{"id":416235,"date":"2026-08-19T21:14:59","date_gmt":"2026-08-19T14:14:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=416235"},"modified":"2026-08-19T21:14:59","modified_gmt":"2026-08-19T14:14:59","slug":"lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/","title":{"rendered":"Lima Pengaruh Kolonial Prancis yang menjadikan Laos  Unik dan Mempesona"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Lensa Vibizmedia0 Prancis pernah datang ke Laos dan menjadikannya sebagai salah satu negara jajahannya (Prektorat Indochina Prancis pada periode 1893-1953). Meskipun saat ini Laos telah merdeka dari Prancis, namun jejak warisan Prancis kini menjadi bagian dari budaya Laos yang memperindah daya tarik negeri seribu gajah ini (Land Xang I Kingdom of a Million Elephants).<\/p>\n<p>Warisan kolonial Prancis di laos memperlihatkan sisi estetika negeri karena mampu berinteraksi dan berpadu secara harmonis dengan budaya, arsitektur dan lanskap lokal khas Asia Tenggara.<\/p>\n<p>Berikut adalah warisan Prancis yang membuat Laos menjadi salah satu negara dengan keunikan estetika yang layak dikunjungi.<\/p>\n<p><strong>1. Monumen Patuxai (Gerbang Kemenangan)<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_416236\" aria-describedby=\"caption-attachment-416236\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094002.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-416236\" src=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094002.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"577\" srcset=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094002.jpg 1280w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094002-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094002-1024x462.jpg 1024w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094002-768x346.jpg 768w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094002-696x314.jpg 696w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094002-1068x481.jpg 1068w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094002-932x420.jpg 932w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-416236\" class=\"wp-caption-text\">Langit-langit monumen Patuxai, Laos (Foto: Simon Wagner)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMonument kebanggan Laos adalah Patuxai yang terletak di pusat kota Vientiane. Monument ini dibangun pada tahun 1957 hingga 1968 untuk mengenang jasa para pahlawan. Konsep pembangunannya diinspirasi oleh L\u2019Arc de triomphe di kota Paris, Prancis.<\/p>\n<p>Monument Patuxai berdiri dengan gagah dan megah diatas lahan Patuxai Park. Dekorasinya bernafaskan ciri khas tradisional Laos. Detail bangunan dari dinding hingga langit langitnya menggambarkan kehidupan dan keyakinan rakyat Laos. Di atas puncak monument terdapat lima stupa yang menggambarkan prinsip hidup negara seribu gajah ini.<\/p>\n<p>Semua wisatawan yang mengunjungi Laos, sudah wajib mengunjungi Monumen Patuxai yang sangat mudah dicapai di pusat kota. Rasanya benar benar menyenangkan melihat kemegahan museum yang diinsparasi dari monument L\u2019Arc de Triompohe , Paris. Patuxai dibagun bergaya khas Laos dan punya kesan kemegahan Asia tenggara. Monument yang satu ini benar benar mengagumkan.<\/p>\n<p>Di Tengah taman Patuxai, terdapat kolam dengan air mancur menari yang terlihat dinamis. Kolam ini mengingatkan kolam di istana \u201cVersailles\u201d, Prancis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<strong>2. Gaya Arsitektur dan Pembangunan Tata Kota<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah Prancis pada masa kolonialismenya membangun kota-kota Laos seperti di Vientiane, Luang Prabang, Savannakhet dan Pakse.<\/p>\n<p>Kota kota itu dulunya pernah hancur dikarenakan perang regional. Prancis membangunnya kembali dengan gaya khas kolonialisme yang indah seperti Vila bertingkat dengan jendela berdaun kayu (Shutters), balkon dengan teknologi besi tempa serta atap bergenteng kolonial yang menjadi ciri khas kota ikonik Laos di Luang Prabang dan Vientiane.<\/p>\n<p>Dalam pembangunan Tata Ruang, Prancis membangun Jalan jalan yang pinggirannya ditumbuhi deretan pepohonan tinggi (gaya boulevards) dan alun alun kota dibangun mengikuti gaya urbanisme Prancis abad ke-19.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, kalau wisatawan berjalan jalan di pusat kota Vientiane, berjalan kaki menyusuri jalan jalan utamanya yang besar dan bertemu dengan Gedung istananya yang megah, masih terasa kehadiran jiwa kolonial Prancis yang pernah berkuasa di Asia Tenggara.<\/p>\n<p><strong>3. Kuliner (Lao-French Fusion).<\/strong><\/p>\n<p>Pengaruh kuliner Prancis juga menyatu secara alami dengan tradisi lokal sehari hari. Tak jarang kita melihat roti khas Prancis \u201cbaquette\u201d yang berbentuk tongkat panjang di jajakan di gerobak pinggiran jalan dan bukan di bakery. Ini sangat mengagumkan..<\/p>\n<p>Yang bikin penasaran lagi Ketika melihat sandwich tradisional Laos. Ya.. ini sungguhan sandwich. Roti \u201cbaquette\u201d dibelah dan diisi Pate daging olehan serta olahan berbagai sayuran segar. Rasanya.. aduhai.. ini benar benar rasa original Laos yang dihiasi dengan rasa identik segar, herbal dan sedikit pedas. Nama makanan ini adalan \u201cKhao Jee Pat\u00ea\u201d. Benar benar adaptasi kuliner Prancis-Laos yang indah dan artistik. Patut dicoba jika mengunjungi Laos. Harganya juga termasuk ekonomis.<\/p>\n<figure id=\"attachment_416237\" aria-describedby=\"caption-attachment-416237\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094005.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-416237\" src=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094005.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094005.jpg 1280w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094005-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094005-1024x461.jpg 1024w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094005-768x346.jpg 768w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094005-696x313.jpg 696w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094005-1068x481.jpg 1068w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094005-933x420.jpg 933w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-416237\" class=\"wp-caption-text\">Pedagang Khao Jee Pat\u00ea , sandwich Prancis, di Laos (Foto: Simon Wagner)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kopi laos yang terasa ringan dan nikmat juga dipengaruhi oleh perkebunan kopi yang dikelola Prancis sekitar tahun 1920. Perkebunan kopi ini dibuka pertama kali di dataran tinggi Bolaven.<strong>:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kopi Laos termasuk daya tarik kuliner yang wajib dicoba. Kedai kopi tradisional menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan autentik. Bagaimana kopi hitam tradisionalnya yang nikmat dalam hidangan dingin maupun hangat benar benar patut diacungi jempol. Ditambah interaksi dengan warga lokal yang ramah dan baik hati. Pengalaman ini benar benar menyenangkan.<\/p>\n<p>Ingin mencoba kopi Laos dengan pengalaman yang lebih nyaman, tersedia kafe kafe di pusat kota maupun di tepi sungai Mekong bergaya western yang sengaja dibangun untuk memberikan kesan nyaman bagi para ekspatriat yang ingin menikmati kopi dan menyantap \u201cCroissant\u201d roti pastry khas Prancis.<\/p>\n<figure id=\"attachment_416238\" aria-describedby=\"caption-attachment-416238\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094010.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-416238\" src=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094010.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094010.jpg 450w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094010-169x300.jpg 169w, https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416094010-236x420.jpg 236w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-416238\" class=\"wp-caption-text\">Kopi Laos di salah satu cafe di Laos (Foto: Simon Wagner)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p><strong>4. Bahasa Prancis dan Sistem Pendidikan.<\/strong><\/p>\n<p>Bahasa Prancis di Laos memang tidak sering dituturkan dalam kehidupan sehari hari. Namun Laos tetap mempertahankan bahasa Prancis sebagai salah satu bahasa mereka. Kosa kata Bahasa Prancis diwariskan dalam istilah teknologi, hukum dan administrasi.<\/p>\n<p>Laos juga merupakan anggota aktif \u201cOrganisation internationale de la Franchoponie\u201d (OIF). Berarti Laos adalah resmi negara yang menuturkan Bahasa Prancis.<\/p>\n<p>Bahasa Prancis tetap diajarkan di sekolah sekolah tertentu dan dipergunakan dalam beberapa dokumen autentik dalam bidang diplomatik atau papan nama jalan.<\/p>\n<p>Pengajar, peneliti dan relawan Prancis bekerja di sekolah bilinigual atau Lembaga Bahasa seperti \u201cInstitut Fran\u00e7ais du Laos\u201d di Vientiane dan Luang Prabang.<\/p>\n<p><strong>5. Aspek Hukum dan Sistem Administrasi<\/strong><br \/>\nMeskipun hukum sipil Laos telah berkembang menjadi sistem campuran (hybrid) antara hukum sosialis, bantuan hukum modern, dan hukum adat lokal, namun sistem hukum Napoleon (Code Napol\u00e9on) tetap menjadi akar historis yang membentuk cara berpikir hukum, sistematika kodifikasi dan doktrin perikatan di Laos hingga hari ini.<\/p>\n<p>Batas wilayah modern Laos berdasarkan batas geografis yang dibentuk oleh perjanjian yang dibuat Prancis dengan kerajaan Siam (Thailand) pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, banyak orang Prancis yang mengunjungi Laos. Mereka datang untuk wisata budaya dan sekedar bernostalgia sejarah. Ada juga yang datang karena Kerjasama pelestarian budaya. Salah satu Lembaga Prancis \u00c9cole Fran\u00e7ais d\u2019Extr\u00eame-Orient (EFEO) dan Agence fran\u00e7aise de d\u00e9velopment (AFD) mengurus restorasi situs sejarah seperti di Luang Prabang dan Vat Phou. Ada juga beberapa Ekspatriat Prancis yang membuka usaha restoran, kafe dan penginapan. Dan ada juga yang menjadi pengajar di sekolah internasional.<\/p>\n<p>Warisan Kolonial Prancis memang hidup dan menambah unik keindahan negara Laos.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Lensa Vibizmedia0 Prancis pernah datang ke Laos dan menjadikannya sebagai salah satu negara jajahannya (Prektorat Indochina Prancis pada periode 1893-1953). Meskipun saat ini Laos telah merdeka dari Prancis, namun jejak warisan Prancis kini menjadi bagian dari budaya Laos yang memperindah daya tarik negeri seribu gajah ini (Land Xang I Kingdom of a Million [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101045,"featured_media":416239,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[182,8873,78],"tags":[34954],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lima Pengaruh Kolonial Prancis yang menjadikan Laos Unik dan Mempesona - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; Lensa Vibizmedia0 Prancis pernah datang ke Laos dan menjadikannya sebagai salah satu negara jajahannya (Prektorat Indochina Prancis pada periode 1893-1953). Meskipun saat ini Laos telah merdeka dari Prancis, namun jejak warisan Prancis kini menjadi bagian dari budaya Laos yang memperindah daya tarik negeri seribu gajah ini (Land Xang I Kingdom of a Million [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-19T14:14:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416093999.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Simon Wagner\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416093999.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416093999.jpg\",\"width\":1280,\"height\":576,\"caption\":\"Monumen Patuxai, Laos (Foto: Simon Wagner)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/\",\"name\":\"Lima Pengaruh Kolonial Prancis yang menjadikan Laos Unik dan Mempesona - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-08-19T14:14:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-19T14:14:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/b02d0b99a42da3bceb724fa7305cb5e6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lima Pengaruh Kolonial Prancis yang menjadikan Laos Unik dan Mempesona\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/b02d0b99a42da3bceb724fa7305cb5e6\",\"name\":\"Simon Wagner\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4d8886a47642e60498eb10cf6d04127e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4d8886a47642e60498eb10cf6d04127e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Simon Wagner\"},\"description\":\"Journalist at Vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/simon\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lima Pengaruh Kolonial Prancis yang menjadikan Laos Unik dan Mempesona - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; Lensa Vibizmedia0 Prancis pernah datang ke Laos dan menjadikannya sebagai salah satu negara jajahannya (Prektorat Indochina Prancis pada periode 1893-1953). Meskipun saat ini Laos telah merdeka dari Prancis, namun jejak warisan Prancis kini menjadi bagian dari budaya Laos yang memperindah daya tarik negeri seribu gajah ini (Land Xang I Kingdom of a Million [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2026-08-19T14:14:59+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":576,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416093999.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Simon Wagner","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416093999.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/6338996774416093999.jpg","width":1280,"height":576,"caption":"Monumen Patuxai, Laos (Foto: Simon Wagner)"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/","name":"Lima Pengaruh Kolonial Prancis yang menjadikan Laos Unik dan Mempesona - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-08-19T14:14:59+00:00","dateModified":"2026-08-19T14:14:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/b02d0b99a42da3bceb724fa7305cb5e6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/08\/19\/lima-pengaruh-kolonial-prancis-yang-menjadikan-laos-unik-dan-mempesona\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lima Pengaruh Kolonial Prancis yang menjadikan Laos Unik dan Mempesona"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/b02d0b99a42da3bceb724fa7305cb5e6","name":"Simon Wagner","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4d8886a47642e60498eb10cf6d04127e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4d8886a47642e60498eb10cf6d04127e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Simon Wagner"},"description":"Journalist at Vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/simon\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416235"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101045"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=416235"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":416240,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416235\/revisions\/416240"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/416239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=416235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=416235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=416235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}