Pemerintah Akan Bangun Kembali Proyek Mangkrak dan Bandara Baru di Kediri

0
1891
Ilustrasi proyek mangkrak. FOTO : SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah kembali menargetkan untuk menyelesaikan proyek mangkrak yang ada di tanah air, diantaranya proyek pembangunan jembatan Brawijaya di Kediri, Jawa Timur yang sudah mangkrak selama hampir empat tahun.

Pemerintah pusat berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan proyek pembangunan mangkrak yang ada, untuk itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah menghitung ulang agar dapat segera diselesaikan.
Dalam kunjungan kerjanya, Sekretaris Kabinet bersama Menteri PUPR Senin (15/5), setelah groundbreaking Jembatan Ngadiluwih di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pramono sampaikan bahwa untuk masalah ini persoalan hukumnya perlu dipisahkan, karena sebelumnya yang menyebabkan pembangunannya dihentikan, terang Pramono.

Untuk itu diperlukan perhitungan ulang, sehingga Menteri PUPR dapat mengambil keputusan. Disamping itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan melakukan audit teknis terlebih dahulu atas jembatan yang mangkrak itu.

Kemudian nanti secara financial akan meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), termasuk mengenai siapa yang harus bertanggung jawab. Saat ini, Kementerian PUPR menunggu pengajuan surat Walikota Kediri kepada Presiden agar dapat pihaknya dapat bergerak, terang Basuki.

Sebagai tambahan, Jembatan Brawijaya Kediri yang mangkrak itu bukan Kementerian PUPR yang mengerjakan, tetapi dari Pemerintah Kota Kediri. Namun demikian, sangat disayangkan kalau pembangunan jembatan ini tidak diteruskan, karena tinggal 20% lagi.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan peletakan batu pertama ataugroundbreaking pembangunan Jembatan Ngadiluwih, di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (15/5) siang.

Disamping itu, Seskab sampaikan bahwa pemerintah didukung oleh Kementerian PUPR akan membangun bandara baru terkait warga sekitar Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kertosono, Jombang yang kesulitan untuk pergi ke Jakarta karena harus melalui Surabaya yang ditempuh selama 4 jam perjalanan, terang Seskab Pramono.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here