{"id":399276,"date":"2025-05-09T18:06:39","date_gmt":"2025-05-09T11:06:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=399276"},"modified":"2025-05-09T18:06:39","modified_gmt":"2025-05-09T11:06:39","slug":"jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/","title":{"rendered":"Jubir Kemenperin: Instrumen Hambatan Dagang Indonesia Masih Minim Dibanding Negara Maju"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah hambatan non-tarif (Non-Tariff Barrier\/NTB) dan instrumen non-tarif (Non-Tariff Measure\/NTM) paling sedikit di dunia. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan daya saing industri dalam negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal, NTB dan NTM merupakan instrumen penting yang umum digunakan negara-negara maju untuk melindungi sektor industrinya dari serbuan produk impor. Sayangnya, penerapan kebijakan semacam ini di Indonesia masih terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIndonesia saat ini hanya memiliki sekitar 370 NTB dan NTM yang aktif. Bandingkan dengan Tiongkok yang memiliki lebih dari 2.800 kebijakan, India lebih dari 2.500, Uni Eropa sekitar 2.300, bahkan Malaysia dan Thailand pun masing-masing di atas 1.000,\u201d ungkap Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arief, Kamis (8\/5).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai minimnya instrumen proteksi ini membuat produk lokal sulit bersaing, baik di pasar domestik maupun internasional. \u201cProduk asing mudah masuk ke pasar kita, sementara produk kita menghadapi banyak kendala saat masuk ke pasar mereka. Ini termasuk persyaratan standar, hasil pengujian, hingga rekomendasi yang wajib dipenuhi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemenperin kini tengah mendorong penguatan kebijakan perlindungan industri nasional yang tetap sejalan dengan ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). \u201cPenggunaan NTB dan NTM harus optimal agar industri kita dapat berkembang dan bersaing secara adil,\u201d lanjut Febri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa sektor strategis yang menjadi perhatian untuk perlindungan melalui NTB dan NTM antara lain industri tekstil, kimia, baja, elektronik, dan otomotif. Tujuannya, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar, tetapi mampu memperkuat struktur industri dalam negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Febri juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar kementerian, lembaga, dan pelaku industri untuk memperjuangkan kepentingan nasional dalam menghadapi tantangan global. \u201cMelindungi industri berarti juga melindungi tenaga kerja nasional,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tanggapan atas Pemeringkatan Tholos Foundation<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait laporan Tholos Foundation yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-122 dalam <em>International Trade Barriers Index 2025<\/em>, Febri menyatakan keberatan atas transparansi metode dan data yang digunakan lembaga tersebut. \u201cMereka tidak terbuka soal metodologi dan sumber datanya. Ini mirip lembaga survei abal-abal yang muncul menjelang pemilu,\u201d kritiknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, jika merujuk pada data WTO, Indonesia memang termasuk negara dengan jumlah hambatan non-tarif paling sedikit, bahkan jauh di bawah negara-negara maju dan tetangga ASEAN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, ada pihak-pihak yang tidak ingin Indonesia maju secara ekonomi. Padahal, Indonesia memiliki potensi besar, mulai dari sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, hingga bonus demografi yang bisa menjadi kekuatan industri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPotensi ini harus dimanfaatkan maksimal demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dukungan Presiden Prabowo untuk Kemandirian Industri<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi Indonesia. Dalam acara halal bihalal bersama purnawirawan TNI-Polri (6\/5), ia menegaskan bahwa kekayaan alam seperti nikel, bauksit, dan kelapa sawit menjadi kekuatan sekaligus tantangan bagi Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIndonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, menjadi tuan rumah di negeri sendiri,\u201d ungkap Presiden. Pernyataan ini turut diamini Kemenperin sebagai wujud semangat membangun industri nasional yang mandiri dan berdaya saing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu bentuk konkret dukungan pemerintah terhadap industri nasional adalah penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 sebagai perubahan atas Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah menandatangani dan menerbitkan Perpres ini. Regulasi ini menjadi angin segar bagi pelaku industri, terutama yang produknya diserap pemerintah dan BUMN\/BUMD,\u201d pungkas Febri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah hambatan non-tarif (Non-Tariff Barrier\/NTB) dan instrumen non-tarif (Non-Tariff Measure\/NTM) paling sedikit di dunia. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Padahal, NTB dan NTM merupakan instrumen penting yang umum digunakan negara-negara maju untuk melindungi sektor industrinya dari serbuan produk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":399277,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[1],"tags":[32713],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jubir Kemenperin: Instrumen Hambatan Dagang Indonesia Masih Minim Dibanding Negara Maju - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah hambatan non-tarif (Non-Tariff Barrier\/NTB) dan instrumen non-tarif (Non-Tariff Measure\/NTM) paling sedikit di dunia. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Padahal, NTB dan NTM merupakan instrumen penting yang umum digunakan negara-negara maju untuk melindungi sektor industrinya dari serbuan produk [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-09T11:06:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/jubirkemenperin-2-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"538\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/jubirkemenperin-2-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/jubirkemenperin-2-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":538},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/\",\"name\":\"Jubir Kemenperin: Instrumen Hambatan Dagang Indonesia Masih Minim Dibanding Negara Maju - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-05-09T11:06:39+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-09T11:06:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jubir Kemenperin: Instrumen Hambatan Dagang Indonesia Masih Minim Dibanding Negara Maju\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jubir Kemenperin: Instrumen Hambatan Dagang Indonesia Masih Minim Dibanding Negara Maju - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah hambatan non-tarif (Non-Tariff Barrier\/NTB) dan instrumen non-tarif (Non-Tariff Measure\/NTM) paling sedikit di dunia. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Padahal, NTB dan NTM merupakan instrumen penting yang umum digunakan negara-negara maju untuk melindungi sektor industrinya dari serbuan produk [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2025-05-09T11:06:39+00:00","og_image":[{"width":800,"height":538,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/jubirkemenperin-2-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/jubirkemenperin-2-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/jubirkemenperin-2-1.jpg","width":800,"height":538},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/","name":"Jubir Kemenperin: Instrumen Hambatan Dagang Indonesia Masih Minim Dibanding Negara Maju - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/#primaryimage"},"datePublished":"2025-05-09T11:06:39+00:00","dateModified":"2025-05-09T11:06:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/05\/09\/jubir-kemenperin-instrumen-hambatan-dagang-indonesia-masih-minim-dibanding-negara-maju\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jubir Kemenperin: Instrumen Hambatan Dagang Indonesia Masih Minim Dibanding Negara Maju"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399276"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=399276"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399276\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":399278,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399276\/revisions\/399278"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/399277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=399276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=399276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=399276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}