{"id":403312,"date":"2025-09-10T16:46:19","date_gmt":"2025-09-10T09:46:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=403312"},"modified":"2025-09-10T16:46:19","modified_gmt":"2025-09-10T09:46:19","slug":"kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/","title":{"rendered":"Kemenperin Lakukan Evaluasi dan Reformasi Kebijakan TKDN"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Nasional) Pernyataan sikap \u201cTujuh Desakan Darurat Ekonomi\u201d yang disampaikan Aliansi Ekonomi IIndonesia pada hari Selasa 10 September 2025 disikapi dengan positif oleh pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aliansi Ekonom Indonesia yang terdiri dari 400 ekonom melansir desakan terhadap penyelenggara negara. Pernyataan tersebut berisi desakan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan pelonggaran kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada sektor yang belum memiliki pemasok lokal berkualitas dan pembinaan pada industri lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebijakan TKDN yang kaku berdampak terhadap kenaikan biaya produksi dan belum menghasilkan produk berkualitas sehingga menghilangkan daya saing produk Indonesia dipasar global. Hal ini juga memunculkan celah korupsi dalam proses perizinan dan pengadaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aliansi ini juga menyampaikan dampak buruk penerapan kebijakan TKDN terhadap iklim investasi, harga produk ditingkat konsumen, daya saing industri, alokasi sumberdaya, potensi pelanggaran aturan WTO, perdagangan internasional Indonesia, dan akses Indonesia pada pasar global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Merujuk penelitian ERIA (2023) dan CSIS (2023), menggambarkan dampak peneranan TKDN yang memperburuk iklim investasi, menurunkan produktivitas industri, membebani konsumen dengan harga lebih mahal, menurunkan daya saing industri, memicu distrorsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi desakan 400 ekonom yang tergabung dalam Aliansi Ekonom Indonesia ini, Kemenperin menyampaikan bahwa telah melakukan apa yang telah menjadi tuntutan para ekonom tersebut melalui reformasi kebijakan TKDN. Reformasi TKDN terutama ditujukan pada tata cara perhitungan skor TKDN yang lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat dan tentu saja tidak kaku sebagaimana yang dituntut oleh aliansi ekonom.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMenteri Perindustrian, Bapak Agus Gumiwang Kartasmita dan jajaran di Kemenperin sudah mengevaluasi dan mereformasi kebijakan TKDN. Evaluasi dan reformasi didasarkan pada suara publik, industri, investor, ekonom dan semua yang terlibat dalam ekosistem industri terutama industri yang memproduksi produk ber TKDN. Hasilnya, adanya Rpermenperin Tata Cara Perhitungan TKDN yang sangat memperhatikan kebutuhan dan kepentingan industri lokal terutama industri kecil dan menengah dalam memperoleh sertifikat TKDN sehingga bisa meningkatkan daya saing perusahaan industri dan produknya, menyerap tenaga kerja lebih besar, mendatangkan investasi dari dalam dan luar negeri dan yang paling penting memperkuat ekosistem dan rantai pasok industri dalam negeri,\u201d ujar Febri di Jakarta, Rabu (10\/9).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemenperin menyatakan bahwa reformasi TKDN dilakukan dengan penekanan pada prinsip murah, mudah, cepat, dan berbasis insentif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJika dahulu proses sertifikasi bisa memakan waktu lebih dari 20 hari kerja dengan biaya relatif tinggi, kini lewat skema baru, sertifikasi bisa selesai hanya dalam 10 hari kerja. Untuk industri kecil, bahkan cukup tiga hari melalui mekanisme selfdeclare,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reformasi ini juga menghadirkan insentif tambahan, seperti nilai TKDN minimal 25% bagi perusahaan yang berinvestasi dan menyerap tenaga kerja lokal, hingga tambahan 20% bagi yang melakukan riset dan pengembangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui reformasi TKDN, Kemenperin justru memberi perhatian khusus bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Pelaku IKM kini mendapat kemudahan dalam pengajuan sertifikasi TKDN, termasuk dengan skema selfdeclare yang berlaku selama lima tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan metode selfdeclare, IKM bisa lebih cepat memperoleh sertifikat TKDN dengan biaya yang sangat ringan, bahkan dapat mencapai nilai TKDN lebih dari 40% tanpa kerumitan administrasi seperti sebelumnya. Ini adalah bentuk afirmasi agar IKM bisa sejajar dengan industri menengah dan besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, informasi nilai TKDN juga kini lebih transparan karena dapat diakses melalui label dan kemasan produk. Langkah ini mempermudah konsumen maupun lembaga pemerintah dalam memastikan produk IKM berdaya saing dan memenuhi syarat pengadaan barang dan jasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemenperin akan terus mensosialisasikan manfaat TKDN, terutama kepada industri kecil dan menengah agar semakin banyak produk lokal yang berdaya saing dan mampu mengisi kebutuhan pasar domestik maupun global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Nasional) Pernyataan sikap \u201cTujuh Desakan Darurat Ekonomi\u201d yang disampaikan Aliansi Ekonomi IIndonesia pada hari Selasa 10 September 2025 disikapi dengan positif oleh pemerintah. Aliansi Ekonom Indonesia yang terdiri dari 400 ekonom melansir desakan terhadap penyelenggara negara. Pernyataan tersebut berisi desakan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan pelonggaran kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101011,"featured_media":403316,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[188,192,13975],"tags":[1231,6237],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"description\" content=\"Aliansi Ekonom Indonesia yang terdiri dari 400 ekonom melansir desakan terhadap penyelenggara negara agar lakukan evaluasi TKDN pada sektor yang belum memiliki pemasok lokal berkualitas dan pembinaan pada industri lokal\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kemenperin Lakukan Evaluasi dan Reformasi Kebijakan TKDN - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Aliansi Ekonom Indonesia yang terdiri dari 400 ekonom melansir desakan terhadap penyelenggara negara agar lakukan evaluasi TKDN pada sektor yang belum memiliki pemasok lokal berkualitas dan pembinaan pada industri lokal\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-10T09:46:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Jubir.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1075\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"870\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Emy Trimahanani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Jubir.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Jubir.jpg\",\"width\":1075,\"height\":870,\"caption\":\"Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief. (IFoto: Kemenperin)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/\",\"name\":\"Kemenperin Lakukan Evaluasi dan Reformasi Kebijakan TKDN - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-09-10T09:46:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-10T09:46:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/ebf03fdc3156ab30a85bc15aa0a87e98\"},\"description\":\"Aliansi Ekonom Indonesia yang terdiri dari 400 ekonom melansir desakan terhadap penyelenggara negara agar lakukan evaluasi TKDN pada sektor yang belum memiliki pemasok lokal berkualitas dan pembinaan pada industri lokal\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kemenperin Lakukan Evaluasi dan Reformasi Kebijakan TKDN\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/ebf03fdc3156ab30a85bc15aa0a87e98\",\"name\":\"Emy Trimahanani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fd0c964969449dd26045a81e10918cc4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fd0c964969449dd26045a81e10918cc4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Emy Trimahanani\"},\"description\":\"Editor in Chief of Vibizmedia.com and Head of Vibiz Learning Center\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/emy-trimahanani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"description":"Aliansi Ekonom Indonesia yang terdiri dari 400 ekonom melansir desakan terhadap penyelenggara negara agar lakukan evaluasi TKDN pada sektor yang belum memiliki pemasok lokal berkualitas dan pembinaan pada industri lokal","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kemenperin Lakukan Evaluasi dan Reformasi Kebijakan TKDN - Vibizmedia.com","og_description":"Aliansi Ekonom Indonesia yang terdiri dari 400 ekonom melansir desakan terhadap penyelenggara negara agar lakukan evaluasi TKDN pada sektor yang belum memiliki pemasok lokal berkualitas dan pembinaan pada industri lokal","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2025-09-10T09:46:19+00:00","og_image":[{"width":1075,"height":870,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Jubir.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Emy Trimahanani","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Jubir.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Jubir.jpg","width":1075,"height":870,"caption":"Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief. (IFoto: Kemenperin)"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/","name":"Kemenperin Lakukan Evaluasi dan Reformasi Kebijakan TKDN - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/#primaryimage"},"datePublished":"2025-09-10T09:46:19+00:00","dateModified":"2025-09-10T09:46:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/ebf03fdc3156ab30a85bc15aa0a87e98"},"description":"Aliansi Ekonom Indonesia yang terdiri dari 400 ekonom melansir desakan terhadap penyelenggara negara agar lakukan evaluasi TKDN pada sektor yang belum memiliki pemasok lokal berkualitas dan pembinaan pada industri lokal","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/09\/10\/kemenperin-lakukan-evaluasi-dan-reformasi-kebijakan-tkdn\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kemenperin Lakukan Evaluasi dan Reformasi Kebijakan TKDN"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/ebf03fdc3156ab30a85bc15aa0a87e98","name":"Emy Trimahanani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fd0c964969449dd26045a81e10918cc4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fd0c964969449dd26045a81e10918cc4?s=96&d=mm&r=g","caption":"Emy Trimahanani"},"description":"Editor in Chief of Vibizmedia.com and Head of Vibiz Learning Center","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/emy-trimahanani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403312"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101011"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=403312"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403312\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":403317,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403312\/revisions\/403317"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/403316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=403312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=403312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=403312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}