{"id":416845,"date":"2026-09-02T17:54:29","date_gmt":"2026-09-02T10:54:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=416845"},"modified":"2026-09-02T17:54:29","modified_gmt":"2026-09-02T10:54:29","slug":"bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/","title":{"rendered":"BPS: Inflasi Agustus 2026 Capai 0,21 Persen, Harga Pangan Jadi Pendorong Utama"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sebesar 0,21 persen secara bulanan (<em>month-to-month<\/em>\/m-to-m) pada Agustus 2026. Kenaikan harga tersebut tercermin dari meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,73 pada Juli menjadi 111,97 pada Agustus 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan tekanan inflasi pada Agustus terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,57 persen dan memberikan andil paling besar terhadap inflasi bulanan, yakni 0,17 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKomoditas yang dominan menyumbang inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,17 persen serta cabai rawit, ikan segar, dan beras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen,\u201d ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1\/9\/2026).<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Harga Pangan Menjadi Pemicu Utama<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenaikan harga pangan menjadi faktor paling kuat yang mendorong inflasi Agustus. Daging ayam ras menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar, disusul cabai rawit, ikan segar, dan beras.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pergerakan harga pangan umumnya sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Gangguan produksi, distribusi, perubahan musim, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat dapat menyebabkan harga komoditas pangan bergerak lebih cepat dibandingkan kelompok barang dan jasa lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut tercermin dari inflasi komponen bergejolak (<em>volatile food<\/em>) yang mencapai 0,88 persen pada Agustus dengan andil sebesar 0,15 persen. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan harga yang berasal dari komoditas pangan bergejolak menjadi salah satu sumber utama kenaikan harga pada bulan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain faktor pasokan, kondisi cuaca dan perubahan pola produksi juga perlu diperhatikan. Komoditas seperti cabai, beras, ikan, dan produk peternakan memiliki tingkat sensitivitas yang relatif tinggi terhadap kondisi produksi dan distribusi. Ketika pasokan tidak mampu mengikuti kebutuhan pasar, harga dapat meningkat dan kemudian mendorong inflasi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Inflasi Inti Masih Berjalan<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tekanan harga pada Agustus tidak hanya berasal dari pangan. Komponen inti juga mengalami inflasi sebesar 0,21 persen dengan andil 0,13 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inflasi inti menggambarkan perkembangan harga barang dan jasa yang relatif lebih persisten dan tidak terlalu dipengaruhi oleh faktor musiman maupun kebijakan harga pemerintah. Karena itu, kenaikan komponen inti menjadi indikator penting untuk melihat adanya tekanan harga dari sisi permintaan maupun biaya produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara tahunan, komponen inti memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi dengan andil sebesar 1,87 persen. Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, pelumas atau oli mesin, serta laptop\/<em>notebook<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenaikan harga emas perhiasan, misalnya, berkaitan dengan pergerakan harga emas, sementara komoditas lainnya dapat dipengaruhi oleh biaya produksi, harga bahan baku, maupun perkembangan permintaan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, komponen harga yang diatur pemerintah justru mengalami deflasi sebesar 0,33 persen dan memberikan andil deflasi 0,07 persen. Artinya, kebijakan harga yang berada dalam kendali pemerintah memberikan sedikit penahan terhadap tekanan inflasi dari kelompok pangan dan komponen inti.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Inflasi Tahunan Naik Menjadi 3,19 Persen<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara tahunan, inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19 persen, meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 2,31 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender tercatat 1,86 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan kelompok pengeluaran, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil 1,13 persen. Berikutnya adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,63 persen serta kelompok transportasi sebesar 0,58 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara tahunan, seluruh komponen mencatat inflasi. Komponen inti memberikan andil terbesar sebesar 1,87 persen, kemudian komponen bergejolak 0,67 persen dan komponen harga yang diatur pemerintah 0,65 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan inflasi tidak hanya bersumber dari gejolak harga pangan, tetapi juga berasal dari tekanan harga yang lebih luas pada barang dan jasa yang masuk dalam komponen inti.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Tekanan Harga Berbeda Antarwilayah<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi wilayah, 27 dari 38 provinsi mengalami inflasi secara bulanan pada Agustus 2026, sementara 11 provinsi mengalami deflasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inflasi bulanan tertinggi tercatat di Kepulauan Bangka Belitung dan Maluku, masing-masing sebesar 0,81 persen. Sebaliknya, deflasi terdalam terjadi di Papua Pegunungan sebesar 1,27 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk inflasi tahunan, seluruh provinsi mencatat kenaikan harga. Maluku Utara menjadi provinsi dengan inflasi tahunan tertinggi, yakni 5,28 persen, sedangkan Kalimantan Utara mencatat inflasi terendah sebesar 2,17 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan inflasi tidak sepenuhnya seragam di seluruh Indonesia. Kondisi pasokan pangan, biaya distribusi, struktur konsumsi masyarakat, serta karakteristik ekonomi masing-masing daerah turut menentukan pergerakan harga.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Pemerintah Perlu Menjaga Pasokan dan Daya Beli<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan inflasi tahunan yang meningkat menjadi 3,19 persen, menjaga stabilitas harga menjadi semakin penting. Pemerintah perlu memastikan pasokan komoditas pangan strategis tetap mencukupi, terutama ketika terjadi gangguan produksi atau distribusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengendalian inflasi juga perlu dilakukan melalui koordinasi pemerintah pusat dan daerah, termasuk memastikan kelancaran distribusi, memperkuat cadangan pangan, memantau harga di tingkat konsumen, serta mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas yang memiliki bobot besar dalam konsumsi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, kenaikan inflasi inti perlu terus dipantau agar tekanan harga tidak berkembang menjadi tekanan yang lebih persisten. Stabilitas nilai tukar, biaya logistik, harga energi, serta kondisi permintaan domestik menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perkembangan harga ke depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi masyarakat, stabilitas inflasi memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan daya beli. Ketika harga kebutuhan pokok meningkat lebih cepat dibandingkan pendapatan, kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lainnya dapat tertekan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, pengendalian inflasi tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas. Pemerintah bersama Bank Indonesia dan pemerintah daerah perlu terus memperkuat koordinasi agar kenaikan harga pangan maupun komoditas lainnya dapat diantisipasi lebih dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan inflasi Agustus yang masih berada dalam rentang sasaran stabilitas harga, pemerintah memiliki ruang untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan tekanan harga tidak semakin menggerus daya beli masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sebesar 0,21 persen secara bulanan (month-to-month\/m-to-m) pada Agustus 2026. Kenaikan harga tersebut tercermin dari meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,73 pada Juli menjadi 111,97 pada Agustus 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan tekanan inflasi pada Agustus terutama berasal dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":416846,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[1],"tags":[5879],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BPS: Inflasi Agustus 2026 Capai 0,21 Persen, Harga Pangan Jadi Pendorong Utama - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sebesar 0,21 persen secara bulanan (month-to-month\/m-to-m) pada Agustus 2026. Kenaikan harga tersebut tercermin dari meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,73 pada Juli menjadi 111,97 pada Agustus 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan tekanan inflasi pada Agustus terutama berasal dari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-02T10:54:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp_Image_2026-09-01_at_11_37_09_AM.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1070\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp_Image_2026-09-01_at_11_37_09_AM.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp_Image_2026-09-01_at_11_37_09_AM.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1070,\"caption\":\"Foto: BPS\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/\",\"name\":\"BPS: Inflasi Agustus 2026 Capai 0,21 Persen, Harga Pangan Jadi Pendorong Utama - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-09-02T10:54:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-02T10:54:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"BPS: Inflasi Agustus 2026 Capai 0,21 Persen, Harga Pangan Jadi Pendorong Utama\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"BPS: Inflasi Agustus 2026 Capai 0,21 Persen, Harga Pangan Jadi Pendorong Utama - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sebesar 0,21 persen secara bulanan (month-to-month\/m-to-m) pada Agustus 2026. Kenaikan harga tersebut tercermin dari meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,73 pada Juli menjadi 111,97 pada Agustus 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan tekanan inflasi pada Agustus terutama berasal dari [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2026-09-02T10:54:29+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1070,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp_Image_2026-09-01_at_11_37_09_AM.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp_Image_2026-09-01_at_11_37_09_AM.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp_Image_2026-09-01_at_11_37_09_AM.jpeg","width":1600,"height":1070,"caption":"Foto: BPS"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/","name":"BPS: Inflasi Agustus 2026 Capai 0,21 Persen, Harga Pangan Jadi Pendorong Utama - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-09-02T10:54:29+00:00","dateModified":"2026-09-02T10:54:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/02\/bps-inflasi-agustus-2026-capai-021-persen-harga-pangan-jadi-pendorong-utama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"BPS: Inflasi Agustus 2026 Capai 0,21 Persen, Harga Pangan Jadi Pendorong Utama"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416845"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=416845"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416845\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":416847,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416845\/revisions\/416847"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/416846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=416845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=416845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=416845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}