Indonesia Mendapat Hibah USD 40 Juta Dari AS Untuk Mengelola Perikanan Berkelanjutan

0
967
Ilustrasi pantai. FOTO : VIBIZMEDIA.COM

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah Amerika Serikat berupaya mendukung pemerintah Indonesia dalam meningkatkan pengelolaan perikanan berkelanjutan dan konservasi keanekaragaman hayati laut dalam bentuk bantuan hibah sebesar USD 40 juta selama 5 tahun kedepan.

Bantuan hibah tersebut diberikan oleh US Agency for International Development (USAID) ini, memiliki 5 program sumber daya laut dan perikanan berkelanjutan dengan total nilai kerja sama USD 40 juta selama 5 tahun ke depan.

Kelima program tersebut terdiri dari Sustainable Ecosystems Advanced (SEA) yang bertujuan menguatkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang bertujuan memperkuat tata kelola dan ketahanan ekosistem pesisir dan laut, dan Supporting Nature and People Partnership for Enduring Resources (SNAPPER) yang bertujuan memperkuat konservasi keanekaragaman hayati laut dan pengelolaan perikanan berkelanjutan.

Ditambah dengan adanya kerja sama dengan Interpol yang bertujuan untuk pengelolaan perikanan dan penegakan hukum di laut, dan Oceans and Fisheries Partnership yang bertujuan memperkuat kerja sama regional untuk mempromosikan perikanan yang berkelanjutan.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan mengatakan bahwa sumber daya perikanan Indonesia telah dikenal menyimpan potensi yang baik selama ini dan memerlukan penanganan yang baik, ungkapnya Kamis (16/2).

Melalui kemitraan yang kuat antara Amerika Serikat dan Indonesia di sektor maritim, juga bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati laut yang vitaI serta mempromosikan pemanfaatan berkelanjutan yang akan mengamankan sumber daya pangan dan mata pencaharian masyarakat Indonesia.

Disamping itu, Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja mengatakan bahwa melalui kerjasama kedua negara ini, dapat meningkatkan produktivitas perikanan, ketahanan pangan dunia serta nutrisi serta mata pencaharian yang berkelanjutan melalui upaya konservasi habitat dan spesies penting dalam wilayah pengelolaan perairan yang menjadi target yakni Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715.

Dengan mengelola 6 juta hektar habitat kritis kelautan dan perikanan, pembangunan dan dukungan terhadap 15 Kawasan Konservasi Laut (KKL), serta peningkatan produktivitas perikanan, keamanan pangan dan gizi, dan mata pencaharian yang berkelanjutan di 13 kabupaten di Maluku Utara, MaIuku dan Papua Barat, terang Sjarief.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here