{"id":412055,"date":"2026-05-18T18:24:27","date_gmt":"2026-05-18T11:24:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=412055"},"modified":"2026-05-18T18:24:27","modified_gmt":"2026-05-18T11:24:27","slug":"inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/","title":{"rendered":"Inovasi Warga Sleman: Air Hujan Diolah Jadi Air Minum dan Antiseptik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; DIY) Komunitas dan Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berlokasi di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengembangkan teknologi elektrolisis untuk mengolah air hujan menjadi air layak konsumsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendiri Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih atau yang akrab disapa Bu Ning (58), menjelaskan bahwa air hujan yang ditampung terlebih dahulu melewati beberapa tahapan penyaringan sebelum diproses lebih lanjut menggunakan teknologi elektrolisis. Dalam proses tersebut, molekul air diuraikan menjadi dua jenis, yakni air basa dan air asam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Air basa, yang kaya akan hidrogen, dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Air ini dikenal memiliki sifat antioksidan karena ukuran klaster molekulnya lebih kecil sehingga lebih mudah diserap tubuh. Menurut Bu Ning, air basa berperan dalam membantu membersihkan sel, menyalurkan nutrisi ke jaringan tubuh, serta menjaga kelembapan sel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, air asam yang mengandung oksigen digunakan sebagai antiseptik alami. Air ini biasanya dimanfaatkan untuk perawatan luka atau berkumur saat mengalami gangguan seperti sakit gigi dan sariawan. Meski demikian, Bu Ning mengingatkan bahwa konsumsi air asam harus dibatasi karena bersifat oksidatif, dan hanya dianjurkan dalam kondisi tertentu dengan jumlah maksimal 100 mililiter per hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memastikan kualitasnya, air hujan ditampung menggunakan toren dan melalui tiga tahap penyaringan. Tahap pertama berfungsi menyaring kotoran serta hewan kecil, tahap kedua memisahkan air hujan awal, dan tahap ketiga dilakukan sebelum air masuk ke dalam tandon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain untuk kebutuhan sehari-hari, air hasil elektrolisis ini juga dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya pemulihan kesehatan. Namun, Komunitas Banyu Bening menegaskan bahwa mereka tidak berperan sebagai layanan medis. Komunitas ini terbuka selama 24 jam dan menyediakan air bersih serta layak minum secara gratis bagi warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Kamaludin (60), mengungkapkan bahwa banyak warga datang dengan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari pemulihan pasca sakit hingga gangguan tertentu. Ia menegaskan bahwa komunitas hanya berperan dalam mendampingi pola hidup sehat melalui pemanfaatan air hujan serta edukasi lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu warga Sleman, Fajar (40), mengaku rutin mengonsumsi air basa dari Banyu Bening saat mengalami batu ginjal selama beberapa bulan. Kini, ia merasakan kondisinya membaik dan tidak lagi merasakan keluhan sebelumnya. Ia bahkan rutin mengisi ulang dua galon air untuk kebutuhan konsumsi selama dua hingga tiga minggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari berbagai pengalaman tersebut, Sri Wahyuningsih berharap masyarakat semakin memahami bahwa air hujan dapat menjadi solusi ketahanan air sekaligus mengurangi ketergantungan pada air tanah. Menurutnya, penampungan air hujan dapat menjadi cadangan penting, terutama saat musim kemarau atau ketika terjadi keterbatasan air bersih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komunitas Banyu Bening sendiri bermula dari inisiatif keluarga yang dipelopori Bu Ning, yang memiliki latar belakang sebagai pedagang pasar tradisional. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan komunitas ini pada tahun 2012, yang kemudian berkembang menjadi ruang edukasi sekaligus gerakan sosial di bidang konservasi air hujan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 9 September 2019, Sekolah Air Hujan Banyu Bening resmi didirikan sebagai sarana pendidikan nonformal bagi masyarakat yang ingin mempelajari pengelolaan air hujan dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Istilah \u201csekolah\u201d dipilih untuk menarik minat masyarakat agar datang dan belajar secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya mengajarkan teknik pengelolaan air, Sekolah Air Hujan Banyu Bening juga menanamkan pendidikan karakter melalui Sanggar Banyu Bening untuk anak-anak. Di sana, anak-anak dikenalkan pada nilai-nilai budaya Jawa seperti unggah-ungguh dan tradisi sungkem, serta kebiasaan ramah lingkungan seperti membawa tumbler dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; DIY) Komunitas dan Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berlokasi di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengembangkan teknologi elektrolisis untuk mengolah air hujan menjadi air layak konsumsi. Pendiri Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih atau yang akrab disapa Bu Ning (58), menjelaskan bahwa air hujan yang ditampung terlebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":412066,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[1],"tags":[34310],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Inovasi Warga Sleman: Air Hujan Diolah Jadi Air Minum dan Antiseptik - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; DIY) Komunitas dan Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berlokasi di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengembangkan teknologi elektrolisis untuk mengolah air hujan menjadi air layak konsumsi. Pendiri Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih atau yang akrab disapa Bu Ning (58), menjelaskan bahwa air hujan yang ditampung terlebih [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-18T11:24:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260516-WA0007-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"534\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260516-WA0007-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260516-WA0007-1.jpeg\",\"width\":800,\"height\":534,\"caption\":\"Seorang anak meminum air di Depo Komunitas dan Sekolah Air Hujan Banyu Bening di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) (Foto: Info publik)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/\",\"name\":\"Inovasi Warga Sleman: Air Hujan Diolah Jadi Air Minum dan Antiseptik - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-05-18T11:24:27+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-18T11:24:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Inovasi Warga Sleman: Air Hujan Diolah Jadi Air Minum dan Antiseptik\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Inovasi Warga Sleman: Air Hujan Diolah Jadi Air Minum dan Antiseptik - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; DIY) Komunitas dan Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berlokasi di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengembangkan teknologi elektrolisis untuk mengolah air hujan menjadi air layak konsumsi. Pendiri Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih atau yang akrab disapa Bu Ning (58), menjelaskan bahwa air hujan yang ditampung terlebih [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2026-05-18T11:24:27+00:00","og_image":[{"width":800,"height":534,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260516-WA0007-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260516-WA0007-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260516-WA0007-1.jpeg","width":800,"height":534,"caption":"Seorang anak meminum air di Depo Komunitas dan Sekolah Air Hujan Banyu Bening di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) (Foto: Info publik)"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/","name":"Inovasi Warga Sleman: Air Hujan Diolah Jadi Air Minum dan Antiseptik - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-05-18T11:24:27+00:00","dateModified":"2026-05-18T11:24:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/05\/18\/inovasi-warga-sleman-air-hujan-diolah-jadi-air-minum-dan-antiseptik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Inovasi Warga Sleman: Air Hujan Diolah Jadi Air Minum dan Antiseptik"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412055"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=412055"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412055\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":412073,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412055\/revisions\/412073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/412066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=412055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=412055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=412055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}