{"id":410329,"date":"2026-04-08T15:04:08","date_gmt":"2026-04-08T08:04:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=410329"},"modified":"2026-04-08T15:04:08","modified_gmt":"2026-04-08T08:04:08","slug":"kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/","title":{"rendered":"Kemenkes Ingatkan Bahaya TB Ekstra Paru dan Pentingnya Deteksi Dini"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Tuberkulosis (TB) tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengenai berbagai organ lain seperti tulang, kelenjar, usus, kulit, ginjal, hingga tiroid. Melalui podcast Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pakar paru menekankan pentingnya masyarakat mengenali gejala TB ekstra paru agar penanganan bisa dilakukan lebih dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dokter spesialis paru, Prof. Erlina Burhan, menjelaskan bahwa sekitar 85 persen kasus TB terjadi di paru-paru, sedangkan 15\u201320 persen sisanya merupakan TB ekstra paru. \u201cTB tidak hanya ada di paru. Bisa menyerang tulang, otot, usus, ginjal, jantung, kulit, dan kelenjar. Inilah yang disebut TB ekstra paru,\u201d ujarnya dalam KemenCast di Jakarta, Selasa (7\/4\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, kuman TB yang sangat kecil dapat masuk ke tubuh melalui udara dan menginfeksi paru-paru. Dalam kondisi tertentu, kuman tersebut bisa menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik ke organ lain. \u201cKarena ukurannya sangat kecil, kuman dapat menembus aliran darah dan akhirnya menyerang organ di luar paru,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Gejala Beragam Tergantung Organ<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gejala TB ekstra paru berbeda-beda, tergantung organ yang terinfeksi. Pada TB tulang, misalnya, penderita biasanya merasakan nyeri di punggung atau tulang belakang. Sementara TB kelenjar umumnya ditandai dengan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada TB tiroid, benjolan muncul di bagian depan leher dan bisa menyebabkan rasa mengganjal, kesulitan menelan, hingga suara serak. Meski demikian, ada gejala umum yang sering muncul, seperti demam hilang timbul, penurunan nafsu makan, berat badan turun drastis, mudah lelah, dan berkeringat di malam hari. \u201cSering kali gejala ini dianggap biasa, sehingga pasien terlambat berobat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kisah Penyintas: Berat Badan Turun Drastis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam podcast tersebut, seorang penyintas TB tiroid sekaligus TB paru resisten obat bernama Desi membagikan pengalamannya. Ia mulai curiga saat berat badannya turun drastis setelah melahirkan. \u201cBerat badan saya dari 65 kilogram turun menjadi 32 kilogram dalam waktu sekitar sebulan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ia juga mengalami benjolan di leher yang semakin membesar. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, ia didiagnosis TB resisten obat dan harus menjalani pengobatan selama 24 bulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama terapi, Desi mengonsumsi hingga 18 tablet per hari serta menjalani suntikan rutin. \u201cAwalnya saya syok, apalagi baru melahirkan dan harus berpisah sementara dari bayi selama enam bulan,\u201d katanya. Ia menegaskan bahwa dukungan keluarga menjadi kunci keberhasilannya menyelesaikan pengobatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penularan dan Pengobatan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prof. Erlina menegaskan bahwa TB paru merupakan jenis yang menular karena kuman menyebar melalui percikan batuk. Sementara itu, TB ekstra paru pada umumnya tidak menular, kecuali dalam kasus tertentu yang sangat jarang. \u201cTB otak, tulang, usus, atau kelenjar umumnya tidak menular. Yang menular adalah TB paru,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat batuk guna mencegah penularan, apa pun penyebabnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kabar baiknya, pengobatan TB resisten obat kini lebih sederhana dibandingkan sebelumnya. Jika dulu pasien harus mengonsumsi hingga 18 tablet per hari disertai suntikan, kini tersedia regimen baru yang hanya memerlukan 5\u20137 tablet per hari selama enam bulan. \u201cPengobatan sekarang lebih sederhana, seluruhnya oral dan durasinya lebih singkat,\u201d ujar Prof. Erlina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengingatkan agar pasien tidak menghentikan pengobatan sebelum waktunya. \u201cJika obat dihentikan terlalu cepat, kuman yang belum mati bisa menjadi lebih kuat dan resisten,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di akhir perbincangan, ia mengajak masyarakat untuk tidak memberi stigma kepada pasien TB. Dukungan dari keluarga dan lingkungan dinilai sangat penting agar pasien dapat menjalani pengobatan hingga tuntas. \u201cPasien TB tidak boleh dikucilkan, tetapi harus didukung agar sembuh,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Tuberkulosis (TB) tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengenai berbagai organ lain seperti tulang, kelenjar, usus, kulit, ginjal, hingga tiroid. Melalui podcast Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pakar paru menekankan pentingnya masyarakat mengenali gejala TB ekstra paru agar penanganan bisa dilakukan lebih dini. Dokter spesialis paru, Prof. Erlina Burhan, menjelaskan bahwa sekitar 85 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":410330,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[1],"tags":[34109],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kemenkes Ingatkan Bahaya TB Ekstra Paru dan Pentingnya Deteksi Dini - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Tuberkulosis (TB) tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengenai berbagai organ lain seperti tulang, kelenjar, usus, kulit, ginjal, hingga tiroid. Melalui podcast Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pakar paru menekankan pentingnya masyarakat mengenali gejala TB ekstra paru agar penanganan bisa dilakukan lebih dini. Dokter spesialis paru, Prof. Erlina Burhan, menjelaskan bahwa sekitar 85 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-08T08:04:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/screenshot-1775568584236-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"786\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"459\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/screenshot-1775568584236-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/screenshot-1775568584236-1.png\",\"width\":786,\"height\":459},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/\",\"name\":\"Kemenkes Ingatkan Bahaya TB Ekstra Paru dan Pentingnya Deteksi Dini - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-04-08T08:04:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-08T08:04:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kemenkes Ingatkan Bahaya TB Ekstra Paru dan Pentingnya Deteksi Dini\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kemenkes Ingatkan Bahaya TB Ekstra Paru dan Pentingnya Deteksi Dini - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Tuberkulosis (TB) tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengenai berbagai organ lain seperti tulang, kelenjar, usus, kulit, ginjal, hingga tiroid. Melalui podcast Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pakar paru menekankan pentingnya masyarakat mengenali gejala TB ekstra paru agar penanganan bisa dilakukan lebih dini. Dokter spesialis paru, Prof. Erlina Burhan, menjelaskan bahwa sekitar 85 [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2026-04-08T08:04:08+00:00","og_image":[{"width":786,"height":459,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/screenshot-1775568584236-1.png","type":"image\/png"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/screenshot-1775568584236-1.png","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/screenshot-1775568584236-1.png","width":786,"height":459},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/","name":"Kemenkes Ingatkan Bahaya TB Ekstra Paru dan Pentingnya Deteksi Dini - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-04-08T08:04:08+00:00","dateModified":"2026-04-08T08:04:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/kemenkes-ingatkan-bahaya-tb-ekstra-paru-dan-pentingnya-deteksi-dini\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kemenkes Ingatkan Bahaya TB Ekstra Paru dan Pentingnya Deteksi Dini"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410329"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=410329"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":410331,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410329\/revisions\/410331"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/410330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=410329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=410329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=410329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}