{"id":419284,"date":"2026-11-04T12:11:47","date_gmt":"2026-11-04T05:11:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=419284"},"modified":"2026-11-04T12:11:47","modified_gmt":"2026-11-04T05:11:47","slug":"fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/","title":{"rendered":"Fundamental Ekonomi Kuat, Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Tetap Terpelihara"},"content":{"rendered":"<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan kondisi sistem keuangan Indonesia sepanjang triwulan III 2026 masih berada dalam kondisi stabil meskipun perekonomian global menghadapi berbagai tekanan. Ketahanan tersebut ditopang oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat serta koordinasi kebijakan yang solid antara pemerintah, otoritas moneter, dan sektor keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2026 di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Selasa (3\/11\/2026). Rapat yang berlangsung pada Rabu (28\/10\/2026) itu mengevaluasi perkembangan stabilitas sistem keuangan selama periode Juli hingga September 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan hasil evaluasi KSSK, stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan III 2026 tetap terpelihara. Ketahanan ekonomi nasional juga tercermin dari pertumbuhan yang solid serta fungsi intermediasi keuangan yang berjalan dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, tekanan terhadap perekonomian mulai meningkat memasuki Oktober 2026. Sejumlah faktor pemicunya antara lain eskalasi konflik geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga energi dunia, kecenderungan kebijakan moneter global yang lebih ketat, serta kondisi likuiditas domestik yang semakin terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dinamika pasar saham setelah pengumuman MSCI dan meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar turut memengaruhi pasar keuangan. Situasi tersebut juga memicu peningkatan arus modal keluar dari pasar saham Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kendati menghadapi tantangan tersebut, KSSK menilai fundamental ekonomi nasional dan respons kebijakan yang adaptif masih menjadi penopang utama stabilitas sistem keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen secara forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan. Kami juga akan terus memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak rambatan risiko global,&#8221; ujar Menkeu.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Prospek Ekonomi Global dan Domestik<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suahasil menjelaskan bahwa prospek ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Konflik di kawasan Timur Tengah, misalnya, turut memberikan tekanan terhadap harga minyak dan berbagai komoditas global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, kebijakan moneter sejumlah negara ekonomi utama juga memperlihatkan kecenderungan pengetatan. Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), European Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BoJ) masing-masing menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026. Kondisi ini diperkirakan mempertahankan tren suku bunga tinggi dalam periode lebih panjang atau higher for longer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury masih bertahan pada tingkat tinggi. Perkembangan tersebut dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter ke depan serta besarnya defisit anggaran pemerintah AS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, minat investor global terhadap aset portofolio di negara berkembang masih terbatas. Hal ini turut menopang kekuatan indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang negara maju maupun berkembang dan berpotensi membatasi arus modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2026, International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global mencapai 3,1% pada 2026, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Inflasi global juga diproyeksikan meningkat menjadi 4,7%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah situasi tersebut, perekonomian Indonesia pada triwulan III 2026 diperkirakan tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Permintaan domestik dan kinerja ekspor menjadi faktor pendukung utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsumsi rumah tangga ditopang oleh berbagai stimulus fiskal pemerintah. APBN terus menjalankan fungsi sebagai shock absorber melalui pemberian subsidi, kompensasi, perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan, serta program penciptaan lapangan kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi investasi, pertumbuhan diperkirakan tetap kuat berkat keberlanjutan proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur yang masuk dalam program prioritas pemerintah. Konsumsi pemerintah juga mendapat dukungan dari percepatan realisasi belanja negara dan penyaluran bantuan sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, sektor eksternal memperoleh dorongan dari peningkatan ekspor nonmigas yang memanfaatkan momentum kenaikan harga dan permintaan komoditas di pasar internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah indikator ekonomi turut memperlihatkan tren positif. Pada September 2026, penjualan mobil tumbuh 28,1% secara tahunan, sedangkan penjualan sepeda motor meningkat 15,4%. Aktivitas manufaktur juga terus mengalami ekspansi, tercermin dari Purchasing Managers&#8217; Index (PMI) manufaktur Indonesia yang naik dari 52 pada September menjadi 54 pada Oktober 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 diperkirakan berada pada kisaran 5,4% hingga 5,5%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah dan Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan. Kolaborasi pemerintah bersama Danantara melalui pendekatan two arms of the state juga ditingkatkan guna mempertahankan stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan nilai tambah lebih tinggi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Pasar Surat Berharga Negara Tetap Tangguh<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah gejolak pasar keuangan internasional, pasar Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia masih menunjukkan daya tahan yang baik. Kepercayaan investor global terhadap instrumen surat utang pemerintah tetap terjaga selama triwulan III 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal tersebut terlihat dari pembelian bersih (net buy) SBN oleh investor nonresiden yang mencapai Rp28,79 triliun. Perkembangan ini membuat kepemilikan SBN oleh investor asing meningkat 3,28% dibandingkan posisi akhir 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, selisih imbal hasil (spread) SBN seri acuan tenor 10 tahun terhadap US Treasury tenor 10 tahun tercatat sebesar 183 basis poin. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai 184 basis poin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Capaian tersebut mencerminkan bahwa instrumen SBN domestik masih mampu mempertahankan daya tarik bagi investor di tengah kondisi suku bunga global yang relatif tinggi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Realisasi APBN hingga Triwulan III 2026<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga memaparkan perkembangan pelaksanaan APBN hingga akhir triwulan III 2026. Anggaran negara terus diarahkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan mendukung berbagai agenda pembangunan nasional melalui optimalisasi pendapatan, belanja, serta pembiayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Realisasi pendapatan negara dan hibah hingga akhir September 2026 mencapai Rp2.341,5 triliun atau meningkat 25,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp1.847,7 triliun, tumbuh 21,8% secara tahunan. Peningkatan tersebut didukung aktivitas ekonomi yang tetap kuat serta implementasi sistem Coretax yang semakin baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp240,1 triliun atau tumbuh 8,5% secara akumulatif. Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi sebesar Rp492,3 triliun, meningkat 41,7% secara tahunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi pengeluaran, realisasi belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun atau tumbuh 19% secara tahunan. Belanja Pemerintah Pusat tercatat sebesar Rp2.061,3 triliun, meningkat 29,6%, sedangkan Transfer ke Daerah mencapai Rp599,2 triliun atau mengalami kontraksi 7,1%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai berbagai program pemerintah, antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial reguler, Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN), Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belanja negara juga dimanfaatkan untuk pembangunan jalan dan jembatan, peningkatan fasilitas pendidikan, pembayaran manfaat pensiun, serta penyaluran subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) maupun listrik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada sektor pembiayaan, realisasi hingga triwulan III 2026 mencapai Rp462 triliun atau meningkat 0,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembiayaan anggaran dikelola secara hati-hati dan terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan likuiditas pemerintah, optimalisasi kas, serta perkembangan pasar keuangan. Pemerintah juga mengarahkan pembiayaan investasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan sektor pangan, pertanian, perumahan, pendidikan, serta infrastruktur.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>APBN Dioptimalkan untuk Perlindungan Masyarakat dan Program Prioritas<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ke depan, pemerintah akan terus mengoptimalkan APBN sebagai instrumen untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus mendorong pertumbuhan nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam rangka mempertahankan daya beli masyarakat serta menjaga kestabilan harga dan pasokan energi maupun pangan, pemerintah telah merealisasikan subsidi sebesar Rp222,5 triliun dan kompensasi mencapai Rp154,5 triliun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlindungan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan juga dilanjutkan melalui berbagai program bantuan sosial. Hingga triwulan III 2026, penyaluran PKH mencapai Rp21,8 triliun, Kartu Sembako sebesar Rp28,2 triliun, dan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp11,1 triliun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menjalankan fungsi perlindungan, APBN juga berperan sebagai instrumen pembangunan atau agent of development untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah, termasuk MBG. Hingga akhir September 2026, program tersebut telah menjangkau 57 juta penerima manfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan mendukung keberlangsungan aktivitas dunia usaha. Dukungan tersebut mencakup insentif perpajakan bagi sektor pariwisata, fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor perumahan, bantuan pangan, serta potongan biaya transportasi pada masa libur Lebaran dan libur sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di samping itu, pemerintah turut memperluas program magang dan pendidikan vokasi untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui pengelolaan APBN yang responsif, adaptif, dan kredibel, pemerintah berupaya menjaga ketahanan ekonomi nasional, mempertahankan daya beli masyarakat, serta memastikan berbagai agenda pembangunan tetap berjalan di tengah ketidakpastian ekonomi global.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan kondisi sistem keuangan Indonesia sepanjang triwulan III 2026 masih berada dalam kondisi stabil meskipun perekonomian global menghadapi berbagai tekanan. Ketahanan tersebut ditopang oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat serta koordinasi kebijakan yang solid antara pemerintah, otoritas moneter, dan sektor keuangan. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":419285,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[1],"tags":[35326],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fundamental Ekonomi Kuat, Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Tetap Terpelihara - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan kondisi sistem keuangan Indonesia sepanjang triwulan III 2026 masih berada dalam kondisi stabil meskipun perekonomian global menghadapi berbagai tekanan. Ketahanan tersebut ditopang oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat serta koordinasi kebijakan yang solid antara pemerintah, otoritas moneter, dan sektor keuangan. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-11-04T05:11:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/stabilitaskeuangantriwulanIII.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"590\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/stabilitaskeuangantriwulanIII.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/stabilitaskeuangantriwulanIII.jpeg\",\"width\":1024,\"height\":590,\"caption\":\"Foto: Kemenkeu\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/\",\"name\":\"Fundamental Ekonomi Kuat, Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Tetap Terpelihara - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-11-04T05:11:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-04T05:11:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fundamental Ekonomi Kuat, Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Tetap Terpelihara\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fundamental Ekonomi Kuat, Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Tetap Terpelihara - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan kondisi sistem keuangan Indonesia sepanjang triwulan III 2026 masih berada dalam kondisi stabil meskipun perekonomian global menghadapi berbagai tekanan. Ketahanan tersebut ditopang oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat serta koordinasi kebijakan yang solid antara pemerintah, otoritas moneter, dan sektor keuangan. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2026-11-04T05:11:47+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":590,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/stabilitaskeuangantriwulanIII.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/stabilitaskeuangantriwulanIII.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/stabilitaskeuangantriwulanIII.jpeg","width":1024,"height":590,"caption":"Foto: Kemenkeu"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/","name":"Fundamental Ekonomi Kuat, Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Tetap Terpelihara - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-11-04T05:11:47+00:00","dateModified":"2026-11-04T05:11:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/04\/fundamental-ekonomi-kuat-stabilitas-sistem-keuangan-indonesia-tetap-terpelihara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fundamental Ekonomi Kuat, Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Tetap Terpelihara"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419284"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=419284"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":419286,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419284\/revisions\/419286"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/419285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=419284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=419284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=419284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}