{"id":419383,"date":"2026-11-05T14:58:42","date_gmt":"2026-11-05T07:58:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?p=419383"},"modified":"2026-11-05T14:58:42","modified_gmt":"2026-11-05T07:58:42","slug":"inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/","title":{"rendered":"Inflasi Terkendali, Surplus Perdagangan Berlanjut, Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif"},"content":{"rendered":"<div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Sejumlah indikator ekonomi yang diumumkan pada Senin (2\/11\/2026) memperlihatkan ketahanan perekonomian Indonesia tetap terjaga menjelang rilis pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026 pada 5 November mendatang. Tiga indikator tersebut meliputi inflasi Oktober yang masih berada dalam sasaran pemerintah, neraca perdagangan September yang kembali mencatatkan surplus, serta aktivitas manufaktur yang menunjukkan ekspansi terkuat dalam lebih dari dua tahun terakhir.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan upaya mendorong pertumbuhan melalui penguatan daya beli, peningkatan investasi, serta pengembangan sektor industri dan daya saing produk dalam negeri.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dari sisi harga, inflasi Indonesia pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23% secara tahunan (<em>year-on-year\/yoy<\/em>), masih berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5\u00b11%. Inflasi inti juga mengalami perlambatan menjadi 2,56% (yoy), menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, inflasi harga yang diatur pemerintah (<em>Administered Prices\/AP<\/em>) tercatat sebesar 3,24% (yoy), antara lain dipengaruhi penyesuaian biaya tambahan bahan bakar atau <em>fuel surcharge<\/em> untuk penerbangan domestik kelas ekonomi. Berbeda dengan komponen tersebut, inflasi harga pangan bergejolak (<em>Volatile Food\/VF<\/em>) meningkat menjadi 5,81% (yoy). Kenaikan ini terutama dipicu naiknya harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat akibat penurunan produksi selama musim kemarau yang diperpanjang oleh fenomena El Ni\u00f1o.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Stabilitas harga tersebut tidak terlepas dari koordinasi pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Ke depan, koordinasi lintas sektor dan wilayah akan diperkuat untuk mengantisipasi gangguan produksi maupun distribusi pangan, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Menghadapi penghujung tahun, pemerintah juga meningkatkan langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan kebutuhan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta risiko penurunan produksi akibat El Ni\u00f1o. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air dan jaringan irigasi, percepatan serta pengaturan pola tanam, dan pemanfaatan lahan produktif.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain itu, pemetaan daerah rawan produksi dan penguatan sistem peringatan dini (<em>Early Warning System<\/em>) terus dilakukan agar potensi gangguan pasokan dapat diketahui lebih awal. Pada sisi distribusi, pemerintah mengoptimalkan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan, serta menyiapkan intervensi apabila diperlukan. Berbagai langkah ini ditujukan untuk menjaga pasokan dan mencegah gejolak harga hingga akhir tahun, sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Di sektor perdagangan luar negeri, Indonesia kembali membukukan surplus neraca perdagangan sebesar USD3,36 miliar pada September 2026. Dengan demikian, surplus perdagangan telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut.<\/p>\n<p>Nilai ekspor pada periode tersebut mencapai USD27,59 miliar, tumbuh 3,68% secara bulanan (<em>month-to-month\/mtm<\/em>) dan 11,87% secara tahunan. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan harga sejumlah komoditas unggulan Indonesia, antara lain batu bara, gas alam, minyak kelapa sawit, karet alam, bijih besi, dan tembaga.<\/p>\n<p>Prospek ekspor nasional juga dinilai masih menjanjikan, seiring berlanjutnya kebijakan hilirisasi dan membaiknya kondisi ekonomi sejumlah negara mitra dagang utama. Pemerintah terus memperluas akses pasar melalui 25 perjanjian perdagangan internasional yang telah berlaku, sementara 13 perjanjian lainnya masih dalam tahap perundingan.<\/p>\n<p>Salah satu peluang yang segera dimanfaatkan adalah pemberlakuan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan perdagangan Indonesia-Uni Eropa tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi produk nasional untuk memasuki pasar Eropa.<\/p>\n<p>Adapun nilai impor Indonesia pada September 2026 tercatat sebesar USD24,23 miliar. Di tengah peningkatan kebutuhan barang untuk mendukung aktivitas industri, impor minyak dan gas (migas) justru mengalami penurunan 7,35% secara bulanan menjadi USD3,27 miliar. Perkembangan ini menunjukkan upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional, salah satunya melalui penerapan mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026.<\/p>\n<p>Di sisi lain, impor bahan baku dan barang penolong meningkat 3,12% (mtm) dan 24,65% (yoy). Impor barang modal juga tumbuh 12,14% (mtm) dan 1,25% (yoy). Peningkatan kedua kelompok impor tersebut mencerminkan kebutuhan industri terhadap bahan produksi, mesin, dan peralatan untuk memperbesar kapasitas serta mendukung aktivitas manufaktur.<\/p>\n<p>Penguatan aktivitas industri juga tercermin dalam Purchasing Managers&#8217; Index (PMI) Manufaktur Indonesia. Pada Oktober 2026, indeks tersebut naik menjadi 54,0 dari posisi 52,4 pada bulan sebelumnya. Capaian ini menunjukkan sektor manufaktur kembali mencatatkan ekspansi selama dua bulan berturut-turut sekaligus menjadi pertumbuhan terkuat sejak Maret 2024.<\/p>\n<p>Perbaikan kinerja tersebut terutama didorong oleh peningkatan pesanan baru dengan laju tercepat dalam lima tahun terakhir. Bahkan, pesanan ekspor baru mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak survei PMI pertama kali dilakukan pada April 2011.<\/p>\n<p>Meningkatnya permintaan turut mendorong aktivitas produksi mencapai pertumbuhan paling kuat sejak Maret 2024. Pelaku industri juga meningkatkan pembelian bahan baku dan persediaan untuk mengantisipasi kebutuhan produksi yang semakin besar.<\/p>\n<p>Optimisme dunia usaha terhadap prospek manufaktur Indonesia dalam 12 bulan ke depan turut memperkuat sinyal positif tersebut. Peningkatan permintaan dari pasar domestik dan internasional dinilai menjadi peluang bagi industri nasional untuk memperluas produksi, meskipun pengendalian biaya dan peningkatan kapasitas tetap diperlukan agar momentum ekspansi dapat dipertahankan.<\/p>\n<p>Untuk mendukung penguatan kapasitas produksi dan investasi, pemerintah melanjutkan berbagai fasilitas pembiayaan dan insentif bagi sektor produktif. Instrumen yang disiapkan mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Alsintan, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), serta Kredit Program Perumahan.<\/p>\n<p>Khusus untuk sektor industri, KIPK diarahkan membantu revitalisasi industri padat karya. Sementara itu, KUR terus diperkuat untuk memperluas pembiayaan usaha produktif, termasuk pelaku usaha yang memiliki orientasi ekspor. Pemerintah juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program magang dan pelatihan vokasi agar kompetensi tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.<\/p>\n<p>Airlangga menegaskan bahwa peningkatan aktivitas manufaktur dan kinerja ekspor harus diikuti penguatan investasi, hilirisasi, produktivitas, serta perluasan akses pasar. Di saat yang sama, stabilitas harga tetap menjadi prioritas agar daya beli masyarakat terjaga dan dunia usaha memiliki kepastian dalam menjalankan kegiatan ekonomi.<\/p>\n<p>Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional perlu ditopang tidak hanya oleh peningkatan permintaan, tetapi juga oleh kapasitas produksi dan daya saing industri yang semakin kuat.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, terkendalinya inflasi, berlanjutnya surplus perdagangan, serta meningkatnya ekspansi manufaktur menjadi sinyal positif bagi prospek perekonomian Indonesia. Pemerintah akan terus menjaga momentum tersebut melalui kebijakan yang responsif dan antisipatif, memperkuat koordinasi pusat dan daerah, serta mendorong investasi, produktivitas, dan daya saing industri nasional di tengah tantangan ekonomi global.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Sejumlah indikator ekonomi yang diumumkan pada Senin (2\/11\/2026) memperlihatkan ketahanan perekonomian Indonesia tetap terjaga menjelang rilis pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026 pada 5 November mendatang. Tiga indikator tersebut meliputi inflasi Oktober yang masih berada dalam sasaran pemerintah, neraca perdagangan September yang kembali mencatatkan surplus, serta aktivitas manufaktur yang menunjukkan ekspansi terkuat dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":419389,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[1],"tags":[33818],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.7.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Inflasi Terkendali, Surplus Perdagangan Berlanjut, Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif - Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Sejumlah indikator ekonomi yang diumumkan pada Senin (2\/11\/2026) memperlihatkan ketahanan perekonomian Indonesia tetap terjaga menjelang rilis pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026 pada 5 November mendatang. Tiga indikator tersebut meliputi inflasi Oktober yang masih berada dalam sasaran pemerintah, neraca perdagangan September yang kembali mencatatkan surplus, serta aktivitas manufaktur yang menunjukkan ekspansi terkuat dalam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibizmedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-11-05T07:58:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/menkoekonomi.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"694\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dyah Marwatri Nugrahani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\",\"name\":\"Vibizmedia.com\",\"description\":\"Business, Culture and Research\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/menkoekonomi.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/menkoekonomi.jpeg\",\"width\":1040,\"height\":694,\"caption\":\"Foto: Kemenko Ekon\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/\",\"name\":\"Inflasi Terkendali, Surplus Perdagangan Berlanjut, Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif - Vibizmedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-11-05T07:58:42+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-05T07:58:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Inflasi Terkendali, Surplus Perdagangan Berlanjut, Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3\",\"name\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dyah Marwatri Nugrahani\"},\"description\":\"A journalist in www.vibizmedia.com\",\"url\":\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Inflasi Terkendali, Surplus Perdagangan Berlanjut, Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif - Vibizmedia.com","og_description":"(Vibizmedia &#8211; Jakarta) Sejumlah indikator ekonomi yang diumumkan pada Senin (2\/11\/2026) memperlihatkan ketahanan perekonomian Indonesia tetap terjaga menjelang rilis pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026 pada 5 November mendatang. Tiga indikator tersebut meliputi inflasi Oktober yang masih berada dalam sasaran pemerintah, neraca perdagangan September yang kembali mencatatkan surplus, serta aktivitas manufaktur yang menunjukkan ekspansi terkuat dalam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/","og_site_name":"Vibizmedia.com","article_published_time":"2026-11-05T07:58:42+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":694,"url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/menkoekonomi.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dyah Marwatri Nugrahani","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/","name":"Vibizmedia.com","description":"Business, Culture and Research","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/menkoekonomi.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/menkoekonomi.jpeg","width":1040,"height":694,"caption":"Foto: Kemenko Ekon"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/#webpage","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/","name":"Inflasi Terkendali, Surplus Perdagangan Berlanjut, Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif - Vibizmedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-11-05T07:58:42+00:00","dateModified":"2026-11-05T07:58:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2026\/11\/05\/inflasi-terkendali-surplus-perdagangan-berlanjut-manufaktur-indonesia-makin-ekspansif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Inflasi Terkendali, Surplus Perdagangan Berlanjut, Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#\/schema\/person\/f70b88bf2606d486992528062fb292f3","name":"Dyah Marwatri Nugrahani","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdc666c4ff4fe21397b9c200329f242f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dyah Marwatri Nugrahani"},"description":"A journalist in www.vibizmedia.com","url":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/author\/nugrahani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419383"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=419383"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419383\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":419390,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419383\/revisions\/419390"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/419389"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=419383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=419383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=419383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}