuk Syukur - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/#primaryimage"},"datePublished":"2021-10-07T14:07:08+00:00","dateModified":"2021-10-07T14:11:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2021\/10\/07\/badaruddin-kades-asal-wonosobo-mari-berbagi-sebagai-bentuk-syukur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Badaruddin, Kades Asal Wonosobo: Mari Berbagi Sebagai Bentuk Syukur"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290357"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=290357"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":290365,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290357\/revisions\/290365"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/290359"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=290357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=290357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=290357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}