{"id":418289,"date":"2026-10-07T17:27:51","date_gmt":"2026-10-07T10:27:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=418289"},"modified":"2026-10-07T17:27:51","modified_gmt":"2026-10-07T10:27:51","slug":"brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/","title":{"rendered":"BRIN Kembangkan Singkong-APP, Inovasi Berbasis Pati Singkong untuk Tekan Kebakaran Gambut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Jakarta). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN mengembangkan Singkong-APP, formulasi retardan api berbasis pati singkong dan amonium polifosfat atau ammonium polyphosphate (APP) yang dirancang untuk membantu menangani kebakaran di lahan gambut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inovasi ini dikembangkan dengan melihat karakteristik kebakaran gambut yang berbeda dengan kebakaran vegetasi biasa. Api pada lahan gambut tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi dapat terus membara dan merambat di bawah tanah. Bara yang tersisa kemudian berpotensi kembali memicu api ketika memperoleh pasokan oksigen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, penanganan kebakaran gambut tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat. Panas dan bara yang tertinggal di bawah permukaan juga perlu ditekan agar kebakaran tidak kembali muncul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Julinton Sianturi, <strong>mengatakan<\/strong> pengembangan Singkong-APP berangkat dari upaya memahami mekanisme kebakaran gambut hingga tingkat molekuler.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKebakaran pada lahan gambut dapat merambat di bawah permukaan dan menyisakan panas. Ketika terdapat celah masuk oksigen, pembakaran dapat kembali muncul di permukaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pengembangan pendekatan pemadaman,\u201d ujar Julinton dalam Media Lounge Discussion (MELODI) bertema \u201cSains di Balik Karhutla Gambut dan Teknologi\u201d di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, Selasa (6\/10\/2026).<\/p>\n<p>Meski menggunakan nama Singkong-APP, bahan dari singkong yang digunakan dalam formulasi ini bukanlah seluruh bagian tanaman, melainkan *ati atau starch**.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pati tersebut dikombinasikan dengan APP sebagai komponen utama retardan api. Formulasi juga menggunakan alkyl polyglucoside (APG) yang berfungsi membantu menurunkan viskositas sehingga cairan lebih mudah diaplikasikan dengan metode penyemprotan dan diharapkan mampu menembus bagian bawah material yang terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mekanisme kerja Singkong-APP dirancang untuk mengatasi karakteristik pembakaran gambut yang berlangsung secara perlahan atau smouldering. Ketika terkena panas, APP mengalami dekomposisi dan menghasilkan asam fosfat serta amonia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asam fosfat kemudian berinteraksi dengan pati singkong. Pada proses pemanasan berikutnya, interaksi tersebut menghasilkan lapisan karbon atau char.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lapisan char menjadi bagian penting dari mekanisme perlindungan karena dapat menghambat perpindahan panas, membatasi kontak material terbakar dengan lingkungan, serta mengurangi akses oksigen yang dibutuhkan untuk mempertahankan pembakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan mekanisme tersebut, penyemprotan Singkong-APP diarahkan bukan hanya untuk membasahi permukaan, tetapi juga membentuk lapisan pelindung ketika panas dan pembakaran dari bagian bawah bergerak kembali menuju permukaan.<\/p>\n<p>Tidak Sekadar Mengandalkan Efek Pendinginan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pengujian awal, BRIN membandingkan efektivitas Singkong-APP dengan air yang digunakan sebagai kontrol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Air pada dasarnya bekerja terutama melalui mekanisme pendinginan dan pembasahan. Sementara itu, Singkong-APP dirancang menggabungkan beberapa mekanisme, yakni pendinginan, pembasahan, retensi cairan, serta pembentukan lapisan char untuk menekan pembakaran residual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengujian dilakukan menggunakan media simulasi yang dirancang menyerupai karakteristik material yang terbakar dalam kebakaran gambut. Material tersebut terdiri atas daun kering, ranting, sekam padi, dan serbuk gergaji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangkaian pengujian dimulai dari pembentukan bara atau smouldering, dilanjutkan dengan penyemprotan pada permukaan, pengamatan penetrasi cairan ke bagian bawah media, pemadaman pembakaran residual, hingga pemantauan kondisi setelah pemadaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil awal menunjukkan adanya perbedaan penggunaan cairan antara kedua metode. Singkong-APP membutuhkan sekitar 65 liter cairan, sedangkan air sebagai kontrol membutuhkan 120 liter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi waktu aplikasi, Singkong-APP juga tercatat membutuhkan sekitar 15 menit, sementara penggunaan air mencapai 23 menit 35 detik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan lebih terlihat ketika pengujian memasuki tahap penetrasi ke bagian bawah media. Suhu pada media yang diberi Singkong-APP tercatat sekitar 46 derajat Celsius, sedangkan media yang menggunakan air masih mencapai 117,5 derajat Celsius.<\/p>\n<p>Setelah 60 menit pengamatan, tidak ditemukan titik api pada media yang diberi Singkong-APP. Sebaliknya, pada media yang menggunaka<\/p>\n<hr \/>\n<p>n air masih ditemukan enam titik api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengamatan lanjutan juga menunjukkan tidak adanya asap maupun nyala api setelah 60 menit pada material yang diberi Singkong-APP. Pada media dengan air, proses pembakaran masih teramati.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Menjawab Tantangan Kebakaran Gambut<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil pengujian tersebut memberikan indikasi bahwa pendekatan <strong>berbasis<\/strong> retardan dapat menjadi salah satu alternatif teknologi untuk menangani pembakaran yang masih berlangsung di bawah permukaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini penting mengingat kebakaran gambut memiliki karakteristik yang memungkinkan api tidak terlihat secara jelas, tetapi panas dan bara tetap tersimpan di dalam lapisan gambut. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih kompleks dan meningkatkan risiko munculnya kembali titik api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, BRIN menegaskan bahwa hasil yang diperoleh masih berada pada tahap awal. Pengujian belum dilakukan langsung pada kawasan gambut dalam skala lapangan sehingga efektivitas, kebutuhan material, metode aplikasi, serta dampak lingkungan masih perlu dikaji lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap berikutnya diarahkan pada scale-up atau peningkatan skala produksi dan pengujian untuk mengetahui sejauh mana Singkong-APP dapat diterapkan pada area kebakaran yang lebih luas.<\/p>\n<p>\u201cPermasalahan berikutnya adalah bagaimana melakukan produksi secara untuk menjawab kebutuhan nasional, terutama untuk pembakaran di lahan yang lebih besar,\u201d kata Julinton.<\/p>\n<h4>Tantangan Produksi dan Keselamatan<\/h4>\n<p>Selain persoalan aplikasi di lapangan, pengembangan Singkong-APP juga menghadapi tantangan dari sisi ketersediaan bahan baku APP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Julinton, amonium polifosfat belum tersedia secara memadai di Indonesia sehingga tim peneliti melakukan proses sintesis sendiri. Proses tersebut menggunakan asam fosfat dan urea, dengan salah satu hasil samping berupa amonia yang memiliki sifat toksik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi. Untuk produksi dalam skala lebih besar, diperlukan reaktor yang sesuai serta sistem pengendalian yang mampu melindungi peneliti dan operator selama proses sintesis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, pengembangan Singkong-APP tidak hanya menyangkut efektivitas formulasi dalam memadamkan api, tetapi juga mencakup aspek produksi, keselamatan, distribusi, metode penyemprotan, hingga kemampuan formulasi menjangkau lapisan material yang terbakar di bawah permukaan.<\/p>\n<h4><strong>Menuju Teknologi Pemadaman Skala Lapangan<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">BRIN selanjutnya akan mengembangkan formulasi tersebut menuju skala yang lebih besar dan melakukan pengujian lanjutan dalam kondisi yang semakin mendekati karakteristik kebakaran gambut sebenarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengembangan sistem penyemprotan juga menjadi perhatian agar Singkong-APP dapat diaplikasikan secara efektif, memiliki daya penetrasi yang memadai, dan mampu membentuk lapisan pelindung pada bagian material yang masih mengalami pembakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika tahapan tersebut berhasil dilalui, Singkong-APP berpotensi menjadi salah satu teknologi pendukung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada ekosistem gambut yang memiliki karakteristik pembakaran bawah permukaan.<\/p>\n<p>Lebih jauh, pengembangan formulasi berbasis pati singkong tersebut menunjukkan bagaimana riset kimia dapat diarahkan untuk menjawab persoalan lingkungan yang kompleks. Pemanfaatan bahan berbasis sumber daya lokal, dikombinasikan dengan teknologi retardan, menjadi bagian dari upaya mencari pendekatan pemadaman yang tidak hanya cepat di permukaan, tetapi juga mampu mengatasi sumber panas dan bara yang tersembunyi di bawahnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Jakarta). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN mengembangkan Singkong-APP, formulasi retardan api berbasis pati singkong dan amonium polifosfat atau ammonium polyphosphate (APP) yang dirancang untuk membantu menangani kebakaran di lahan gambut. Inovasi ini dikembangkan dengan melihat karakteristik kebakaran gambut yang berbeda dengan kebakaran vegetasi biasa. Api pada lahan gambut tidak selalu terlihat di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":418292,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[1],"tags":[35182],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BRIN Kembangkan Singkong-APP, Inovasi Berbasis Pati Singkong untuk Tekan Kebakaran Gambut - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; Jakarta). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN mengembangkan Singkong-APP, formulasi retardan api berbasis pati singkong dan amonium polifosfat atau ammonium polyphosphate (APP) yang dirancang untuk membantu menangani kebakaran di lahan gambut. Inovasi ini dikembangkan dengan melihat karakteristik kebakaran gambut yang berbeda dengan kebakaran vegetasi biasa. Api pada lahan gambut tidak selalu terlihat di [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-07T10:27:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261007-WA0049.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1179\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"663\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261007-WA0049.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261007-WA0049.jpg\",\"width\":1179,\"height\":663},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/\",\"name\":\"BRIN Kembangkan Singkong-APP, Inovasi Berbasis Pati Singkong untuk Tekan Kebakaran Gambut - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-10-07T10:27:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-07T10:27:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"BRIN Kembangkan Singkong-APP, Inovasi Berbasis Pati Singkong untuk Tekan Kebakaran Gambut\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"BRIN Kembangkan Singkong-APP, Inovasi Berbasis Pati Singkong untuk Tekan Kebakaran Gambut - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; Jakarta). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN mengembangkan Singkong-APP, formulasi retardan api berbasis pati singkong dan amonium polifosfat atau ammonium polyphosphate (APP) yang dirancang untuk membantu menangani kebakaran di lahan gambut. Inovasi ini dikembangkan dengan melihat karakteristik kebakaran gambut yang berbeda dengan kebakaran vegetasi biasa. Api pada lahan gambut tidak selalu terlihat di [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2026-10-07T10:27:51+00:00","og_image":[{"width":1179,"height":663,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261007-WA0049.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261007-WA0049.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261007-WA0049.jpg","width":1179,"height":663},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/","name":"BRIN Kembangkan Singkong-APP, Inovasi Berbasis Pati Singkong untuk Tekan Kebakaran Gambut - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-10-07T10:27:51+00:00","dateModified":"2026-10-07T10:27:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/10\/07\/brin-kembangkan-singkong-app-inovasi-berbasis-pati-singkong-untuk-tekan-kebakaran-gambut\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"BRIN Kembangkan Singkong-APP, Inovasi Berbasis Pati Singkong untuk Tekan Kebakaran Gambut"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418289"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=418289"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418289\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":418293,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418289\/revisions\/418293"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/418292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=418289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=418289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=418289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}