PMI Index BI Triwulan II 2024 Kinerja Industri Pengolahan Tetap Kuat

0
510
PMI Index BI Triwulan II 2024 Kinerja Industri Pengolahan Tetap Kuat
Ilustrasi industri pengolahan kayu. FOTO: KEMENLHK

 

(Vibizmedia – Economy & Business) – Kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada triwulan II 2024 tetap kuat dan berada pada fase ekspansi (indeks >50%). Hal ini tecermin dari PMI-BI triwulan II 2024 sebesar 51,97%.

Berdasarkan komponen pembentuk PMI-BI, mayoritas komponen berada pada fase ekspansi dengan indeks tertinggi pada Volume Produksi. Lalu diikuti Volume Persediaan Barang Jadi dan Volume Total Pesanan.

Sementara itu, komponen Kecepatan Penerimaan Barang Pesanan Input meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), sebagian besar Sub-LU berada pada fase ekspansi dan menopang kinerja PMI-BI.

Dengan indeks tertinggi pada Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, diikuti Industri Pengolahan Tembakau, serta Industri Mesin dan Perlengkapan.

Perkembangan PMI-BI tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan LU Industri Pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia. Yang berada pada fase ekspansi, dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,65%.

Pada triwulan III 2024, kinerja LU Industri Pengolahan diprakirakan kembali meningkat tecermin dari PMI-BI yang tercatat sebesar 54,18%.

Berdasarkan komponen pembentuknya, seluruh komponen diprakirakan meningkat dan berada pada fase ekspansi dengan indeks tertinggi pada komponen Volume Produksi.
Lalu diikuti Volume Persediaan Barang Jadi dan Volume Total Pesanan.

Seluruh Sub-LU juga diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Pengolahan Tembakau. Lalu diikuti Industri Furnitur dan Industri Barang Galian Bukan Logam.

Menurut Analis Vibiz Research Center kinerja manufaktur Indonesia yang masih ekspansif ini bagus untuk membangun sektor riil. Dan juga dengan berkembangnya industri manufaktur menciptakan lapangan kerja yang cukup banyak sehingga secara keseluruhan berdampak membangun pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun tetap harus dimitigasi risiko yang muncul akibat risiko geopolitik secara global maupun kondisi ekonomi global yang secara keseluruhan baik. Faktor keamanan dan kestabilan politik jelang pelantikan presiden dan wakil presiden RI menjadi hal yang perlu diperhitungkan.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting