
(Vibizmedia – Nasional) Setelah 20 tahun berdirinya organisasi internasional yang menghimpun negara-negara pesisir dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia atau dikenal Indian Ocean Rim Association (IORA) tahun 2017.
Dalam pembukaan IORA Business Summit 2017, Senin (6/3) di Jakarta Convention Center, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kawasan Samudera Hindia merupakan kawasan yang sangat luas sekali dan memiliki banyak tantangan, tetapi justru setiap tantangan menciptakan peluang bagi pengusaha, terang Presiden Jokowi.
Berdasarkan data yang dimiliki Presiden, Samudra Hindia merupakan wilayah yang memiliki lebih dari 2,7 miliar penduduk di negara yang berbatasan dengannya. Hal itu menjadikan Samudra Hindia sebagai wilayah yang menyimpan potensi strategis untuk pengembangan bisnis global.
Saya mencatat bahwa setengah dari perjalanan kontainer adalah lewat Samudra Hindia. Yang kedua, dua pertiga pengapalan tanker energi itu lewat Samudra Hindia. Yang ketiga, 2,7 miliar orang itu tinggal di kawasan IORA. Oleh sebab itu, Samudra Hindia adalah samudra masa depan. Masa depan ekonomi dunia ada di kawasan ini, jelas Presiden.
Pertemuan bisnis antara Negara Lingkar Samudra Hindia tersebut dinilai memiliki peran dan arti yang besar. Kesempatan ini sekaligus sebagai momentum untuk memperkuat kemitraan antara negara-negara anggota IORA dalam mewujudkan kemakmuran di wilayah Samudra Hindia.
Indonesia ingin memperkuat poros maritim untuk dihubungkan dengan IORA. IORA Business Summit 2017 merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia kepada kalangan pengusaha dan perwakilan kamar dagang dan industri dari masing-masing negara anggota IORA sebagai peluang investasi di Indonesia.
IORA Business Summit 2017 yang turut dihadiri oleh dihadiri kalangan pengusaha serta perwakilan kamar dagang dan industri dari masing-masing negara anggota IORA benar-benar dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia. Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo yang mengenakan setelan jas berwarna biru yang dipadukan dengan dasi berwarna biru, sempat membagi kisahnya di mana beliau sebelum mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indonesia pernah memiliki pengalaman dalam dunia usaha.
Dirinya menceritakan, sebelum saya masuk ke dunia politik, sekitar 12 tahun yang lalu, saya adalah pengusaha yang lebih dari 20 tahun hidup di dunia usaha. Boleh dibilang saya seperti Bapak/Ibu sekalian.
Bagi saya menjadi seorang pengusaha itu sederhana: pelanggan kita menuntut kita untuk bekerja yang pertama ‘on time’, yang kedua memberikan harga yang kompetitif, yang ketiga ‘on spec’, artinya mutu yang baik, terang Presiden.
Presiden sampaikan bahwa perkembangan teknologi yang sedemikian cepatnya di mana hal itu menimbulkan pengaruh tersendiri dalam dunia bisnis. Teknologi internet dan smartphone disebutnya mampu mendemokratisasi akses kepada seluruh kalangan dan memastikan agar semua orang dapat terhubung dengan baik.
Sekarang, dengan mobile internet dan smartphone yang murah, platformnya sudah terbentuk bagi usaha kecil dan menengah, bagi wanita, dan bagi pengusaha muda. Yang namanya mobile internet itu secara otomatis jangkauannya sudah langsung menghubungkan nasional, regional, bahkan internasional, jelas Presiden.
Perkembangan teknologi yang sedemikian cepatnya tersebut tidak hanya menimbulkan keuntungan semata, namun juga terdapat tantangan di baliknya. Sebagai seorang yang pernah bergelut dengan dunia usaha, Presiden Joko Widodo paham betul bahwa pemerintah juga dituntut untuk menyediakan solusi bagi tantangan-tantangan itu.
Menjadi tugas pemerintah untuk memastikan supaya infrastruktur telekomunikasinya terbangun dengan baik, jaringan 3G, 4G, dan nantinya jaringan 5G. Juga jaringan kabel fiber optik untuk menyalurkan data-data bandwidth dalam jumlah yang besar dengan harga yang efisien.
Dan menjadi tugas kami, tugas pemerintah, untuk mengurangi beban-beban yang menghambat dunia bisnis, regulasi serta perizinan yang berlebihan dan menghambat, dan mengurangi korupsi, ungkapnya.
Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo meminta kalangan dunia usaha, khususnya kepada sektor swasta dari negara-negara anggota IORA, untuk mempercayakan hal tersebut kepada pemerintah Indonesia. Ia pun membuka kesempatan seluas-luasnya kepada negara-negara IORA untuk bermitra dengan Indonesia sekaligus membawa kemakmuran di kawasan Samudera Hindia.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








