{"id":417366,"date":"2026-09-15T10:52:26","date_gmt":"2026-09-15T03:52:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=417366"},"modified":"2026-09-15T11:50:25","modified_gmt":"2026-09-15T04:50:25","slug":"indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/","title":{"rendered":"Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI, Saatnya Kuasai Titik Strategis Rantai Teknologi Global"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Indonesia menghadapi momentum penting dalam perkembangan kecerdasan artifisial atau <em>Artificial Intelligence<\/em> (AI). Di tengah perlombaan negara-negara dunia membangun industri AI, Indonesia dinilai tidak boleh berhenti sebagai pasar bagi berbagai produk dan layanan berbasis teknologi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan Indonesia perlu mengambil posisi yang lebih strategis dalam rantai industri AI global. Bukan berarti Indonesia harus menguasai seluruh tahapan industri, melainkan memilih titik-titik tertentu yang memiliki nilai tambah tinggi dan mampu memperkuat daya tawar nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pandangan tersebut disampaikan Nezar dalam Deloitte Indonesia Townhall di Jakarta Selatan, Jumat (11\/9\/2026). Forum tersebut menjadi ruang bagi kalangan pemerintah dan dunia usaha untuk membahas perkembangan teknologi, transformasi digital, serta tantangan yang dihadapi Indonesia dalam memasuki era AI. Dalam kesempatan itu, Nezar menekankan pentingnya membangun ekosistem teknologi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni saatnya kolaborasi harus dilakukan untuk menciptakan ekosistem yang <em>end-to-end<\/em>,\u201d ujar Nezar.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Rantai AI Jauh Lebih Panjang dari Aplikasi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Nezar, pembicaraan mengenai industri AI selama ini sering kali terlalu berfokus pada aplikasi yang langsung digunakan masyarakat, seperti mesin pencari berbasis AI, <em>chatbot<\/em>, perangkat lunak produktivitas, maupun berbagai layanan digital lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal, di balik aplikasi tersebut terdapat rantai industri yang jauh lebih kompleks. Ekosistem AI membutuhkan ketersediaan energi dan air, pusat data, kapasitas komputasi atau <em>compute power<\/em>, perangkat keras, semikonduktor, platform teknologi, hingga aplikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, nilai ekonomi AI tidak hanya berada pada perusahaan yang menghasilkan aplikasi. Nilai tersebut juga tersebar di sepanjang rantai pasok yang menopang teknologi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia, menurut Nezar, memiliki peluang untuk masuk pada beberapa lapisan strategis tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu yang paling potensial adalah industri semikonduktor. Komponen ini merupakan fondasi penting bagi perkembangan teknologi komputasi modern, termasuk infrastruktur yang menopang perkembangan AI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sinilah sumber daya alam Indonesia dapat menjadi modal strategis. Namun, persoalannya bukan sekadar memiliki cadangan mineral, melainkan bagaimana mengolahnya menjadi material yang dibutuhkan industri teknologi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Dari Komoditas Menjadi Material Strategis<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia memiliki berbagai sumber daya yang dapat berhubungan dengan rantai pasok industri semikonduktor, antara lain nikel, pasir silika, timah, tembaga, dan emas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nezar menilai keberadaan sumber daya tersebut memberikan peluang, tetapi belum otomatis menjadikan Indonesia sebagai pemain penting dalam industri teknologi global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yang namanya semikonduktor itu membutuhkan begitu banyak material, termasuk juga <em>critical mineral<\/em>. Nah, kita punya banyak di Indonesia yang akan menyumbang untuk pembuatan semikonduktor,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mencontohkan pasir silika. Berdasarkan data yang disampaikan Nezar dengan merujuk data Kementerian ESDM, Indonesia memiliki sekitar 7,8 miliar ton pasir silika. Namun, tantangannya adalah kemampuan pengolahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pasir silika kita 7,8 miliar ton menurut data ESDM. Tetapi tidak ada yang mengolahnya menjadi <em>silicone wafer<\/em> yang dibutuhkan untuk membuat semikonduktor,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut menggambarkan persoalan klasik dalam pembangunan industri Indonesia: kekayaan bahan baku belum tentu menghasilkan nilai tambah yang tinggi apabila pengolahan dan teknologi berada di negara lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, agenda hilirisasi perlu diperluas. Tidak cukup hanya mengolah komoditas menjadi produk antara, tetapi juga perlu diarahkan pada material dan komponen yang menjadi bagian dari industri teknologi masa depan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengamankan <em>Choke Point<\/em><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nezar menggunakan istilah <em>choke point<\/em> untuk menjelaskan titik strategis dalam sebuah rantai produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks geopolitik, <em>choke point<\/em> sering dikaitkan dengan jalur perdagangan penting. Namun dalam industri teknologi, istilah tersebut merujuk pada bagian tertentu dari rantai pasok yang sangat penting, terbatas, dan sulit digantikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Negara atau perusahaan yang mampu menguasai titik tersebut memiliki posisi tawar yang lebih kuat karena pihak lain membutuhkan produk, material, teknologi, atau kapasitas yang mereka kuasai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDalam industri ini, siapa yang menguasai barang-barang yang langka, dia akan menguasai <em>choke point<\/em>. <em>Choke point<\/em> itu bukan seperti menguasai Selat Hormuz atau Selat Malaka, tetapi dalam proses produksi ada titik-titik sempit yang dikuasai oleh negara-negara tertentu saja,\u201d jelas Nezar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Indonesia, strategi tersebut dapat menjadi alternatif yang lebih realistis dibandingkan mencoba membangun seluruh rantai industri semikonduktor dari nol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nezar mengakui Indonesia mungkin membutuhkan waktu panjang untuk menyamai negara seperti Taiwan dalam industri semikonduktor. Namun, Indonesia tetap dapat mengambil bagian pada mata rantai tertentu yang memiliki arti strategis bagi industri di negara-negara seperti Taiwan dan Korea Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMungkin kita tidak akan masuk seperti Taiwan, karena itu butuh waktu yang panjang. Tapi setidaknya kita mengamankan beberapa material yang dibutuhkan oleh industri-industri seperti yang berbasis di Taiwan, di Korea Selatan. Materialnya itu ada di kita,\u201d katanya.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Menuju Ekosistem AI yang Utuh<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gagasan tersebut sejalan dengan arah yang lebih luas dalam pembangunan ekosistem AI Indonesia. Pemerintah sebelumnya telah menekankan pentingnya membangun kemampuan AI secara <em>full stack<\/em>, mulai dari infrastruktur dasar, listrik, air, GPU dan <em>chips<\/em>, platform, hingga aplikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komdigi juga melihat pengembangan <em>sovereign AI<\/em> sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi nasional. Pendekatan ini bukan berarti Indonesia harus sepenuhnya tertutup dari teknologi global, melainkan memiliki kapasitas dan infrastruktur yang cukup agar tidak sepenuhnya bergantung pada negara atau perusahaan tertentu dalam aspek-aspek strategis AI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks tersebut, sumber daya mineral kritis, infrastruktur komputasi, pusat data, talenta digital, riset, dan kemampuan membangun model AI menjadi bagian dari satu ekosistem yang saling berkaitan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia memiliki keunggulan pada beberapa komponen tersebut. Tantangannya adalah menghubungkan keunggulan yang tersebar itu menjadi sebuah rantai nilai yang terintegrasi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Deloitte Indonesia Townhall dan Tantangan Dunia Usaha<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembahasan di Deloitte Indonesia Townhall menjadi relevan karena transformasi AI bukan semata-mata agenda pemerintah. Dunia usaha merupakan salah satu aktor utama yang akan menentukan seberapa cepat peluang teknologi tersebut diterjemahkan menjadi investasi, inovasi, produktivitas, dan lapangan kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Forum seperti <em>townhall<\/em> juga mempertemukan perspektif kebijakan dengan kebutuhan industri. Bagi perusahaan, perkembangan AI bukan hanya soal penggunaan perangkat lunak baru, tetapi menyangkut perubahan model bisnis, kebutuhan talenta, keamanan data, infrastruktur digital, efisiensi operasional, hingga strategi investasi jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran Nezar dalam forum tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah mendorong dialog yang lebih erat dengan sektor swasta untuk membangun ekosistem digital nasional. Pesan utamanya adalah pengembangan AI membutuhkan kolaborasi lintas sektor, bukan hanya kebijakan pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena rantai AI bersifat lintas industri. Industri energi menyediakan kebutuhan listrik, sektor infrastruktur membangun pusat data, industri pertambangan memasok mineral, manufaktur menghasilkan komponen, perusahaan teknologi mengembangkan platform dan aplikasi, sementara perguruan tinggi serta lembaga riset menyiapkan pengetahuan dan talenta.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Talenta Menjadi Faktor Penentu<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain sumber daya alam dan infrastruktur, kemampuan manusia tetap menjadi salah satu faktor penentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia membutuhkan talenta yang tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi memahami teknologi di baliknya. Kebutuhan tersebut mencakup bidang <em>data science<\/em>, <em>machine learning<\/em>, <em>chip design<\/em>, <em>cloud computing<\/em>, keamanan siber, robotika, hingga pengembangan perangkat keras.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nezar sebelumnya menekankan bahwa Indonesia memiliki talenta digital yang mampu bersaing secara global. Tantangannya adalah memberikan akses kepada talenta tersebut terhadap infrastruktur komputasi dan pengetahuan teknis yang memadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, strategi AI nasional tidak dapat hanya mengandalkan investasi perusahaan teknologi asing. Indonesia perlu membangun kapasitas domestik agar masyarakat dan perusahaan nasional dapat ikut menciptakan teknologi, bukan hanya mengonsumsinya.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Dari Pasar Menjadi Pemain<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertumbuhan AI akan membuka peluang ekonomi yang sangat besar, tetapi manfaatnya tidak otomatis akan dinikmati oleh negara yang hanya menjadi konsumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Indonesia hanya menggunakan aplikasi dan infrastruktur yang dibuat negara lain, sebagian besar nilai tambah akan tetap berada di luar negeri. Sebaliknya, apabila Indonesia mampu menguasai bagian tertentu dari rantai pasok\u2014mulai dari material strategis, komponen, pusat data, komputasi, talenta, hingga aplikasi\u2014maka semakin besar pula peluang menciptakan nilai ekonomi di dalam negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, pernyataan Nezar di Deloitte Indonesia Townhall membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar strategi industri AI. Ini merupakan ajakan agar Indonesia melihat AI sebagai bagian dari agenda industrialisasi dan kedaulatan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia tidak harus menjadi Taiwan berikutnya dalam waktu singkat. Indonesia juga tidak harus menguasai seluruh rantai industri AI. Yang lebih penting adalah menemukan titik strategis yang realistis untuk dikuasai, membangun kapasitas pengolahannya, dan menghubungkannya dengan kebutuhan industri global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika sumber daya alam, infrastruktur digital, talenta, riset, industri, dan kebijakan dapat dipertemukan dalam ekosistem yang terintegrasi, Indonesia memiliki peluang untuk bergerak dari sekadar pasar AI menjadi salah satu pemain dalam rantai nilai AI global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah persaingan teknologi yang semakin erat dengan geopolitik, kemampuan menguasai titik strategis tersebut pada akhirnya bukan hanya soal keuntungan ekonomi. Ia juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tawar Indonesia dalam menentukan posisi di industri teknologi masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Indonesia menghadapi momentum penting dalam perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Di tengah perlombaan negara-negara dunia membangun industri AI, Indonesia dinilai tidak boleh berhenti sebagai pasar bagi berbagai produk dan layanan berbasis teknologi tersebut. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan Indonesia perlu mengambil posisi yang lebih strategis dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":417367,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[1],"tags":[35082],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI, Saatnya Kuasai Titik Strategis Rantai Teknologi Global - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Indonesia menghadapi momentum penting dalam perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Di tengah perlombaan negara-negara dunia membangun industri AI, Indonesia dinilai tidak boleh berhenti sebagai pasar bagi berbagai produk dan layanan berbasis teknologi tersebut. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan Indonesia perlu mengambil posisi yang lebih strategis dalam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-15T03:52:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-15T04:50:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dXBsb2Fkcy8yMDI2LzkvMTIvODlhOGIxMDktZmJmNS00MGUzLTllYWItZTZhNmEzYWUzYThiLmpwZWc.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1212\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"808\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dXBsb2Fkcy8yMDI2LzkvMTIvODlhOGIxMDktZmJmNS00MGUzLTllYWItZTZhNmEzYWUzYThiLmpwZWc.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dXBsb2Fkcy8yMDI2LzkvMTIvODlhOGIxMDktZmJmNS00MGUzLTllYWItZTZhNmEzYWUzYThiLmpwZWc.jpeg\",\"width\":1212,\"height\":808,\"caption\":\"Foto: Kemkomdigi\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/\",\"name\":\"Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI, Saatnya Kuasai Titik Strategis Rantai Teknologi Global - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-09-15T03:52:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-15T04:50:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI, Saatnya Kuasai Titik Strategis Rantai Teknologi Global\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI, Saatnya Kuasai Titik Strategis Rantai Teknologi Global - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Indonesia menghadapi momentum penting dalam perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Di tengah perlombaan negara-negara dunia membangun industri AI, Indonesia dinilai tidak boleh berhenti sebagai pasar bagi berbagai produk dan layanan berbasis teknologi tersebut. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan Indonesia perlu mengambil posisi yang lebih strategis dalam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2026-09-15T03:52:26+00:00","article_modified_time":"2026-09-15T04:50:25+00:00","og_image":[{"width":1212,"height":808,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dXBsb2Fkcy8yMDI2LzkvMTIvODlhOGIxMDktZmJmNS00MGUzLTllYWItZTZhNmEzYWUzYThiLmpwZWc.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dXBsb2Fkcy8yMDI2LzkvMTIvODlhOGIxMDktZmJmNS00MGUzLTllYWItZTZhNmEzYWUzYThiLmpwZWc.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/dXBsb2Fkcy8yMDI2LzkvMTIvODlhOGIxMDktZmJmNS00MGUzLTllYWItZTZhNmEzYWUzYThiLmpwZWc.jpeg","width":1212,"height":808,"caption":"Foto: Kemkomdigi"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/","name":"Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI, Saatnya Kuasai Titik Strategis Rantai Teknologi Global - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-09-15T03:52:26+00:00","dateModified":"2026-09-15T04:50:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/09\/15\/indonesia-tak-boleh-hanya-jadi-pasar-ai-saatnya-kuasai-titik-strategis-rantai-teknologi-global\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI, Saatnya Kuasai Titik Strategis Rantai Teknologi Global"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417366"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417366"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417366\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":417371,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417366\/revisions\/417371"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/417367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}