Usaha Keras Indonesia Tingkatkan EODB, Mendapat Apresiasi Presiden Bank Dunia

0
921
Presiden Joko Widodo menerima Presiden Bank Dunia dan delegasinya di Istana Merdeka. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim bersama delegasinya menemui Presiden Joko Widodo dang didampingi sejumlah menteri cabinet kerja di Istana Merdeka, Rabu (26/7).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama dan kemitraan yang selama ini terjalin antara Bank Dunia dengan Indonesia. Ditambah lagi Bank Dunia yang membuka kantor perwakilan di Indonesia, yang menurutnya merupakan kantor perwakilan Bank Dunia terbesar selain kantor pusat Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat (AS), puji Presiden Jokowi.

Saya juga senang anda juga dapat mengunjungi dan mengagumi operasi Anda yang sangat besar dan sangat sibuk di Indonesia, jelas Presiden dalam sambutannya di Istana Merdeka.

Selama ini, Bank Dunia telah membantu memperbaiki struktur dan kualitas atau pengeluaran fiskal Indonesia. Selain itu, Bank Dunia juga terus berkomitmen untuk mendukung Indonesia dalam menurunkan angka kemiskinan serta memperbaiki kualitas kesehatan dan pendidikan di Indonesia.‎

Menurut Presiden, Bank Dunia telah melakukan pekerjaan penting dengan kita dalam pemberantasan kemiskinan, investasi modal manusia seperti memperbaiki kesehatan dan pendidikan, dan menangani dampak perubahan iklim.

Berdasarkan data tahun lalu Bank Dunia telah memberikan penilaian peningkatan peringkat Ease of Doing Business ( EODB) dari peringkat 106 menjadi 91. Disamping itu, President Group World Bank Jim Yong Kim mengungkapkan realisasi pertumbuhan ekonomi dengan rata-rata berada di level 5% menjadi capaian yang bisa membuat negara lain iri.

Kim sampaikan bahwa alasan pihaknya datang ke Indonesia adalah karena Indonesia dan pimpinan Presiden Jokowi memiliki cita-cita besar bagi negara dan rakyat. Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan lebih dari 5% yang akan membuat iri mayoritas negara di dunia, terangnya.

Untuk diketahui, Bank Dunia merupakan pemberi utang terbesar ke pemerintah Indonesia. Nilainya mencapai Rp 234,48 triliun. Menurut Kim, Presiden Jokowi juga berkeinginan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di atas 5%, serta membuat negara yang dipimpinnya saat ini menjadi negara dengan penghasilan yang tinggi.

World Bank merupakan mitra Indonesia untuk memberikan cara-cara agar Indonesia mampu merealisasikan hal tersebut. Di mana, salah satunya dengan investasi untuk pembangunan infrastruktur serta pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi dunia dan tujuan kami di sini adalah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, bekerja sama dengan sektor swasta Indonesia. Kami akan menunjukkan seberapa cepat sebuah negara berkembang dapat beralih dari status rendah ke menengah ke atas. Kami percaya bahwa itu mungkin di sini kami sangat yakin bahwa ini mungkin di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan kami berkomitmen pada kemitraan ini dengan cara yang jarang dilakukan dengan negara seukuran ini, jelas Kim.

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan bahwa pertemuan antara Presiden dengan Bank Dunia banyak membicarakan soal bantuan yang dapat diberikan Bank Dunia untuk pembangunan Indonesia.

Presiden Kim menawarkan, kalau begitu kita bisa maju lebih jauh untuk membuat Indonesia menjadi showcase dalam memobilisasi dana dari dunia internasional untuk hal-hal yang diprioritaskan oleh Indonesia di dalam membangun infrastruktur. Terutama supaya kemudian perimbangan antara pemain-pemain BUMN, non-BUMN dan sebagainya juga menjadi lebih berimbang, terang Darmin.

Disamping itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menambahkan, pemerintah juga berencana untuk menunjukkan beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan pada forum investasi yang akan diselenggarakan dalam pertemuan tahunan itu.

Forum Investasi tahun depan itu bukan forum yang hanya bicara-bicara, tidak! Kita langsung pada action, proyek mana yang akan kita tawarkan, berapa proyekya, berapa lama payback-nya, dan sebagainya sehingga konkret. Mereka kalau perlu kita bawa langsung meninjau tempat, jelasnya.

 

Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here