{"id":364325,"date":"2022-07-26T13:46:37","date_gmt":"2022-07-26T06:46:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=364325"},"modified":"2022-07-26T13:46:39","modified_gmt":"2022-07-26T06:46:39","slug":"miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/","title":{"rendered":"Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka Diluruskan"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Nasional) Implementasi Kurikulum Merdeka tahun ajaran 2022\/2023 menuai berbagai persepsi di masyarakat.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Untuk itu Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (Kepala BSKAP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anindito Aditomo menggelar<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>diskusi<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>dengan tema \u201cMeluruskan Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka\u201d,<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>yang dilakukan secara daring, Kamis (21\/7).<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Anindito ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam menjelaskan dan meluruskan<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>miskonsepsi implementasi kurikulum tersebut.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><em>Pertama<\/em>, Kurikulum Merdeka sebagai alat perbaikan di sekolah dan kelas.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">Kedua, bahwa ada penerapan Kurikulum Merdeka yang benar\/salah secara absolut, benar\/salah tidak absolut tetapi kontekstual.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">Anindito menyatakan bahwa kurikulum yang diterapkan sekolah A berbeda dengan sekolah B. Kriteria benar\/salah penerapan Kurikulum Merdeka adalah apakah penerapan menstimulasi tumbuh kembang karakter &amp; kompetensi anak didik. Dalam hal ini yang bisa tahu terjadi atau tidak adalah bapak\/ibu guru yang di kelas.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, hal <em>ketiga<\/em> yang perlu diperhatikan adalah adanya miskonsepsi yang menyatakan harus menunggu pelatihan dari pusat sebelum menerapkan Kurikulum Merdeka.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">Anindito justru menekankan supaya jangan menunggu dari pusat, sebaliknya guru dapat mengambil inisiatif untuk mengembangkan kapasitas secara mandiri. Peran Kemendikbudristek adalah menyediakan sumber daya atau perangkat untuk digunakan sekolah secara mandiri sesuai konteksnya sendiri.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><em>Keempat<\/em> adalah miskonsepsi terkait proses belajar menerapkan Kurikulum Merdeka bisa instan, sekali belajar dan pelatihan langsung bisa dan tuntas. Penting untuk diperhatikan agar terus melakukan penerapan siklus belajar dan direfleksikan.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><em>Kelima,<\/em> adanya miskonsepsi bahwa Kurikulum Merdeka hanya bisa diterapkan di sekolah fasilitas lengkap.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">Anindito menimpali hal ini dengan menjelaskan bahwa<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>justru Kurikulum Merdeka fleksibel sehingga bisa diterjemahkan dan diturunkan serta diterapkan di manapun, dioperasionalkan menjadi kurikulum yang dibutuhkan sekolah-sekolah yang ada di pelosok, bahkan dengan fasilitas minim.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">Ia melanjutkan bahwa prinsip utamanya adalah berorientasi pada murid dengan memprioritaskan tumbuh kembang anak secara utuh, mementingkan pengembangan kompetensi dan karakter murid. Kurikulum Merdeka memudahkan dan mendorong guru untuk berorientasi pada murid, misalnya berfokus pada materi esensial, jadi materi tiap mata pelajaran lebih sedikit sehingga guru tidak perlu terburu-buru dalam mengajar. Guru bisa menggunakan metode yang lebih interaktif, lebih mendalam, dan lebih menyenangkan.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">Sama seperti Anindito, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Suparmin Setto, mengatakan bahwa kata kunci dari penerapan Kurikulum Merdeka adalah memusatkan pembelajaran pada siswa dan berdasarkan pada kebutuhan siswa, tidak bisa disamaratakan, dan harus berbasis pada asesmen diagnosis.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">Suparmin menjelaskan bahwa untuk implementasi Kurikulum Merdeka pada jenjang sekolah dasar, ruhnya sudah dapat dengan berorientasi pada siswa. Siswa jangan berorientasi pada guru, ataupun kepentingan guru. Guru jangan sampai terbelenggu kepada tataran administrasi, tetapi kepada orientasi materi esensial. Ada guru yang mengajar mengatakan bahwa materi sudah habis. Sebetulnya jangan berbicara materi sudah habis, tetapi bagaimana cara guru itu sendiri mengembangkan target untuk siswa berkembang secara holistik.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan yang berbeda Anindito mengatakan bahwa tidak ada pembatalan implementasi Kurikulum Merdeka. Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 044\/H\/KR\/2022 yang ditandatangani 12 Juli 2022 adalah untuk menetapkan lebih dari 140 ribu satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022\/2023.<\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\">\u201cSK tersebut merevisi SK sebelumnya karena terdapat perubahan beberapa satuan pendidikan yang melakukan refleksi dan mengubah level implementasinya, misalnya dari level mandiri belajar ke mandiri berubah atau sebaliknya,\u201d terang Anindito.<\/p>\n<p class=\"p3\" style=\"text-align: justify;\">Kurikulum Merdeka adalah\u00a0kurikulum yang bertujuan untuk mengasah\u00a0minat dan bakat\u00a0anak sejak dini dengan berfokus pada\u00a0materi esensial,\u00a0pengembangan karakter, dan\u00a0kompetensi peserta didik.<\/p>\n<p class=\"p3\" style=\"text-align: justify;\">Kurikulum Merdeka sudah diuji coba di 2.500 sekolah penggerak. Tidak hanya di sekolah penggerak, kurikulum ini juga diluncurkan di sekolah lainnya. Menurut\u00a0<a href=\"https:\/\/kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id\/\" class=\"broken_link\"><span class=\"s1\">data Kemdikbud Ristek<\/span><\/a>, telah ada sebanyak 143.265 sekolah yang sudah menggunakan Kurikulum Merdeka. Jumlah ini akan terus meningkat seiring mulai diberlakukannya Kurikulum Merdeka pada\u00a0tahun ajaran 2022\/2023\u00a0di jenjang\u00a0TK, SD, SMP,\u00a0hingga\u00a0SMA.<\/p>\n<p class=\"p3\" style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Nasional) Implementasi Kurikulum Merdeka tahun ajaran 2022\/2023 menuai berbagai persepsi di masyarakat.\u00a0 Untuk itu Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (Kepala BSKAP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anindito Aditomo menggelar\u00a0 diskusi\u00a0 dengan tema \u201cMeluruskan Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka\u201d,\u00a0 yang dilakukan secara daring, Kamis (21\/7). Menurut Anindito ada lima hal yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":364329,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[1],"tags":[],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"description\" content=\"Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Meluruskan Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka Diluruskan - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Meluruskan Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-26T06:46:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-07-26T06:46:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/miskonsepsi2.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"696\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"468\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/miskonsepsi2.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/miskonsepsi2.jpeg\",\"width\":696,\"height\":468,\"caption\":\"Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (Kepala BSKAP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anindito Aditomo menggelar diskusi dengan tema\\u201cMeluruskan Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka\\u201d, yang dilakukan secara daring, Kamis, 21 Juli 2022 (Foto: Kemdikbudristek)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/\",\"name\":\"Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka Diluruskan - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-07-26T06:46:37+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-26T06:46:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"description\":\"Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Meluruskan Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka Diluruskan\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"description":"Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Meluruskan Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka Diluruskan - Vibizmedia.com","og_description":"Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Meluruskan Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2022-07-26T06:46:37+00:00","article_modified_time":"2022-07-26T06:46:39+00:00","og_image":[{"width":696,"height":468,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/miskonsepsi2.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/miskonsepsi2.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/miskonsepsi2.jpeg","width":696,"height":468,"caption":"Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (Kepala BSKAP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anindito Aditomo menggelar diskusi dengan tema\u201cMeluruskan Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka\u201d, yang dilakukan secara daring, Kamis, 21 Juli 2022 (Foto: Kemdikbudristek)"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/","name":"Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka Diluruskan - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-07-26T06:46:37+00:00","dateModified":"2022-07-26T06:46:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"description":"Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Meluruskan Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2022\/07\/26\/miskonsepsi-implementasi-kurikulum-merdeka-diluruskan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka Diluruskan"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/364325"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=364325"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/364325\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":364330,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/364325\/revisions\/364330"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/364329"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=364325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=364325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=364325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}