{"id":417022,"date":"2026-09-07T13:06:39","date_gmt":"2026-09-07T06:06:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=417022"},"modified":"2026-09-07T13:06:39","modified_gmt":"2026-09-07T06:06:39","slug":"abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/","title":{"rendered":"Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Mengganggu Penerbangan, Tujuh Bandara Ditutup hingga Sore"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Sumatra dan Jawa. Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara tujuh bandar udara hingga Senin (7\/9\/2026) pukul 18.00 WIB karena kondisi atmosfer dan pergerakan abu masih dinamis serta berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, keputusan memperpanjang penutupan bandara diambil setelah Kemenhub menerima pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi secara berkala dan menyesuaikan operasional penerbangan berdasarkan perkembangan sebaran abu vulkanik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Berdasarkan data terbaru dari BMKG, kami memutuskan bahwa penutupan operasional bandara sementara masih dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIB nanti. Namun demikian kami terus memantau informasi terbaru dari BMKG,&#8221; ujar Dudy saat meninjau Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7\/9\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuh bandara yang masih ditutup sementara adalah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Radin Inten II, Bandara Budiarto, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Pondok Cabe, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, dan Bandara Husein Sastranegara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatra Selatan, yang sebelumnya turut terdampak, telah kembali beroperasi normal pada Senin pukul 09.00 WIB.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Abu Vulkanik Masih Terdeteksi di Ketinggian<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu faktor yang membuat operasional penerbangan belum dapat dinormalkan adalah masih adanya abu vulkanik pada sejumlah lapisan atmosfer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dudy mengatakan Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Minggu malam sehingga menghasilkan material vulkanik baru. Pada saat yang sama, arah angin di sekitar gunung api berbeda-beda pada setiap lapisan ketinggian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pemantauan BMKG pada Senin pagi, abu vulkanik masih terdeteksi hingga sekitar 15.000 kaki dan 50.000 kaki. Kondisi ini berpotensi memengaruhi jalur penerbangan sehingga penyesuaian rute dan operasional terus dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, BMKG juga mengidentifikasi sebaran abu pada beberapa lapisan atmosfer yang bergerak ke arah berbeda. Kondisi ini menunjukkan bahwa posisi abu tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi di permukaan, melainkan harus dipantau berdasarkan ketinggian dan dinamika angin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8221; Tadi malam Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi sehingga menimbulkan debu vulkanik baru. Dari BMKG juga menyampaikan bahwa arah angin yang terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau terdapat pada beberapa layer berbeda-beda di udara,&#8221; jelas Dudy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemenhub karena itu terus berkoordinasi dengan BMKG, pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai, serta berbagai pemangku kepentingan penerbangan untuk menentukan langkah operasional.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Pesawat?<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abu vulkanik bukan sekadar debu yang mengurangi jarak pandang. Dalam penerbangan, material ini dikategorikan sebagai bahaya serius karena dapat merusak mesin dan sejumlah komponen pesawat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), prinsip utama dalam menghadapi awan abu vulkanik adalah menghindari paparan terhadap abu. Partikel abu dapat masuk ke mesin turbin dan, pada temperatur tinggi, meleleh kemudian menempel pada komponen mesin. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat mengganggu kinerja mesin bahkan menyebabkan kehilangan daya dorong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Risiko tidak hanya terdapat pada mesin. Sifat abu yang abrasif juga dapat mengikis permukaan pesawat, kaca kokpit, lampu, antena, serta sejumlah instrumen. Partikel yang sangat halus bahkan dapat masuk ke sistem tertentu pada pesawat dan mengganggu komponen elektronik maupun sistem lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahaya tersebut menjadi lebih kompleks karena awan abu dapat menyebar luas dan bergerak cepat mengikuti angin. Bahkan deposit abu dalam jumlah kecil di bandar udara dapat menjadi alasan penutupan sampai material tersebut dibersihkan. ICAO menyebut keberadaan abu di bandar udara dapat mengharuskan penutupan fasilitas dan memicu pengalihan maupun perubahan arus lalu lintas udara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, keputusan menutup bandara atau mengubah rute penerbangan bukan hanya berkaitan dengan jarak pandang, tetapi merupakan bagian dari manajemen risiko keselamatan penerbangan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>2.300 Penerbangan dan 270.337 Penumpang Terdampak<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dampak erupsi terhadap konektivitas udara telah cukup besar. Hingga Senin (7\/9) pukul 09.00 WIB, Kemenhub mencatat sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak sejak 5 September 2026. Angka tersebut mencakup penerbangan yang mengalami pembatalan, penundaan, maupun pengalihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada bandara yang berstatus ditutup sementara, terdapat 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang yang terdampak. Sementara itu, pada bandara lain yang operasional penerbangannya harus disesuaikan karena perubahan rute, tercatat 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Besarnya dampak tersebut membuat pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek keselamatan, tetapi juga pada penanganan penumpang dan pemeliharaan konektivitas nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemenhub berkoordinasi dengan maskapai dan pengelola bandara agar penumpang memperoleh informasi mengenai perubahan jadwal, pembatalan, pengalihan maupun pilihan perjalanan berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dudy juga meminta calon penumpang memastikan status penerbangan kepada maskapai sebelum berangkat menuju bandara.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Enam Bandara Alternatif Disiapkan<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mengurangi penumpukan penumpang sekaligus menjaga konektivitas antardaerah, Kemenhub menyiapkan enam bandara alternatif yang dapat dimanfaatkan maskapai sesuai kondisi operasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keenam bandara tersebut adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Bandara Juanda, Jawa Timur;<\/li>\n<li>Bandara Adi Soemarmo, Jawa Tengah;<\/li>\n<li>Yogyakarta International Airport (YIA), Daerah Istimewa Yogyakarta;<\/li>\n<li>Bandara Adisutjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta;<\/li>\n<li>Bandara Jenderal Ahmad Yani, Jawa Tengah; dan<\/li>\n<li>Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami mengimbau kepada seluruh maskapai baik luar maupun dalam negeri untuk menggunakan bandara-bandara alternatif yang sudah disiapkan, seperti Kertajati, Ahmad Yani, Juanda, YIA, Adisutjipto, dan Adi Soemarmo,&#8221; kata Dudy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemanfaatan bandara alternatif tetap harus mempertimbangkan kapasitas dan kesiapan masing-masing bandara, ketersediaan rute, kondisi ruang udara, serta keputusan operasional maskapai.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandara Tak Langsung Dibuka Setelah Abu Menjauh<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah juga tidak akan langsung membuka kembali bandara hanya karena sebaran abu mulai berkurang. Sejumlah prosedur harus dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan fasilitas bandar udara aman digunakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dudy mengatakan, apabila kondisi sudah memungkinkan, petugas akan melakukan pembersihan runway, taxiway, dan apron sebelum bandara kembali melayani penerbangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam persiapannya, apabila kondisi sudah memungkinkan untuk bandara dibuka, kami akan melakukan upaya-upaya seperti pembersihan runway, taxiway, maupun apron. Hal ini supaya apabila pada waktunya situasi sudah memungkinkan, bandara siap dioperasikan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah tersebut penting karena abu vulkanik yang mengendap di permukaan bandara dapat mengganggu operasi pesawat. ICAO juga mencatat bahwa bahkan endapan abu dalam jumlah kecil di bandar udara dapat menyebabkan fasilitas ditutup sampai seluruh material tersebut dibersihkan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Operasional Penerbangan Sangat Bergantung pada Perkembangan Abu<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Erupsi Anak Krakatau memperlihatkan bahwa gangguan terhadap penerbangan dapat terjadi bukan hanya ketika gunung api berada dalam kondisi erupsi besar, tetapi juga ketika material vulkanik terbawa angin ke ruang udara yang digunakan pesawat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, pemantauan meteorologi menjadi bagian penting dari pengambilan keputusan. BMKG menggunakan informasi atmosfer dan menerbitkan SIGMET (<em>Significant Meteorological Information<\/em>), yaitu peringatan meteorologi yang digunakan untuk mendukung keselamatan penerbangan. Pada 6 September, BMKG menyebut telah menerbitkan 18 SIGMET secara berkala terkait perkembangan sebaran abu Anak Krakatau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi penerbangan pun dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Jalur yang sebelumnya aman dapat harus dihindari apabila awan abu bergerak ke kawasan tersebut, sementara bandara yang ditutup dapat kembali beroperasi setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi yang memenuhi persyaratan keselamatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, keputusan Kemenhub memperpanjang penutupan tujuh bandara hingga pukul 18.00 WIB merupakan bagian dari prinsip safety first dalam penerbangan. Pemerintah memilih menunda operasional daripada mengambil risiko terhadap keselamatan penumpang dan awak pesawat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara diminta terus memantau informasi resmi Kemenhub, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pengelola bandara, dan maskapai karena status operasional dapat berubah mengikuti perkembangan erupsi dan pergerakan abu vulkanik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah gangguan terhadap ribuan penerbangan, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara keselamatan penerbangan, kelancaran konektivitas, dan pelayanan kepada penumpang. Namun, selama abu vulkanik masih berada di jalur penerbangan dan kondisi atmosfer belum sepenuhnya aman, keselamatan tetap menjadi dasar utama setiap keputusan operasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Sumatra dan Jawa. Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara tujuh bandar udara hingga Senin (7\/9\/2026) pukul 18.00 WIB karena kondisi atmosfer dan pergerakan abu masih dinamis serta berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, keputusan memperpanjang penutupan bandara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":417023,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[1],"tags":[35030],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Mengganggu Penerbangan, Tujuh Bandara Ditutup hingga Sore - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Sumatra dan Jawa. Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara tujuh bandar udara hingga Senin (7\/9\/2026) pukul 18.00 WIB karena kondisi atmosfer dan pergerakan abu masih dinamis serta berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, keputusan memperpanjang penutupan bandara [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-07T06:06:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260907-WA0027-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"506\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260907-WA0027-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260907-WA0027-1.jpeg\",\"width\":900,\"height\":506,\"caption\":\"Foto: Kemenhub\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/\",\"name\":\"Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Mengganggu Penerbangan, Tujuh Bandara Ditutup hingga Sore - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-09-07T06:06:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-07T06:06:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Mengganggu Penerbangan, Tujuh Bandara Ditutup hingga Sore\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Mengganggu Penerbangan, Tujuh Bandara Ditutup hingga Sore - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Sumatra dan Jawa. Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara tujuh bandar udara hingga Senin (7\/9\/2026) pukul 18.00 WIB karena kondisi atmosfer dan pergerakan abu masih dinamis serta berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, keputusan memperpanjang penutupan bandara [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2026-09-07T06:06:39+00:00","og_image":[{"width":900,"height":506,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260907-WA0027-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260907-WA0027-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260907-WA0027-1.jpeg","width":900,"height":506,"caption":"Foto: Kemenhub"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/","name":"Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Mengganggu Penerbangan, Tujuh Bandara Ditutup hingga Sore - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-09-07T06:06:39+00:00","dateModified":"2026-09-07T06:06:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/07\/abu-vulkanik-anak-krakatau-masih-mengganggu-penerbangan-tujuh-bandara-ditutup-hingga-sore\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Mengganggu Penerbangan, Tujuh Bandara Ditutup hingga Sore"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417022"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417022"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417022\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":417024,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417022\/revisions\/417024"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/417023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}