(Vibizmedia – Nasional) Sebagai upaya penerapan kebijakan pemerintah dengan menetapkan satu harga bahan bakar minyak terutama di wilayah terpencil di Indonesia. PT Pertamina (Persero) berkomitmen untuk menjangkau wilayah terluar, terdepan & tertinggal (3 T) dalam BBM satu harga di Kalimantan.
Untuk itu, langkah yang dilakukan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI dengan membangun SPBU Kompak di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Kecamatan Long Apari ini berbatasan langsung dengan Malaysia.
General Manager Marketing Operation Region VI Kalimantan Mohammad Irfan mengatakan bahwa setelah 71 tahun Indonesia merdeka, baru hari ini masyarakat Long Apari menikmati harga yang sama, ungkap Irfan dalam peresmian satu harga tersebut, Kamis (16/2).
Irfan sampaikan bahwa Pertamina berkomitmen kuat menghadirkan bahan bakar minyak (BBM) dengan harga sama hingga ke pedalaman di perbatasan, ungkapnya.
Hal ini sesuai dengan ketentuan pemerintah dan strategi Pertamina dalam mengupayakan ketahanan energi hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dengan harga Premium Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter.
Untuk mempercepat pelaksanaan program bahan bakar minyak BBM satu harga di seluruh Indonesia ini, telah diterbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 tahun 2016 dan mulai berlaku sejak Januari 2017.
Harga BBM pada titik penyalur resmi sama di seluruh Indonesia, BBM untuk jenis Premium Ron 88, Solar 48 dan minyak tanah. Terkait penerapan BBM satu harga untuk seluruh pelosok Indonesia ini juga dapat mendorong para pelaku usaha niaga BBM membuat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah-daerah terpencil.
Dalam permen tersebut juga diatur bahwa margin penyaluran untuk tiap daerah akan dibedakan. Dengan dikembangkannya jaringan lembaga penyalur di wilayah ini, masyarakat dapat menikmati harga premium dan solar yang sama. Sebelumnya, harga per liter premium dapat mencapai Rp 15.000 dan solar Rp 13.000.
Dengan adanya satu harga di Long Pari, Kalimantan Timur ini, pemerintah berharap terjadi percepatan pembangunan ekonomi di wilayah 3 T dan dapat melayani kebutuhan BBM di darat maupun perairan, terang Irfan.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela









