{"id":414680,"date":"2026-07-23T11:28:47","date_gmt":"2026-07-23T04:28:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=414680"},"modified":"2026-07-23T11:30:29","modified_gmt":"2026-07-23T04:30:29","slug":"perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/","title":{"rendered":"Perjalanan Putra Samurai Menjadi Insinyur Modern"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia-Kolom) Perubahan besar dalam sejarah Jepang pada era Meiji sering dijelaskan melalui kebijakan pemerintah, pembangunan industri, dan masuknya teknologi Barat. Namun, Erich Pauer dalam <em>From Samurai to Engineer-Manager: The Case Study of \u014chara Junnosuke (1859\u201396), Mining Specialist in Meiji Japan<\/em> menunjukkan bahwa transformasi tersebut juga dapat dipahami melalui perjalanan hidup seorang individu. Tokoh yang dipilih adalah \u014chara Junnosuke, seorang putra keluarga samurai yang lahir pada tahun 1859, tepat ketika Jepang berada di ambang perubahan besar. Kehidupan \u014chara memperlihatkan bagaimana seorang anak yang dibesarkan dalam tradisi feodal mampu beradaptasi dengan sistem pendidikan modern dan akhirnya menjadi bagian dari generasi insinyur pertama yang membangun industri Jepang. Melalui catatan harian, laporan perjalanan, dokumen pendidikan, dan arsip keluarga, Erich Pauer merekonstruksi perjalanan hidup yang sekaligus menjadi gambaran perubahan masyarakat Jepang pada akhir abad ke-19.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelahiran \u014chara terjadi ketika sistem pemerintahan Tokugawa mulai mengalami tekanan dari kekuatan Barat. Tidak lama kemudian, Restorasi Meiji mengakhiri sistem feodal yang telah berlangsung selama berabad-abad. Perubahan tersebut membawa dampak besar bagi keluarga samurai. Status sosial yang sebelumnya menjadi penentu kedudukan masyarakat perlahan kehilangan arti, sementara kemampuan akademik dan profesional mulai menjadi ukuran baru. Dalam situasi seperti inilah \u014chara tumbuh dan memperoleh kesempatan yang tidak pernah dimiliki generasi sebelumnya, yakni menempuh pendidikan teknik modern yang diselenggarakan negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Warisan Disiplin dari Keluarga Samurai<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Erich Pauer, latar belakang keluarga samurai memberikan pengaruh penting terhadap pembentukan karakter \u014chara. Pendidikan samurai pada masa Edo menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, serta penghargaan terhadap proses belajar. Walaupun pendidikan tersebut tidak berorientasi pada ilmu teknik, nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang sangat berguna ketika Jepang mulai mengadopsi sistem pendidikan Barat. Berbeda dengan banyak negara yang harus membangun budaya belajar dari awal, Jepang telah memiliki tradisi pendidikan yang kuat di kalangan samurai maupun masyarakat umum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan politik setelah Restorasi Meiji juga mengubah arah kehidupan keluarga samurai. Mereka tidak lagi dipersiapkan menjadi prajurit atau birokrat feodal, melainkan didorong memasuki profesi-profesi baru yang dibutuhkan negara. Pendidikan menjadi jalan utama untuk memperoleh kesempatan tersebut. Bagi generasi muda seperti \u014chara, keberhasilan tidak lagi ditentukan oleh garis keturunan, tetapi oleh kemampuan menguasai ilmu pengetahuan modern. Perubahan inilah yang menjadi salah satu ciri terpenting masyarakat Jepang pada awal era Meiji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Menjadi Mahasiswa Imperial College of Engineering<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu titik penting dalam perjalanan \u014chara adalah keberhasilannya diterima di Imperial College of Engineering (ICE), lembaga pendidikan teknik yang didirikan pemerintah Meiji untuk menyiapkan tenaga profesional bagi pembangunan industri. Kampus ini menerapkan sistem pendidikan yang berbeda dari sekolah tradisional Jepang. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik di berbagai fasilitas industri sehingga mampu memahami persoalan teknik secara menyeluruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Erich Pauer menjelaskan bahwa selama menjadi mahasiswa, \u014chara dikenal rajin membuat catatan kuliah dan menyimpan berbagai dokumen akademik. Catatan tersebut mencakup materi perkuliahan, gambar teknik, laporan praktik, hingga hasil pengamatan selama mengikuti kegiatan lapangan. Keberadaan dokumen-dokumen tersebut menjadi sumber penting bagi penulis untuk memahami bagaimana pendidikan teknik dijalankan pada masa awal industrialisasi Jepang. Dokumen pribadi itu juga memperlihatkan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi terus berlanjut melalui pengamatan langsung terhadap berbagai persoalan teknik yang ditemui di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kurikulum yang Membentuk Cara Berpikir Baru<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan pendidikan klasik yang menekankan hafalan, pendidikan di Imperial College of Engineering menuntut mahasiswa memahami hubungan antara teori ilmiah dan penerapannya dalam dunia industri. Mahasiswa mempelajari matematika, fisika, kimia, mekanika, serta gambar teknik sebagai dasar sebelum memasuki bidang spesialisasi masing-masing. Setelah itu mereka diwajibkan mengikuti praktik industri agar mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah. Pendekatan seperti ini membentuk cara berpikir yang sistematis sekaligus praktis, sebuah karakter yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan industri modern.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi \u014chara, pengalaman tersebut menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya. Ia tidak lagi dipersiapkan sebagai anggota kelas samurai, tetapi sebagai tenaga profesional yang memiliki kemampuan teknis dan siap bekerja dalam lingkungan industri modern. Perubahan identitas inilah yang menurut Erich Pauer menjadi simbol transformasi masyarakat Jepang secara keseluruhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Belajar Melalui Pengalaman Lapangan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu keunggulan pendidikan teknik pada masa itu adalah besarnya perhatian terhadap pengalaman praktik. Setelah menyelesaikan pendidikan, \u014chara memperoleh kesempatan mengikuti berbagai perjalanan inspeksi ke daerah-daerah pertambangan di Jepang. Selama perjalanan tersebut ia mengamati kondisi geologi, teknologi penambangan, sistem produksi, hingga persoalan operasional yang dihadapi setiap lokasi. Semua pengamatan tersebut didokumentasikan secara rinci dalam laporan dan catatan lapangan yang masih tersimpan hingga sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Erich Pauer, pengalaman lapangan tersebut memiliki nilai pendidikan yang sangat besar. Seorang insinyur tidak cukup memahami teori, tetapi juga harus mampu melihat persoalan secara langsung, melakukan pengamatan, menyusun laporan, dan memberikan rekomendasi berdasarkan fakta di lapangan. Kemampuan inilah yang kemudian membedakan lulusan Imperial College of Engineering dengan tenaga teknik tradisional yang hanya menguasai keterampilan praktis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dari Insinyur Menjadi Pemimpin Industri<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keahlian yang dimiliki \u014chara membawanya bergabung dengan perusahaan pertambangan Fujita-gumi. Di perusahaan tersebut ia berkembang dari seorang insinyur menjadi direktur teknik, kemudian dipercaya memimpin operasional Tambang Perak \u014cmori. Jabatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan teknik tidak hanya menghasilkan tenaga ahli, tetapi juga melahirkan calon pemimpin industri. Seorang insinyur dituntut memahami proses produksi sekaligus mampu mengelola tenaga kerja, mengawasi investasi, dan mengambil keputusan strategis bagi perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan karier \u014chara sekaligus memperlihatkan perubahan besar dalam masyarakat Jepang. Jika pada masa feodal kepemimpinan lebih banyak ditentukan oleh status sosial, pada era Meiji kompetensi profesional mulai menjadi dasar utama dalam memilih pemimpin organisasi. Pendidikan menjadi sarana mobilitas sosial yang memungkinkan seseorang memperoleh tanggung jawab besar berdasarkan kemampuan, bukan semata-mata keturunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Simbol Transformasi Generasi Meiji<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kisah hidup \u014chara Junnosuke, Erich Pauer menunjukkan bahwa modernisasi Jepang sesungguhnya merupakan transformasi manusia. Pemerintah memang membangun rel kereta api, pabrik, pelabuhan, dan tambang, tetapi seluruh pembangunan tersebut hanya dapat berjalan karena muncul generasi baru yang memiliki pengetahuan modern sekaligus kesiapan untuk memimpin perubahan. \u014chara menjadi salah satu representasi paling jelas dari generasi tersebut. Ia lahir sebagai putra samurai, memperoleh pendidikan teknik modern, mengabdikan diri pada pembangunan industri, dan akhirnya menjadi bagian dari sejarah kebangkitan ekonomi Jepang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan hidupnya juga memperlihatkan bahwa keberhasilan industrialisasi Jepang tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang diimpor dari Barat. Yang jauh lebih penting adalah keberhasilan negara membangun sistem pendidikan yang mampu mengubah pola pikir masyarakat. Dari ruang kelas hingga kawasan pertambangan, dari seorang mahasiswa hingga seorang manajer industri, kisah \u014chara Junnosuke menjadi bukti bahwa investasi terbesar Jepang pada era Meiji sesungguhnya adalah investasi pada manusia. Itulah pesan utama yang disampaikan Erich Pauer melalui studi biografinya, yaitu bahwa transformasi sebuah bangsa dimulai dari transformasi generasi mudanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia-Kolom) Perubahan besar dalam sejarah Jepang pada era Meiji sering dijelaskan melalui kebijakan pemerintah, pembangunan industri, dan masuknya teknologi Barat. Namun, Erich Pauer dalam From Samurai to Engineer-Manager: The Case Study of \u014chara Junnosuke (1859\u201396), Mining Specialist in Meiji Japan menunjukkan bahwa transformasi tersebut juga dapat dipahami melalui perjalanan hidup seorang individu. Tokoh yang dipilih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101039,"featured_media":414681,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[194],"tags":[34697],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perjalanan Putra Samurai Menjadi Insinyur Modern - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia-Kolom) Perubahan besar dalam sejarah Jepang pada era Meiji sering dijelaskan melalui kebijakan pemerintah, pembangunan industri, dan masuknya teknologi Barat. Namun, Erich Pauer dalam From Samurai to Engineer-Manager: The Case Study of \u014chara Junnosuke (1859\u201396), Mining Specialist in Meiji Japan menunjukkan bahwa transformasi tersebut juga dapat dipahami melalui perjalanan hidup seorang individu. Tokoh yang dipilih [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-23T04:28:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-23T04:30:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Samurai-O\u0304hara-Junnosuke.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1077\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Samurai-O\\u0304hara-Junnosuke.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Samurai-O\\u0304hara-Junnosuke.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1077,\"caption\":\"Samurai O\\u0304hara Junnosuke\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/\",\"name\":\"Perjalanan Putra Samurai Menjadi Insinyur Modern - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-07-23T04:28:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-23T04:30:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perjalanan Putra Samurai Menjadi Insinyur Modern\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/fadjar\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perjalanan Putra Samurai Menjadi Insinyur Modern - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia-Kolom) Perubahan besar dalam sejarah Jepang pada era Meiji sering dijelaskan melalui kebijakan pemerintah, pembangunan industri, dan masuknya teknologi Barat. Namun, Erich Pauer dalam From Samurai to Engineer-Manager: The Case Study of \u014chara Junnosuke (1859\u201396), Mining Specialist in Meiji Japan menunjukkan bahwa transformasi tersebut juga dapat dipahami melalui perjalanan hidup seorang individu. Tokoh yang dipilih [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2026-07-23T04:28:47+00:00","article_modified_time":"2026-07-23T04:30:29+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1077,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Samurai-O\u0304hara-Junnosuke.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Samurai-O\u0304hara-Junnosuke.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Samurai-O\u0304hara-Junnosuke.jpg","width":1920,"height":1077,"caption":"Samurai O\u0304hara Junnosuke"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/","name":"Perjalanan Putra Samurai Menjadi Insinyur Modern - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-07-23T04:28:47+00:00","dateModified":"2026-07-23T04:30:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/07\/23\/perjalanan-putra-samurai-menjadi-insinyur-modern\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perjalanan Putra Samurai Menjadi Insinyur Modern"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/acd0acd5ac6bfd62391d17ec4280a628","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d79f24ecb2ad7c15745ba47fab7ce439?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/fadjar\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414680"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101039"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=414680"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":414683,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414680\/revisions\/414683"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/414681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=414680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=414680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=414680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}