{"id":391094,"date":"2024-08-21T17:03:39","date_gmt":"2024-08-21T10:03:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=391094"},"modified":"2024-08-21T17:12:42","modified_gmt":"2024-08-21T10:12:42","slug":"misi-penyelamatan-gajah-di-kenya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/","title":{"rendered":"Misi Penyelamatan Gajah di Kenya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Gaya Hidup &amp; Hiburan) Ketika penjaga pertama kali melihat gajah berusia 1 bulan itu, dia sedang berkeliaran di sekitar wilayah Samburu di Kenya utara. Dia tampak tertekan dan sendirian. Mereka tidak dapat menemukan induknya, namun bangkai gajah, yang dianggap miliknya, terlihat di dekatnya. Setelah tim penyelamat membawa bayi gajah tersebut, yang kemudian diberi nama Kapai, ke Suaka Gajah Reteti, ia menjalin persahabatan dekat dengan anak gajah lainnya, Lemorijo, yang telah dipisahkan dari induknya pada usia 2 bulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiga lagi gajah yatim piatu atau terlantar dibawa ke Reteti dalam dua tahun berikutnya. Mereka membentuk kawanan, dan Kapai menjadi ibu pemimpin mereka yang terpercaya, peran yang tampaknya muncul secara alami karena kasih sayang dan bimbingannya terhadap yang lain. Para penjaga mengembangkan keterikatan khusus padanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kini, setelah enam tahun berlalu, Kapai dan 12 ekor lainnya akhirnya dilepasliarkan kembali ke alam liar pada bulan ini. Reteti, yang didirikan pada tahun 2016, adalah cagar alam pertama yang dimiliki dan dijalankan oleh anggota komunitas Samburu setempat yang menyelamatkan atau membuang dan menelantarkan bayi gajah dan merehabilitasi mereka untuk \u201cdibangun kembali.\u201d Suaka ini dikelola oleh Konservasi Komunitas Namunyak, hutan belantara alami yang mencakup lebih dari 850.000 hektar. \u201cGajah memiliki jejak budaya yang kuat di masyarakat Samburu, sehingga para pemimpin masyarakat menginginkan rumah yang aman bagi anak-anak yatim piatu di sini,\u201d kata Naserian Loronyokie, 28, manajer komunikasi Namunyak.<\/p>\n<figure id=\"attachment_391099\" aria-describedby=\"caption-attachment-391099\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-391099\" src=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya.jpg\" alt=\"Gajah\" width=\"1280\" height=\"850\" srcset=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya.jpg 1280w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya-300x199.jpg 300w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya-1024x680.jpg 1024w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya-768x510.jpg 768w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya-696x462.jpg 696w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya-1068x709.jpg 1068w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya-632x420.jpg 632w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-391099\" class=\"wp-caption-text\">Sumber : Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan Reteti dalam merawat gajah terbukti inovatif. Para pemelihara telah meningkatkan kesehatan hewan secara signifikan dengan beralih dari susu formula bubuk dan meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup di alam liar dengan membiarkan mereka dewasa lebih lama sebelum dilepaskan. \u201cKami adalah ibu dan ayah mereka,\u201d kata\u00a0 Russia Lenanyokie, 28, sang penjaga, seraya menambahkan bahwa \u201ctujuannya adalah membuat mereka kuat dan mandiri sehingga mereka dapat kembali ke rumah aslinya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mendapat susu <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara kebetulan, penjaga di Reteti membuat penemuan besar empat tahun lalu. Ketika perempuan di masyarakat Samburu tidak memiliki cukup susu setelah melahirkan, mereka secara tradisional memberikan susu kambing kepada bayinya. Beberapa penjaga dibesarkan dengan susu kambing, sehingga mereka mencobanya pada Sera, seekor gajah betina yatim piatu. Seiring berjalannya waktu, Sera mulai menjadi lebih sehat. Begitu pula dengan gajah lain yang kemudian diberi susu kambing.<\/p>\n<figure id=\"attachment_391100\" aria-describedby=\"caption-attachment-391100\" style=\"width: 960px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya4.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-391100\" src=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya4.jpg\" alt=\"Gajah\" width=\"960\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya4.jpg 960w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya4-300x240.jpg 300w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya4-768x614.jpg 768w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya4-696x557.jpg 696w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya4-525x420.jpg 525w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-391100\" class=\"wp-caption-text\">Sumber : Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katie Rowe, yang bekerja dengan tim nutrisi, menemukan bahan tambahan nutrisi. Tingkat kelangsungan hidup bayi melonjak dari 50 persen menjadi 98 persen, katanya. \u201cDan tidak hanya itu, semua uang yang tadinya disalurkan ke perusahaan multinasional asing, ratusan ribu dolar, kini disimpan di masyarakat,\u201d kata Rowe. Perempuan Samburu memasok Reteti hingga 500 liter susu kambing sehari. \u201cMereka juga menginginkan yang terbaik untuk gajah, terutama gajah betina, karena dalam budaya Samburu, satwa liar adalah milik betina,\u201d kata penjaga hutan Hedriena Letiwa, 29 tahun. Sekitar 1.250 penduduk telah membuka rekening bank, beberapa di antaranya baru pertama kali, dan kini bisa membayar biaya sekolah anaknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pendekatan yang lebih cerdas <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di masa lalu, membangun kembali gajah bisa menimbulkan trauma, baik untuk dialami maupun diamati. Gajah tersebut akan ditembak dengan anak panah pembius, dimasukkan ke dalam peti dan diangkut selama berjam-jam sebelum dilepaskan ke lingkungan baru yang asing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada pelepasliaran gajah yatim piatu yang dilakukan Reteti sebelumnya, semuanya berusia sekitar 4 tahun, dua ekor dimakan singa, dan satu lagi mati kelaparan. Kali ini, Reteti melakukannya secara berbeda. Pelepasan kembali ditunda sampai gajah-gajah tersebut lebih dewasa, berusia 7 hingga 9 tahun, sehingga lebih besar dan lebih mampu merawat diri mereka sendiri.<\/p>\n<figure id=\"attachment_391101\" aria-describedby=\"caption-attachment-391101\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya3.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-391101 size-full\" src=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya3.jpg\" alt=\"Samburu Kenya, Gajah\" width=\"1280\" height=\"854\" srcset=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya3.jpg 1280w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya3-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya3-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya3-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya3-696x464.jpg 696w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya3-1068x713.jpg 1068w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Gajah-Samburu-Kenya3-630x420.jpg 630w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-391101\" class=\"wp-caption-text\">Sumber : Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program ini melakukan \u201csoft release\u201d di Namunyak Conservancy Kenya, sehingga kawanan Gajah dapat berinteraksi dengan gajah lain terlebih dahulu dan mengenal medan serta tempat mencari air. Kekeringan berkepanjangan akibat perubahan iklim menyebabkan kelangkaan air. Gajah tidak hanya mati kehausan \u2013 beberapa anak gajah menjadi yatim piatu karena alasan ini \u2013 tetapi mereka juga terjatuh ke dalam sumur yang lebih dalam sehingga masyarakat terpaksa menggalinya, sehingga menyebabkan anak gajah terpisah dari induknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para penjaga telah mengembangkan hubungan khusus dengan memberi makan gajah selama bertahun-tahun. \u201cSaat Anda memberi makan seekor hewan, mereka mulai menyukai Anda dan akhirnya merasa nyaman hingga akhirnya mencintai Anda,\u201d kata penjaganya, Naomi Leshongoro. \u201cDan ketika cinta dibalas, itu menjadi indah.\u201d Namun hubungan itu harus berakhir. Gajah secara bertahap disapih dari susu kambingnya dan kontak dengan manusia sangat dibatasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ikatan emosional<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leshongoro termasuk penjaga pertama yang bekerja di Reteti dan merawat Kapai dan Lemorijo. Para pengurus desa, mengetahui bahwa ia dapat menggunakan pekerjaan tersebut untuk membantu keluarganya yang miskin, memilihnya sebagai penjaga ketika masyarakat memutuskan untuk mendirikan Reteti. Gajah-gajah yatim piatu itu menenangkannya, katanya, bahkan di saat-saat terburuknya, seperti ketika dia memikirkan kakaknya yang sudah lama menghilang. \u201cGajah menggantikan begitu banyak hal yang hilang dalam diri saya,\u201d katanya. \u201cMelihat mereka bahagia dan bebas membuat saya merasa lebih baik dan memiliki harapan untuk masa depan saya, bahwa hidup bisa menjadi lebih baik.\u201d<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/09\/21\/15-fakta-tentang-gajah-hewan-dengan-rasa-empati\/\">Sumber : 15 FAKTA TENTANG GAJAH \u2013 HEWAN DENGAN RASA EMPATI<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa hari sebelum pelepasliaran, Leshongoro dan Dorothy Lowakutuk bernyanyi bersama kawanan dan menepuk punggung mereka, menikmati momen-momen terakhir. Para penjaga mengkhawatirkan mereka, namun mereka ingin gajah-gajah kembali ke alam liar dimana mereka seharusnya berada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya menyukai semuanya. Saya mungkin punya favorit; orang tua tahu siapa yang paling mereka sayangi, tapi mereka tidak mengatakannya,\u201d kata Lowakutuk. \u201cMereka menjadi bagian dari diri Anda ketika Anda tidur di samping mereka, menenangkan mereka hingga tertidur dan membesarkan mereka. Rasanya seperti melepaskan anak-anakmu.\u201d Di hari terakhir, Leshongoro menggendong Kapai sambil memijat kulit tebalnya. Kapai bergemuruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sebuah akhir dan sebuah awal<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapai dan belasan orang lainnya dalam kawanannya akhirnya dibebaskan pada tanggal 21 Juni. Wanita Samburu datang untuk menghadiri upacara tersebut dengan mengenakan pakaian tradisional, beberapa dengan motif gajah dan perhiasan manik-manik di leher mereka. Mereka bernyanyi untuk menandai momen tersebut. Seorang tetua desa memanjatkan doa memohon perlindungan terhadap gajah-gajah tersebut saat mereka meninggalkan kandangnya. Para anggota komunitas, dengan tangan terlipat, serentak meneriakkan, \u201cNkai, Nkai, Nkai,\u201d memohon kepada Tuhan untuk menjawab doa mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kawanan tersebut melintasi banyak wilayah pada hari-hari berikutnya, berjalan sekitar 60 mil pada dua hari pertama. Mereka tersebut mencapai hutan luas dengan banyak air dan makanan dan berkumpul dengan kawanan liar lainnya. Penjaga hutan dan penjaga\u00a0 memantau dengan cermat kemajuan mereka. Pada awal bulan Juli, kawanan Kapai telah pindah ke pegunungan, jauh dari manusia. Makanan dan air berlimpah. Itu adalah cara sempurna untuk memulai hidup baru mereka. Namun perpisahan itu terasa pahit. Ketika tiba waktunya untuk meninggalkan perawatan Reteti, Lemorijo dan sebagian besar gajah lainnya sudah keluar dari kandang tanpa menoleh ke belakang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_391098\" aria-describedby=\"caption-attachment-391098\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya1.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-391098 size-full\" src=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya1.jpg\" alt=\"Samburu Kenya\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya1.jpg 1024w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya1-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya1-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya1-696x464.jpg 696w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya1-630x420.jpg 630w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-391098\" class=\"wp-caption-text\">Sumber : Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapai adalah yang terakhir berangkat. Dia bertahan selama hampir satu menit, sementara penjaga di sekitarnya menangis. Para penjaga telah mencoba mendorongnya keluar untuk bergabung dengan yang lain, tapi dia tetap diam. Dia mengulurkan belalainya ke penjaga dan mengeluarkan suara bergemuruh. Leshongoro dan Lowakutuk melambai, matanya sembab. \u201cSaya akan merindukan mereka. Mereka akan baik-baik saja. Saya tahu mereka akan melakukannya,\u201d kata Leshongoro sambil menyeka air mata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Gaya Hidup &amp; Hiburan) Ketika penjaga pertama kali melihat gajah berusia 1 bulan itu, dia sedang berkeliaran di sekitar wilayah Samburu di Kenya utara. Dia tampak tertekan dan sendirian. Mereka tidak dapat menemukan induknya, namun bangkai gajah, yang dianggap miliknya, terlihat di dekatnya. Setelah tim penyelamat membawa bayi gajah tersebut, yang kemudian diberi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101039,"featured_media":391097,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[188,192,182],"tags":[31710,30339],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"description\" content=\"Ketika tiba waktunya untuk meninggalkan perawatan, dan sebagian besar gajah lainnya sudah keluar dari kandang tanpa menoleh ke belakang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Misi Penyelamatan Gajah di Kenya - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika tiba waktunya untuk meninggalkan perawatan, dan sebagian besar gajah lainnya sudah keluar dari kandang tanpa menoleh ke belakang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-21T10:03:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-21T10:12:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya2.jpg\",\"width\":1024,\"height\":683,\"caption\":\"Sumber : Unsplash\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/\",\"name\":\"Misi Penyelamatan Gajah di Kenya - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-08-21T10:03:39+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-21T10:12:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628\"},\"description\":\"Ketika tiba waktunya untuk meninggalkan perawatan, dan sebagian besar gajah lainnya sudah keluar dari kandang tanpa menoleh ke belakang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Misi Penyelamatan Gajah di Kenya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/fadjar\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"description":"Ketika tiba waktunya untuk meninggalkan perawatan, dan sebagian besar gajah lainnya sudah keluar dari kandang tanpa menoleh ke belakang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Misi Penyelamatan Gajah di Kenya - Vibizmedia.com","og_description":"Ketika tiba waktunya untuk meninggalkan perawatan, dan sebagian besar gajah lainnya sudah keluar dari kandang tanpa menoleh ke belakang","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2024-08-21T10:03:39+00:00","article_modified_time":"2024-08-21T10:12:42+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya2.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Samburu-Kenya2.jpg","width":1024,"height":683,"caption":"Sumber : Unsplash"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/","name":"Misi Penyelamatan Gajah di Kenya - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/#primaryimage"},"datePublished":"2024-08-21T10:03:39+00:00","dateModified":"2024-08-21T10:12:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628"},"description":"Ketika tiba waktunya untuk meninggalkan perawatan, dan sebagian besar gajah lainnya sudah keluar dari kandang tanpa menoleh ke belakang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2024\/08\/21\/misi-penyelamatan-gajah-di-kenya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Misi Penyelamatan Gajah di Kenya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/fadjar\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391094"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101039"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=391094"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":391106,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391094\/revisions\/391106"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/391097"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=391094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=391094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=391094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}