{"id":415778,"date":"2026-08-10T20:55:52","date_gmt":"2026-08-10T13:55:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=415778"},"modified":"2026-08-10T20:55:52","modified_gmt":"2026-08-10T13:55:52","slug":"strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/","title":{"rendered":"Strategi AS soal Mineral Kritis Buka Peluang bagi Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Perubahan strategi Amerika Serikat (AS) dalam mengamankan pasokan mineral kritis (critical minerals) membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri global. Namun, peluang ini tidak cukup direspons dengan peningkatan produksi atau pembangunan smelter semata. Indonesia perlu memastikan bahwa mineral unggulannya mampu mendorong masuknya investasi, penguasaan teknologi, pengembangan manufaktur, serta penciptaan lapangan kerja bernilai tambah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai langkah AS yang menyiapkan pembiayaan sekitar USD3 miliar untuk proyek pertambangan dan pengolahan mineral kritis serta bahan baterai mencerminkan pergeseran paradigma dalam kebijakan ekonomi global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, negara-negara kini tidak hanya mengejar efisiensi biaya, tetapi juga menitikberatkan pada keamanan dan keandalan pasokan guna menopang industri strategis. \u201cAmerika menunjukkan bahwa untuk material yang menentukan masa depan industri, efisiensi tetap penting, tetapi tidak lagi berdiri sendiri. Kepastian pasokan, diversifikasi sumber, dan ketahanan rantai pasok kini memiliki nilai ekonomi tersendiri,\u201d ujar Fakhrul, Minggu (9\/8\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut kondisi tersebut menandai semakin pentingnya konsep security of supply yang berjalan berdampingan dengan cost efficiency. Negara dan perusahaan bahkan bersedia menanggung biaya tambahan demi memastikan pasokan jangka panjang. \u201cDunia mulai menyadari bahwa pasokan termurah belum tentu yang paling bernilai. Reliability kini memiliki premium,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Fakhrul, perubahan rantai pasok global ini merupakan peluang bagi Indonesia, namun harus direspons secara terarah. Indonesia tidak perlu menguasai seluruh jenis mineral kritis, melainkan fokus pada mineral yang memiliki keunggulan sumber daya dan basis industri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut nikel, timah, dan tembaga sebagai kekuatan utama Indonesia. Nikel juga berkaitan erat dengan kobalt dalam rantai pengolahan nickel laterite. Mineral-mineral ini berperan penting dalam berbagai sektor strategis seperti elektrifikasi, jaringan listrik, baterai, elektronik, hingga manufaktur berteknologi tinggi. \u201cIndonesia tidak perlu memiliki semua mineral kritis dunia untuk menjadi relevan. Kita harus fokus pada kekuatan kita dan membuat posisi Indonesia dalam rantai nilai semakin sulit tergantikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fakhrul menegaskan bahwa kepemilikan sumber daya saja tidak cukup. Nilai ekonomi baru tercipta ketika sumber daya tersebut dikonversi menjadi kapasitas industri, teknologi, lapangan kerja, dan daya tawar ekonomi. \u201cYang menentukan bukan hanya apa yang dimiliki, tetapi sejauh mana sumber daya itu diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengembangkan Rantai Nilai Pasok<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fakhrul menilai kebijakan hilirisasi yang telah dijalankan Indonesia menjadi fondasi penting. Namun, perubahan lanskap global menuntut langkah lanjutan. Jika tahap awal hilirisasi berfokus pada pengolahan sebelum ekspor, tahap berikutnya harus memperpanjang rantai nilai hingga advanced materials, komponen, manufaktur, dan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKeberhasilan tahap pertama adalah menghentikan ekspor bahan mentah. Tahap berikutnya adalah menarik modal, teknologi, engineering, dan manufaktur ke dalam negeri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan bahwa smelter bukan tujuan akhir. \u201cSmelter bukan garis finis, melainkan pintu masuk menuju industrialisasi yang lebih dalam,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tantangan Indonesia saat ini adalah mengubah keunggulan sumber daya menjadi daya tarik bagi perusahaan global untuk membangun kapasitas produksi dan teknologi secara permanen di dalam negeri. \u201cIndonesia sudah berhasil menarik dunia datang untuk mineralnya. Tahap berikutnya adalah membuat mereka bertahan dan membangun industrinya di sini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menarik investasi jangka panjang, kepastian regulasi menjadi kunci. Konsistensi kebijakan diperlukan dalam aspek perizinan, produksi, hingga rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB). \u201cIndonesia sudah memiliki geological certainty. Kini regulatory certainty harus menjadi keunggulan kompetitif,\u201d kata Fakhrul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, kepastian regulasi akan menentukan keberlanjutan investasi, terutama pada sektor yang membutuhkan modal besar dan waktu pengembalian panjang. \u201cMineral menarik investor datang, kepastian membuat mereka bertahan, dan konsistensi mendorong mereka membawa teknologi lebih maju,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara penerimaan negara, pengembangan industri, keberlanjutan lingkungan, dan daya tarik investasi. Instrumen seperti royalti, PNBP, DHE, dan kewajiban domestik harus dipandang sebagai satu kesatuan kebijakan. \u201cKita tidak perlu memilih antara investasi dan penerimaan negara. Kebijakan yang tepat justru memperkuat keduanya,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah berikutnya adalah memperpanjang rantai nilai domestik. Pada nikel, pengembangan perlu diarahkan ke advanced materials dan industri turunannya. Tembaga dapat dikaitkan dengan elektrifikasi dan jaringan listrik, sementara timah dengan industri elektronik bernilai tambah tinggi. \u201cNilai terbesar mineral tidak berada saat ditambang, tetapi ketika dipadukan dengan pengetahuan, teknologi, dan manufaktur,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, kualitas investasi menjadi faktor penting. \u201cKita tidak hanya membutuhkan investasi yang menambah kapasitas, tetapi juga yang meningkatkan kemampuan ekonomi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan rantai pasok global juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pusat industri dunia. AS memiliki teknologi dan permintaan strategis, China kuat dalam pemrosesan dan manufaktur, Jepang dan Korea Selatan unggul di komponen industri, sementara Eropa menekankan teknologi dan keberlanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konfigurasi tersebut, Indonesia memiliki kombinasi sumber daya, pasar domestik, dan posisi strategis. \u201cIndonesia tidak perlu memilih satu pihak. Nilai kita justru terletak pada kemampuan menjadi tempat berbagai kepentingan global bertemu dan berkembang bersama,\u201d ujar Fakhrul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Meningkatkan Daya Saing Mineral Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Fakhrul, Indonesia harus menawarkan lebih dari sekadar sumber daya. \u201cJika dunia mencari diversifikasi rantai pasok, kita tidak hanya menawarkan mineral, tetapi juga Indonesia sebagai basis pembangunan rantai pasok tersebut,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Strategi Indonesia tidak harus menjadi pemain utama di semua mineral kritis. Fokus pada sektor unggulan akan lebih efektif. \u201cKita tidak perlu memenangkan semuanya. Pada sektor yang menjadi kekuatan kita, buat Indonesia tidak tergantikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ukuran keberhasilan pun harus bergeser, tidak hanya pada produksi atau ekspor, tetapi pada kemampuan menarik investasi jangka panjang, membangun industri, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan memperkuat posisi dalam rantai produksi global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDulu kita bertanya berapa banyak yang bisa diekspor. Lalu berapa yang bisa diolah. Kini pertanyaannya: berapa banyak industri baru yang bisa tumbuh karena mineral tersebut?\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fakhrul menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengubah kekayaan sumber daya menjadi kekuatan ekonomi jangka panjang melalui kepastian pasokan, regulasi yang konsisten, infrastruktur, energi, dan ekosistem investasi yang kompetitif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cReliability akan menjadi aset ekonomi paling berharga ke depan. Indonesia tidak harus memiliki semuanya, tetapi harus sangat dapat diandalkan pada hal yang menjadi kekuatannya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhirnya, keberhasilan strategi mineral kritis Indonesia tidak diukur dari apa yang dihasilkan dari dalam tanah, tetapi dari kapasitas ekonomi yang dibangun di atasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKekayaan terbesar Indonesia bukan hanya apa yang ada di bawah tanah, tetapi apa yang bisa kita bangun di atasnya\u2014pengetahuan, teknologi, sumber daya manusia, dan industri,\u201d tutup Fakhrul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Perubahan strategi Amerika Serikat (AS) dalam mengamankan pasokan mineral kritis (critical minerals) membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri global. Namun, peluang ini tidak cukup direspons dengan peningkatan produksi atau pembangunan smelter semata. Indonesia perlu memastikan bahwa mineral unggulannya mampu mendorong masuknya investasi, penguasaan teknologi, pengembangan manufaktur, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":415779,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[1],"tags":[34898],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Strategi AS soal Mineral Kritis Buka Peluang bagi Indonesia - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Perubahan strategi Amerika Serikat (AS) dalam mengamankan pasokan mineral kritis (critical minerals) membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri global. Namun, peluang ini tidak cukup direspons dengan peningkatan produksi atau pembangunan smelter semata. Indonesia perlu memastikan bahwa mineral unggulannya mampu mendorong masuknya investasi, penguasaan teknologi, pengembangan manufaktur, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-10T13:55:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PT-Indonesia-Chemical-Alumina-.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PT-Indonesia-Chemical-Alumina-.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PT-Indonesia-Chemical-Alumina-.jpeg\",\"width\":1500,\"height\":500,\"caption\":\"PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi Chemical Grade Alumina. (Foto: PT ICA)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/\",\"name\":\"Strategi AS soal Mineral Kritis Buka Peluang bagi Indonesia - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-08-10T13:55:52+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-10T13:55:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Strategi AS soal Mineral Kritis Buka Peluang bagi Indonesia\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Strategi AS soal Mineral Kritis Buka Peluang bagi Indonesia - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Perubahan strategi Amerika Serikat (AS) dalam mengamankan pasokan mineral kritis (critical minerals) membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri global. Namun, peluang ini tidak cukup direspons dengan peningkatan produksi atau pembangunan smelter semata. Indonesia perlu memastikan bahwa mineral unggulannya mampu mendorong masuknya investasi, penguasaan teknologi, pengembangan manufaktur, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2026-08-10T13:55:52+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":500,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PT-Indonesia-Chemical-Alumina-.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PT-Indonesia-Chemical-Alumina-.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PT-Indonesia-Chemical-Alumina-.jpeg","width":1500,"height":500,"caption":"PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi Chemical Grade Alumina. (Foto: PT ICA)"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/","name":"Strategi AS soal Mineral Kritis Buka Peluang bagi Indonesia - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-08-10T13:55:52+00:00","dateModified":"2026-08-10T13:55:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/10\/strategi-as-soal-mineral-kritis-buka-peluang-bagi-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Strategi AS soal Mineral Kritis Buka Peluang bagi Indonesia"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415778"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=415778"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":415780,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415778\/revisions\/415780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/415779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=415778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=415778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=415778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}