(Vibizmedia – Market News) – Di perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (19/06), dolar bergerak bearish terhadap semua rival utamanya karena investor menunggu untuk melihat apakah Federal Reserve AS akan dovish pada penurunan suku bunga di masa depan serta pemberian stimulus sebagai Bank Sentral Eropa.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dolar AS terhadap beberapa rival mata uang utama lainnya sedang melemah 0,11 persen ke posisi 97,53 setelah dibuka pada posisi 97.65 dan sempat turun ke posisi tinggi di 97,68.
Euro naik 0,1% menjadi $ 1,1203, setelah sebelumnya jatuh ke level terendah dua minggu $1,1181 pada hari Selasa setelah Presiden ECB Mario Draghi sampaikan kebijakan stimulus dan yield obligasi pemerintah Jerman turun ke rekor terendah baru.
Posisi dolar AS tertekan oleh fokus pasar menanti pengumuman kebijakan moneter Fed yang diharapkan memberikan sinyal penurunan suku bunga bank sentral Amerika tersebut yang merugikan dolar. Dan secara teknikal pergerakan bearish dolar terjadi oleh profit taking pasar setelah 5 hari berturut rally.
Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks dolar selanjutnya berpotensi terus alami pelemahan dengan bergerak ke posisi support 97.38 – 96.70. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan naik menemui resisten 97.79 – 98.10.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang








