(Vibizmedia-Nasional) Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa pihaknya menetapkan tiga program prioritas yang berfokus pada penguatan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan UMKM melalui program Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.
“Penguatan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan UMKM BISA ekspor merupakan tiga program yang menjadi fokus utama Kemendag saat ini. Semuanya bermuara untuk mempertahankan, bahkan melanjutkan tren positif dari neraca perdagangan Indonesia yang telah surplus selama 53 bulan terakhir,” jelas Budi dalam keterangannya, pada Sabtu, 2 November 2024.
Menurutnya, UMKM menjadi perhatian utama Kemendag karena kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Saat ini, UMKM menyumbang 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hingga 97 persen tenaga kerja di Indonesia. Namun, Mendag Budi juga menyoroti beberapa tantangan yang kerap dihadapi UMKM, seperti rendahnya produktivitas dan minimnya legalitas usaha.
“Penciptaan lapangan pekerjaan melalui UMKM memang penting, tetapi peningkatan produktivitas merupakan kunci keberlanjutan bisnis UMKM,” katanya.
Untuk itu, Kemendag telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mencapai ketiga target tersebut. Salah satu strategi yang diusung adalah menjajaki pasar nontradisional melalui optimalisasi peran perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Selain itu, Kemendag tengah menyelesaikan perundingan perdagangan bilateral dengan Kanada, Eurasia, dan Peru untuk memperluas akses pasar bagi produk Indonesia.
Kemendag memastikan bahwa setiap regulasi yang dibuat bertujuan menciptakan perdagangan yang berkeadilan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Mendag Budi menjelaskan bahwa langkah-langkah tersebut diambil untuk menyejahterakan masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi.
“Sasaran utama kami adalah menciptakan perdagangan yang adil dan berkelanjutan, sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” jelas Budi.
Ia pun mengimbau UNS untuk turut mendorong semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Ia berharap mahasiswa bisa menjajaki dunia wirausaha sejak bangku kuliah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan bisnis lokal di masa depan. “Pelaku usaha lokal akan terus menjadi perhatian pemerintah ke depan, maka manfaatkanlah kesempatan ini dengan menjajaki dunia wirausaha sejak di bangku perkuliahan,” ujar Mendag Budi.
Untuk memperkuat sinergi antara Kemendag dan UNS, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Kerja sama ini mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dan pengembangan kewirausahaan dan UMKM.
Budi berharap nota kesepahaman antara Kemendag dan UNS ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak dan mendukung pengembangan UMKM Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sektor kewirausahaan, mendukung program Merdeka Belajar, serta memberikan kontribusi pada perekonomian melalui pengembangan inovasi.









