Aktivitas Bisnis Negara Maju Lesu, Jepang Sedikit Membaik

0
822

Perlambatan ekonomi global nampaknya cukup terasa bagi beberapa negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Kawasan Euro dan Tiongkok. Pertumbuhan bisnis di kawasan euro pada Mei lalu dilaporkan melambat dari bulan sebelumnya, sementara itu sektor pabrik di Tiongkok juga kembali mencatat kontraksi, memperkuat kebutuhan untuk bank-bank sentral utama untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi. Kontraksi aktivitas di sektor pabrik Tiongkok ini cukup memberi tekanan kepada bank sentral Tiongkok (PBOC) agar memberikan stimulus tambahan supaya dapat menopang roda perekonomian negaranya.

Di sisi lain, The Federal Reserve AS kemungkinan besar tidak akan mungkin melakukan kebijakan moneter ketat pada bulan Juni mendatang karena rilis data ekonomi AS di kuartal pertama tahun ini yang sangat lemah dan juga kinerja ekonomi di negara-negara maju masih belum maksimal.

Melemahnya pertumbuhan aktivitas bisnis di kawasan euro pada Mei ini terjadi hanya dua bulan setelah Bank Sentral Eropa (ECB) meluncurkan program stimulus besar-besaran sebanyak 1 triliun euro dan setelah ECB menyatakan tidak akan memaksakan target inflasi sebesar 2 persen harus tercapai dalam jangka pendek ini. Sebagian besar PMI kawasan euro untuk Mei ini menunjukkan hasil yang cukup “merisaukan”, namun demikian ECB belum memberikan sinyal untuk memberi stimulus tambahan lagi.

Read more

Stephanie Rebecca/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here